Event

Diskusi Seni Rupa dan Kepahlawanan

Diskusi Seni Rupa dan Kepahlawanan

Diskusi Seni Rupa dan Kepahlawanan

Impessa.id, Yogyakarta: Pendhapa Art Space Yogyakarta telah menyelenggarakan diskusi publik bertajuk “Pahlawan Nasional dan Seni Rupa Tokoh Sejarah” pada Selasa, 7 September 2021, menghadirkan dua narasumber. Sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof. Dr. Asvi Warman Adam, APU. dan kurator seni Dr. Mikke Susanto, M.A.

Sebagaimana judulnya, diskusi publik itu membicarakan persoalan yang mengitari wacana kepahlawanan. Khususnya mengenai apa-siapa-bagaimana pemberian gelar pahlawan nasional. Juga peran seni rupa, terutama pelukis, di dalam wacana kepahlawanan tersebut.

Menurut data yang dapat diakses melalui situs Kemensos, Indonesia sudah memiliki 191 pahlawan nasional. Namun, memang belum ada satupun yang merupakan seorang pelukis. “Belum ada pelukis jadi pahlawan nasional,” pernyataan faktual yang disampaikan Prof. Dr. Asvi Warman Adam dalam diskusi publik tersebut. Kemudian diikuti dengan pemaparan mengenai karakteristik pahlawan nasional, syarat pemberian gelar pahlawan nasional, dan lain sebagainya.

Sebetulnya, Raden Saleh sudah diusulkan untuk diberi gelar pahlawan nasional pada 2012. “Sudah ada buku yang dibuat untuk itu (mengusulkan). Inilah menurut saya yang harus diperjuangkan oleh kalangan seniman, pelukis, dan oleh kalangan seni rupa (pada umumnya),” tutur Profesor Asvi.

Dr. Mikke Susanto kemudian turut memaparkan materi mengenai lukisan sejarah. Jenis, contoh, dan beberapa kasusnya. Salah satu yang dibicarakan adalah perihal lukisan Diponegoro. “Diponegoro hidup pada masa kamera belum ada di Indonesia, jadi wajah Diponegoro ini memang misterius,” jelasnya. Wajah Pangeran Diponegoro selama ini memang hanya bisa dilihat melalui sketsa dan lukisan yang dibuat oleh para perupa. Salah satunya melalui lukisan A. J. Bik dan Basoeki Abdullah. Begitu pun dengan beberapa pahlawan nasional lain.

Nihilnya kamera pada masa hidup beberapa pahlawan nasional ini boleh jadi tantangan bagi para perupa. Bagaimana cara merepresentasikan para pahlawan nasional dalam karyanya sambil mengekspresikan kemuliaan dan sentimentalitas para pahlawan.

Dibicarakan pula mengenai “homogenitas” karya seni pahlawan nasional. Selama ini, karya seni rupa dengan subjek pahlawan nasional didominasi Diponegoro dan Sukarno. Masih banyak lagi bahasan yang pula dibicarakan dalam diskusi publik “Pahlawan Nasional dan Seni Rupa Tokoh Sejarah”. Diskusi publik yang dihadiri oleh lebih dari 70 peserta ini dapat disaksikan kembali melalui kanal Youtube Pendhapa Art Space, atau melalui tautan (bit.ly/diskusiPraRepresentasi4).

Diskusi publik “Pahlawan Nasional dan Seni Rupa Tokoh Sejarah” berlangsung sebagai titik awal pameran Representasi #4: Pahlawan Nasional. Pameran seni rupa yang berlangsung pada 10 November-10 Desember 2021 di Pendhapa Art Space, Yogyakarta. Informasi lebih lanjut mengenai pameran Representasi #4 dapat diakses melalui akun Instagram @pendhapaartspace dan situs www.pendhapaartspace.com. (Mikke Susanto/Antok Wesman-Impessa.id)