Event

Abdul Aziz, Penulis Disertasi Yang Menghebohkan Meminta Maaf

Abdul Aziz, Penulis Disertasi Yang Menghebohkan Meminta Maaf

Abdul Aziz, Penulis Disertasi Yang Menghebohkan Meminta Maaf

Impessa.id, Yogyakarta : Disertasi berjudul “Konsep Milk Al Yamin Muhammad Syahrour Sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Nonmarital” yang telah dinyatakan lulus oleh Tim Penguji dan Promotor UIN Sunan Kalijaga, dan kemudian dipublikasikan ke media on-line, telah menghebohkan publik.

Kehebohan tersebut segera direspon pihak Rektor dengan menggelar Press Conference menghadirkan seluruh Penguji dan Promotor Disertasi itu meminta agar Abdul Aziz selaku penulis Disertasi melakukan revisi ulang, karena banyak kritikan beserta masukan dari banyak pihak. “Teman-teman saya di Eropa dan di Amerika menelpon mempertanyakan tentang hal itu, kenapa bisa terjadi?” ungkap Rektor UIN Prof Drs KH Yudian Wahyudi MA PhD dihadapan awak media, Jum’at (30/8/19).

Bahkan, Majelis Ulama Indonesia melalui pernyataan tertulis yang ditandatangani Sekjen Dewan Pimpinan MUI, Dr. H. Anwar Abbas, MM MAg dan Wakil Ketua Umum Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas Lc MA per-3 September 2019, menyatakan keberatan atas Disertasi tersebut dan menolaknya, karena dapat menimbulkan kerusakan moral/akhlak ummat dan bangsa.

Sehubungan dengan polemik tersebut, penulis Disertasi Abdul Aziz pada Selasa sore, 3 September 2019, mengundang wartawan di Aula Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, untuk menyampaikan pernyataan maaf, disaksikan Ketua Prodi S3 Dr. Achmad Rafiq, Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, serta Promotor 1 Prof. Dr. Khoiruddin Nasution MA, dan Promotor 2 Dr.Phil Sahiron MA

Berikut Surat Pernyataan yang ditulis dan ditandatangani Abdul Aziz; Mempertimbangkan kontroversi terkait disertasi yang saya tulis yang berjudul “Konsep Milk al-Yamin Muhammad Syahrour Sebagai Keabsahan Hubungan Seksual non-Marital”, maka saya menyatakan akan merevisi disertasi tersebut berdasarkan atas kritik dan masukan dari para promotor dan penguji pada ujian terbuka, termasuk mengubah judul menjadi “Problematika Konsep Milk al-Yamin Dalam Pemikiran Muhammad Syahrour” dan menghilangkan beberapa bagian kontroversial dalam disertasi.

Melalui Surat Pernyataan itu pula Abdul Aziz meminta maaf atas kontroversi yang muncul karena disertasinya. “Saya juga mohon maaf kepada umat Islam atas kontroversi yang muncul karena disertasi saya ini. Saya juga menyampaikan terima kasih atas saran, respon, dan kritik terhadap disertasi ini dan terhadap keadaan yang diakibatkan oleh kehadirannya dan diskusi yang menyertainya,” ungkapnya.

Prof. Noorhaidi beriringan dengan Achmad Rafiq dan Abdul Aziz, usai penyampaian Surat Pernyataan Minta Maaf

Sewaktu ditanya mengapa harus minta maaf, Abdul Aziz secara singkat menjawab, “Ya karena bikin gaduh itu,” selorohnya sambil pergi meninggalkan ruangan.

Usai acara penyampaian maaf itu, ketika dipertanyakan apakah ada tekanan dan pengekangan kebebasan ilmiah di kampus UIN, Direktur Pascasarjana UIN Suka, Prof. Noorhaidi Hasan MA MPhil PhD menjelaskan, “Secara prosedural, di internal kita sebenarnya ada prosedur yang belum selesai, yang harus ditempuh oleh promovendus, maupun institusi. Jadi hari ini kita jelaskan bahwa prosedur itu sedang kita jalani. Abdul Aziz juga harus menjalani prosedur tersebut, meski tanpa adanya Surat Pernyataan,” tutup Prof. Noorhaidi. (Antok Wesman)