Event

Pameran Seni Rupa Sejangkauan Tangan 2, On Paper, Oleh 35 Perupa, di Omah Cepit, Sewon, Bantul, Yogyakarta, 5-23 Juli 2022

Pameran Seni Rupa Sejangkauan Tangan 2, On Paper, Oleh 35 Perupa, di Omah Cepit, Sewon, Bantul, Yogyakarta, 5-23 Juli 2022

Pameran Seni Rupa Sejangkauan Tangan 2, On Paper, Oleh 35 Perupa, di Omah Cepit, Sewon, Bantul, Yogyakarta, 5-23 Juli 2022

Impessa.id, Yogyakarta, Omah Cepit, Kelompok perupa Jogja menggelar pameran seni rupa Sejangkauan Tangan #2, berjudul “On Paper”, dengan kurator Rain Rosidi di Sayap Ruang Seni, Omah Cepit, Bantul, Yogyakarta, pada 5-23 Julli 2022. Pameran seni rupa yang dibuka oleh Amir Sidharta pada Selasa (5/7/2022) pukul 19 WIB menampilkan sejumlah karya dari 35 seniman.

Arya Pandjalu sekilas menuturkan, Sejangkauan Tangan memiliki dua matra, Satu, sejangkauan tangan dalam artian fisik: satu lingkup meja kerja, semua keperluan ada di seputar meja kerja. Dua, sejangkauan jelajah idea selaras hasil penyerapan wawasan dan latar belakang akar budaya diri.

Prinsip kerja ini memungkinkan kedekatan karya dengan pembuatnya dengan memaksimalkan peralatan, benda-benda, bahan-bahan, dan gagasan-gagasan yang dekat dengan si seniman.

Sejangkauan Tangan dipinjam dari kalimat sebagai prinsip kerja yang dilakukan oleh Asnar Zacky, seorang dosen seni rupa yang berkarya drawing, illustrasi, komik dsb, dengan detail dan ketelitian yang mengagumkan.

Pameran itu juga menggambarkan ukuran karya yang relatif kecil dan penyajiannya yang terjangkau oleh publik umum. Kerja kreatif sejangkauan tangan menjadi salah satu mode berkarya yang dikerjakan dalam ruang dan mobilitas terbatas tersebut.

Peserta pameran dari berbagai latar belakang dan generasi. Kali ini lebih berfokus pada karya diatas kertas atau menggunakan kertas sebagai mediumnya. Keragaman karya dengan format ukuran yang dibatasi tersebut, disajikan tersebar di dinding warung. Penyajian dilakukan secara acak menyesuaikan dengan kondisi dan situasi ruang, termasuk sirkulasi pengunjung yang hendak menyantap makanan dan minuman atau sekadar menikmati karya seni. Karya menjadi intim dan kita merasa hangat diantaranya.

Ke 35 seniman yang berpartisipasi masing-masing, S Teddy D, AC Andre Tanama, Endry Pragusta, Erwanto Lentho, Arya Sukma, Ipeh Nur, G Prima Puspita Sari, Adhik Kristiantoro, Irennius Bongky, Riki Antoni, Purnomo Ciay, Edwin Dolly Roseno, Athonk Sapto Raharjo, Arya Sukapura Putra, Rudi “Atjeh” Dharmawan, Agustinus ‘Patub’ Murtopo, Apud Budianto, Widi S Martodiharjo, Danand Hadi ‘Tape’, Restu Ratnaningtyas, Roeayyah Diana P, Arya Pandjalu, Labadiou Piko, Lowpop, Bodhi IA, Prihatmoko Moki, Ajeng Pratiwi, Cutnotslices, Deni Rahman, Sinta Carolina, Budi ‘Bodhonk’ Prakoso, Kiduing Paramadita, Wimbo Praharso, Suparyanto ‘Bofag’, dan Novantri S Putra.

Pembjkaan pameran dimeriahkan denga hiburan musik bersama Proyek13 featuring Kunting, Mulih Gasik. (Arya Pandjalu/Antok Wesman-Impessa.id)