Rifan Financindo Berjangka Gelar Media Workshop Membahas Industri Perdagangan Berjangka Komoditi
RFB Gelar Media Workshop di Yogyakarta membahas sosialisasi dan edukasi Industri Perdagangan Berjangka Komoditi, Sabtu (11/08/18)
Impessa.id, Jogja : Yogyakarta sebagai wilayah agraris yang luas, dengan pertumbuhan ekonomi pesat, ternyata memiliki lebih dari 35.900 investor potensial berdasarkan catatan Bursa Efek Indonesia. Hal itu dikemukakan Chief Business Officer PT Rifan Financindo Berjangka, Teddy Prasetya saat meresmikan Kantor Cabang PT RFB Ke-9 di Malioboro City jalan Laksda Adisutjipto KM 8, Tambakbayan, Caturtunggal, Depok, Sleman, Senin (06/08/18).
Kehadiran Kantor Cabang RFB di Yogyakarta, terkait besarnya potensi industri Pialang Berjangka di Tanah Air. Data dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan menyebutkan bahwa industri PBK di Indonesia dalam kurun waktu tiga tahun terakhir mengalami peningkatan volume transaksi sebesar 6,40% pada 2016, dan 0,48% di tahun 2017. Kemudian pada semester I - 2018 tumbuh 30,15% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Untuk pengembangan Kantor Cabang Yogyakarta, RFB mengalokasikan total investasi Rp10 Miliar, untuk infrastruktur kantor sebesar Rp5 miliar dan sisanya untuk modal kerja. Kepala Cabang RFB Yogyakarta, Dewi Diananingrum kepada wartawan disela-sela Media Workshop, Sabtu (11/08/18) menargetkan 100.000 lot transaksi dan 300 nasabah untuk tahun pertama. Sementara untuk kinerja perusahaan secara keseluruhan, RFB mematok penambahan 3.000 nasabah baru dan total volume transaksi 1(satu) juta lot di akhir tahun 2018.
Media Workshop yang membahas sosialisasi dan edukasi PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI), dan PT Rifan Financindo Berjangka (RFB), Dalam Industri Perdagangan Berjangka Komoditi, berlangsung Sabtu (11/08/18) menghadirkan Lukas Lauw Kepala Divisi Riset dan pengembangan BBJ, Direktur PT KBI Agung Trihayanto dan Kepala Cabang PT Rifan Financindo Berjangka Yogyakarta Dewi Diananingrum.
“Setiap Kantor Cabang RFB harus memiliki kontribusi terhadap total bisnis perusahaan. Untuk RFB Yogyakarta kami harapkan dapat memberikan kontribusi sebesar 10% dari total bisnis secara umum dan turut meramaikan pasar PBK di Kota Pelajar ini, agar masyarakat semakin aware terhadap keberadaaan industri PBK sekaligus meningkatkan keuntungan dari sisi bisnis RFB khususnya,” ujar Dewi Diananingrum. “Kami ingin memberitahukan kepada publik khususnya di DIY-Jateng, bahwa Kantor Cabang PT Rifan Financindo Berjangka kini sudah hadir di Yogyakarta, sebuah perusahaan pialang untuk trading, untuk fasilitator nasabah untuk trading ke bursa,” tutur Dewi.
Menurut Dewi, banyak warga Jogja yang sudah melakukan transaksi, tetapi kebanyakan trading-nya belum melalui bursa, larinya ke Luar Negeri, bahkan juga secara illegal, dalam artian transaksi melalui pialang yang tidak resmi tanpa terjamin keamanannya. “Yogyakarta itu sangat potensial, hal itu terbukti pada Lebaran yang baru lalu, uang yang beredar dan terserap di DIY mencapai tujuh trilyun rupiah, selain itu ternyata banyak warga Jogja yang menjadi pelaku pasar modal, itu salah satu target market dari investasi Komoditas Berjangka. RFB ingin memberi kesempatan kepada generasi muda Yogyakarta untuk menjadi pialang handal dan profesional,” imbuh Direktur PT KBI Agung Trihayanto.
Dalam pada itu Kepala Divisi Riset dan Pengembangan BBJ Lukas Lauw mendukung sepenuhnya atas digelarnya Media Workshop tersebut untuk lebih mengenalkan perdagangan berjangka kemasyarakat luas. Selain mengenalkan misi-visi perusahaan, pengawasan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) Kementerian Perdagangan, serta penjaminannya, workshop tersebut mengungkapkan bahwa PT RFB memang diperuntukkan bagi masyarakat papan atas dengan asumsi mereka yang mempunyai uang berlebih mengingat industri Perdagangan Berjangka Komoditi mengandung resiko, meski juga memberikan keuntungan lebih, sehingga diperuntukkan bagi mereka yang betul-betul mampu memahami dan mengikuti dinamika perekonomian dan perdagangan global.
Dalam kesempatan itu, PT RFB menawarkan Kontrak Derivatif Emas XUL 10 (Transaksi mengggunakan Rupiah) dan XULF (Transaksi menggunakan Dollar Amerika) dengan modal bagi calon nasabah minimal 100-juta rupiah. Sementara itu, Direktur PT KBI Agung Trihayanto menegaskan bahwa PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) sebagai Pialang Berjangka anggota Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI), memiliki reputasi tinggi, paling aktif sehingga merajai Pialang, dan mendapatkan penghargaan dunia.
Dalam rangka mendukung program pemerintah untuk membangun dan mengembangkan iklim investasi di Indonesia, awal 2000, PT RFB memulai usaha sebagai perusahaan yang berorientasi kepada layanan jasa perantara bagi semua orang yang ingin mengambil keuntungan dari peluang dalam perdagangan komoditas dan pasar derivatif di Indonesia. Didukung teknologi informasi terkini dan Sumber Daya Manusia profesional ber-standar Kualifikasi Kepatutan dan Kompetensi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) Kementerian Perdagangan, PT RFB kini berada di Sembilan kota, masing-masing, di Jakarta, Semarang, Solo, Surabaya, Bandung, Medan, Palembang, Pekanbaru dan Yogyakarta. (Tok)
