Feature

AZIZ NUR TOTOX Menyatukan Seni Rajutan dan Lukisan Lewat Pameran Tunggal NGACA di LAV Galeri Yogyakarta

AZIZ NUR TOTOX Menyatukan Seni Rajutan dan Lukisan Lewat Pameran Tunggal NGACA di LAV Galeri Yogyakarta

AZIZ NUR TOTOX Menyatukan Seni Rajutan dan Lukisan Lewat Pameran Tunggal NGACA di LAV Galeri Yogyakarta

Impessa.id, Yogyakarta: Seniman kondang Heri Dono: yang senantiasa melanglang buana kali ini berkesempatan membuka pameran tunggal Aziz Nur Totox bertajuk “NGACA” di lAV Gallery jalan D.I. Panjaitan Nomor 66, Sisi Timur Lapangan Minggiran Mantrijeron Yogyakarta, yang berlangsung pada 14-27 November 2023.

Kepada Impessa.id, Heri Dono mengungkapkan bahwa pamerannya Aziz Nur Totox menarik, “Bagaimana eksplorasinya itu menyatukan apa yang disebut sebagai tapestry, seni menjalin rajutan, dengan seni murni seperti lukisan di atas kanvas, dan menjadi satu kesatuan seni yang itu adalah seni murni yang tidak lagi diasosiasikan sebagai seni terapan,” ujarnya.

Heri Dono melanjutkan, “Karena seni-seni rajutan ini kan, terutama eksistensinya, dianggap rendah oleh publik, merajut itu kan seperti kerajinan tangan untuk membuat, misalnya, selimut, pakaian atau apapun, tapi ini seni rajutan yang berhubungan dengan elemen-elemen baru dari apa yang disebut dengan warna atau dengan garis ataupun tekstur yang dibentuk dengan konsep-konsep spiritual, seperti di suku-suku pedalaman yang memakai media rajutan sebagai media tekstur yang dibentuk bukan dengan cat tapi dengan rajutan itu sendiri”.

Heri Dono menekankan, “Jadi rajutan itu bagian dari garis, dari tekstur, dari bentuk, yang saya lihat bahwa kemapuan realis dia kuat tapi dia membuat metafora-metafora dibalik apa-apa yang ada didalam kemampuan realisnya dia itu. Dan ini menjadi satu alternatif untuk seni-seni yang berhubungan dengan apa yang disebut sebagai eksperimental art.”

Heri Dono mengungkapkan, “Eksperimental Art, yang keberanian orang itu belum tentu berani merobek atau melubangi ataupun menjahit kanvas yang utuh. Karena dianggap melemahkan atau merusak kanvas yang memang asalnya tidak boleh robek, tidak boleh lubang, tetapi disini justru dengan kesengajaan merobek, melubangi, menghancurkan terminologi konvensional tentang apa yang ada dalam seni lukis. Didalam lukisan itu tidak boleh dirobek, tidak boleh dilubang, tidak boleh dijahit, tapi disini justru dipotong-potong, dan di belah-belah, untuk menjadi media yang baru dari rajutan itu sendiri, walaupun mungkin media rajuan itu ada dalam budaya Badui, dalam budaya pedalaman yang dianggap kebudayaan lokal, yang masuk ke ranah global”.

“Jadi Seniman-seniman dari Amerika Latin bahkan Amerika Serikat banyak yang mengeksplorasi rajutan dan dipamerkan di Biennale Venice Italia, Australia, dan seni rajutan bisa diterima oleh masyarakat sebagai seni murni yang dari pameran ini saya kira sifatnya memprovokasi masyarakat umumnya tentang seni yang diragukan apakah ini seni murni? apakah ini seni terapan?” jelas Heri Dono yang dalam akhir pekan 24-25 November dirinya berada di Singapura untuk menghadiri symposium pameran yang dia ikuti, yang berlangsung di bulan November 2023 dan berakhir pada Februari 2024.

Perupa Aziz Nur Totox yang menggelar pameran tunggalnya bertajuk “NGACA” di lAV Gallery Yogyakarta, kepada Impessa.id menuturkan bahwa pameran tunggalnya tersebut merupakan kilas balik sejak tahun 2019. “Sejak 2019 hingga jelang pameran ini digelar, karyaku kok gak kelihatan, ternyata memang karyaku itu belum banyak, karena produksinya perlu waktu lama, jadi itu untuk menengok, melihat kembali karya-karya ku yang ada sejak 2019 dan progresnya sampai 2023, sekaligus ingin tahu respon teman-teman lewat pameran 19 karya ini,” tuturnya. (Feature of Impessa.id by Antok Wesman)