Event

Perupa Jogja Ekwan Gelar Karya di 101 Hotel Yogyakarta, 20 Mei Hingga 20 Juni 2022

Perupa Jogja Ekwan Gelar Karya di 101 Hotel Yogyakarta, 20 Mei Hingga 20 Juni 2022

Perupa Jogja Ekwan Gelar Karya bertajuk “The New Soul Became Happy” di 101 Hotel Yogyakarta, 20 Mei Hingga 20 Juni 2022

Impessa.id, Yogyakarta:  Ekwan Marianto yang akrab disapa Ekwan, perupa Jogja yang berdomisili di studio Kembang Jati Arthouse Nitiprayan, Kasihan-Bantul, kali ini menggelar pameran tunggal bertajuk “The New Soul Became Happy” di 101 Hotel Yogyakarta, 20 Mei hingga 20 Juni 2022.

Dalam tulisan kuratorial, Yaksa Agus menuturkan, ‘Jiwa baru untuk bahagia’, sebuah tajuk yang menggarisbawahi tentang dunia bahagia yang dilukiskan secara naif di atas kanvas. “Style naif, bukan berarti mudah atau gampang. Tidak sesederhana itu seorang pelukis melahirkan karya. Ada sesuatu yang lebih dari sekedar bidang dua dimensional itu tentunya, walaupun dengan meminjam cara pandang anak-anak. Representasi semacam inilah yang dihadirkan Ekwan, perupa yang menggelar karya-karyanya bertajuk “The New Soul Became Happy”.

Ekwan, menghadirkan potret sosial di tengah-tengah gelombang globalisasi di berbagai lini kehidupan. Dia membungkus protret kehidupan sosial yang kadang terkesan humor, parodi, ironisme ataupun satir tanpa menghakimi atau menyindir realitas.

Ekwan adalah perupa yang aktif berpameran di Yogyakarta dan beberapa kota besar lainnya. Dalam beberapa tahun terakhir intensitas dan rasa estetiknya memperkuat keinginan untuk berkarya yang tak lagi berdasar pada kemapanan material, melainkan oleh persentuhan dengan lingkungan dan kehidupan sosial yang dia temui.

Sebagai pemilik Jargon, ‘Yang penting asyik-asyik saja’, Ekwan mengungkapkan semua hal yang ditangkap indera penglihatannya, untuk direalisasikan di atas kanvas, dengan penuh kegembiraan, namun dengan sadar dia tak sekedar memindahkan tetapi juga memasukkan reality pemikiran dan imajinasinya. Karya-karyanya memperlihatkan teknik dan formal, dengan layer warna, tekstur, brush stroke, dan goresan-goresan dangkal yang tercipta spontan layer per layer.

Titik ketertarikannya adalah di bentuk-bentuk bebas, dengan garis-garis bebas, mengikuti bentuk objek, tentu saja dengan imajinasi, pengetahuan, dan juga teknik yang dimiliki. Beberapa objek dan motif dan bentuk-bentuk tak jelas terlihat balance, tetapi efek distorsi yang tercipta spontan, menghasilkan interaksi objek dengan ekspresif ‘Dunia Bahagia’ dengan meminjam sudut pandang anak-anak seperti yang dia kehendaki.

Sebuah catatan dari Jean Couteau dalam katalog pameran tunggal Ekwan 2018, kunci utama keindahan lukisan Ekwan bukanlah dalam gambaran-gambarannya itu sendiri. Paling tidak bukan dalam tema-tema atau bentuk-bentuk yang diberikan pada gambaran-gambaran itu. Melainkan dalam warna-warninya. Karya itu merupakan kaleidoskop yang mengagumkan dari kombinasi biru, merah muda dan warna lainnya. Aspek utama dari karya Ekwan terletak pada warna, di sinilah terletak talenta yang sebenarnya.

Energi kreatif Ekwan seolah tak ada habisnya, yang bahan bakarnya adalah kebahagiaan yang sederhana, yang kini dibagikan kepada kita semua, melalui Pameran Tunggal ke-9 nya, dengan harapan para audien dan apresian turut menjelajah dalam ‘Dunia Bahagia’ Ekwan dan berbagi cerita bahagia untuk hari-hari ke depan. (Yaksa Agus/Antok Wesman-Impessa.id)