Ekonomi-Bisnis

Jogja Coffee Week Ke-2 Bertema Indonesia Coffe Showcase Berlangsung Di JEC, 2-6 September 2022

Jogja Coffee Week Ke-2 Bertema Indonesia Coffe Showcase Berlangsung Di JEC, 2-6 September 2022

Jogja Coffee Week Ke-2 Bertema Indonesia Coffe Showcase Berlangsung Di Hall A Gedung Jogja Expo Center -JEC, pada 2-6 September 2022

Impessa.id, Yogyakarta: Yogyakarta memiliki banyak kedai dan café yang menjual kopi. Bisnis kopi Yogyakarta menciptakan potensi ekonomi yang signifikan, dengan lebih dari 1200 Kedai Kopi yang berpotensi pendapatan mencapai 360 milyar rupiah per tahun. Saat ini banyak kedai kopi yang menawarkan pendekatan one stop shopping, sehingga pengunjung dapat dengan cepat mendapatkan apa yang diinginkan di satu tempat.

Kopi Indonesia, yaitu kopi yang dibudidayakan dan diekspor, mencapai produksi sebanyak 774.600 ton dan untuk ekspor sebanyak 380.170 ton (data 2021), menempati peringkat ke-empat terbesar di dunia setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia.

Adanya potensi yang besar itu dan dalam upaya melakukan percepatan ekonomi DIY pasca pandemic Covid-19, maka Kamar Dagang dan Industri -KADIN Daerah Istimewa Yogyakarta, menginisiasi Jogja Coffee Week #2 dengan tema “Indonesia Coffe Showcase” pada 2-6 September 2022, bertempat di Hall A Gedung Jogja Expo Center -JEC.

Ketua Panitia Jogja Coffee Week #2, Rahadi Saptata Abra SSi MBA mengatakan, setelah sukses penyelenggaraan JCW #1 pada 2-8 Agustus 2019 di JEC, yang semestinya digelar setiap tahun namun karena pandemic di tahun 2020 dan 2021, maka pada 2022 dimana pandemi sudah menuju endemi, ijin berpameran sudah diperbolehkan dan animo peserta pameran serta publik pecinta kopi sudah tak tertahankan, maka JCW #2 dihelat pada 2-8 September 2022 menempati Hall A Gedung JEC dengan tema “Indonesia Coffee Showcase”.

Tujuan JCW #2 yang diselenggarakan Medialink bersama Komunitas Kopi Nusantara, didukung KADIN DIY dan JEC, adalah untuk mengembangkan usaha kopi, mulai skala petani, UMKM, hingga perusahaan besar pemililk merk terkenal dengan segala turunannya, baik dari sisi hulu, teah hingga hilir, yang kini tumbuh pesat di Indonesia.

Jogja Coffee Week #2 mencakup, Pameran produk hulu (petani kopi), produk tengah (prosesor, roastery, perdagagan, brand lokal, produk turunan), produk hilir (kedai kopi dan retail), kemudiam Lomba cita rasa dan Lelang kopi, serta Workshop atau Kelas kopi, Talkshow, Anbeka lomba kreatif dan lain sebagainya.

Pameran JCW #2 selain untuk membantu percepatan ekonomi didalam negeri, juga untuk memacu pertumbuhan ekspor kopi Indonesia yang pasarnya besar dan terus bertumbuh. Kemudian untuk menguatkan dan menjaga dinamika ekosistem bisnisnya, juga untuk meningkatkan komoditas kopi melalui system B to B ataupun B to C.

Selain pameran juga digelar Kompetisi Biji Kopi dilanjutkan Lelang Biji Kopi, kemudian edukasi dan workshop di sisi hulu-tengah-hilir, untuk petani, prosesor, roastery, industri ikutan kopi, pergudangan dan logistik, serta distribusi dan digital marketing.

Kopi sebagai komoditi yang menunjang banyak kehidupan para petani di Indonesia, dalam satu dasawarsa terakhir ini mengalami dinamika yang signifikan. Pola konsumsi dan peminat produk kopi beserta turunannya mengalami tumbuh kembang yang luar biasa, bahkan di tengah krisis pandemi global, aneka produk kopi tetap bertahan, bahkan terus melakukan pergerakan ekonomi dan pengebangan di tingkat hilir dan perdagangannya.

Dengan dukungan teknologi informasi dan kemudahan pola transaksi maka aneka produk kopi tetap mendapat tempat dan terus mengisi keseharian para pecinta kopi dimanapun berada. Informasi yang bergerak cepat terbukti membentuk gaya hidup dan memunculkan kebutuhan untuk ‘Ngopi’.

Tren yang muncul antara lain, Kedai Kopi Terbuka (Open-space Coffee Shop), Produk Coffe-RTD (Readi To Drink, botolan atau kalengan) dan Minuman Kopi Campuran (Mixology) serta tumbuhnya para Home-brewer dari kalangan anak-anak muda di kota-kota besar di Tanah Air.

Ketua Umum KADIN Daerah Istimewa Yogyakarta, GKR Mangkubumi menuturkan, fenomena tersebut membuat para pengusaha melirik kedai kopi sebagai peluang bisnis yang menjanjikan.

JCW #2 sebagai ajang ketemuan para pelaku perdagangan kopi dan rintisan pelaku komoditi kopi dari tingkat hulu hingga hilir, dan pelaku usaha produk atau jasa turunannya, wajah perkopian Indonesia dan menjadi salah satu barometer industri kopi dunia. (Humas JCW#2/Endro Wardoyo/Antok Wesman-Impessa.id)