Feature

GAUNG 2026: Musik Elektronik Didalam Bus KOPATA Gemparkan Kota Jogja

GAUNG 2026: Musik Elektronik Didalam Bus KOPATA Gemparkan Kota Jogja

Wartawan berebut momentum aksi musisi di Festival Musik Elektronik 'GAUNG 2026 Didalam Bus KOPATA' Keliling Kota Jogja, Kamis (10/9/26)

Impessa.id, Yogyakarta, Indonesia, September 2026: Hingar-bingar musik elektronik yang menyeruak keluar dari Bus KOPATA ber-plat kuning dengan nopol AB 7443 AS yang melaju, menyusuri jalanan utama Kota Jogja sempat menggemparkan warga yang seketika menoleh dan tentunya berpikiran ‘paling turis lokal yang lagi piknik’.

Bus KOPATA tersebut memang berisi seperangkat alat musik elektronik dan dimainkan secara bergiliran oleh 13 musisi yang terdaftar di kepanitiaan GAUNG 2026, penuh sesak dengan penumpang, sebanyak 25 kursi sudah dipenuhi penumpang dan sekitar 10 penumpang berdiri di lorongnya dan layaknya bus umum, ada juga pedagang asongan yang menawarkan jajanan ringan semisa permen.

Sepanjang perjalanan Bus GAUNG 2026 dengan kebisingannya, ketika berhenti di sekitar bundaran UGM, sempat mengejutkan petugas security yang bertugas di kompleks GIK-UGM dimana Bus itu menepi ditrotoar sisi Selatan kompleks baru tersebut, yang dahulu merupakan lahan Posko Resimen Mahasiswa Batalyon 1 UGM, ketika penulis sempat mendapat jadwal piket jaga malam di posko itu tatkala masih aktif sebagai mahasiswa.

‘Penumpang tetap berada didalam bus saja, sambil terus menikmati musik yang sedang dimainkan,” sergah Indra Menus, sang koordinator ‘Gaung Didalam Bus Kopata Keliling Kota Jogja’. Ha itu pun membuat petugas security terdiam ditempat, enggan mendekati bus, hanya mengamati dari jarak tertentu.

Dari dalam bus terlihat gerak-gerik petugas security GIK-UGM sambil tetap mengambil jarak, petugas itu main HT memanggil teman kerjanya sambil tetap mengamati kalau-kalau penumpang turun dan mau ‘demo’, kami ngakak membayangkan hal itu. Memang sih, disitu no activities are allowed, without any permission, tak satupun penumpang turun keluar, karena acaranya memang menikmati music elektronik didalam bus.

Atas instruksi panitia, sang driver bus bernama Winarto (52 tahun) lantas melajukan bus-nya mengelilingi Bundaran UGM sampai tiga kali, semakin bikin heboh petugas security yang kebingungan, pikirannya semakin berkecamuk, mau apa ya bus itu? wisatawan dari mana ya mereka itu? Atau ada ‘Wedding Party’ kah didalam bus kok ada musiknya?

Itulah yang terjadi, salah satu keseruan yang muncul spontan, saat Bus KOPATA ber-plat kuning yang di ‘booking’ panitia Festival Musik GAUNG Gemaung, melaju menyusuri rute yang telah ditentukan, dan sesekali berhenti di titik-titik tertentu, antara lain di Area Parkir Taman Budaya Embung Giwangan, kemudian di area parkir Stadion Mandala Krida, ketika hendak parkir di sisi Timur Stadion Kridosono, ternyata pintu masuknya dipasangi Pita Kuning Dilarang Melintas, karena sedang ada pemasangan cone-block, akhirnya berlanjut menuju Bunderan UGM.

Disepanjang jalan, tanpa jeda, secara bergantian semua penampil menunjukkan kebolehan masing-masing, mereka adalah: ABL, Anxiety Alone, Indra Menus, Kalasvvara, Leaf Roof, Logic Lost, S.A.M, SEAKAR, Sepeda Gasak, Squaresolid, Suffer, serta WAHN (Solo).

Tepat pukul 3 sore, di titik pemberangkatan di LAF -Langgeng Art Foundation jalan Suryodiningratan, crew Bus mempersilahkan penumpang yang sudah membeli tiket seharga 15K segera masuk kedalam bus. Berhubung tingginya animo publik yang ingin ikut naik bus, dan adanya limited seats tersebut, maka terpaksa peminat yang tidak kebagian tiket dapat mengikuti perjalanan bus menggunakan kendaraannya sendiri, karena ada beberapa lokasi pemberhentian sambil musik main terus.

Kris, nama sapaan, wisatawan dari Rumania yang ditemui Impessa.id menyatakan senang dapat ikut di acara Main Musik Didalam Bus, dia belum pernah merasakannya. “Ini sangat menarik, bermain musik secara live, didalam bus yang melaju, bagii saya ini pengalaman yang spesial selama di Indonesia, saya mengetahui adanya acara ini dari teman di Jogja, dan saya berusaha ikut,” ujar Kris dengan mata berbinar saking senangnya karena niatannya berhasil terpenuhi.

Salah satu musisi yang sempat ditemui Impessa.id adalah Dilan dari Logic Lost Jakarta, yang memainkan beberapa aplikasi didalam i-pad-nya. Dia menilai Gaung 2026 semakin beragam;

“Gaung 2026 sangat beragam sangat banyak pilihan, banyak kesempatan untuk mementaskan berbagai cara berbagai bentuk budaya suara, ada budaya visual juga, semua komunitas jadi ngumpul, bikin bareng, jadi solidaritas lumayan ada pastinya,” ungkap Dilan.

Rute perjalanan yang ditempuh Bus KOPATA GAUNG 2026, mulai pukul 3 sore hingga saat Maghrib tiba, Berangkat dari LAF menuju Taman Budaya Embung Giwangan, berlanjut menuju Stadion Mandala Krida, lalu menuju Stadion Kridosono, terus ke Bunderan UGM, dan kembali ke LAF Suryodiningratan.

GAUNG BUS merupakan salah satu acara dari Festival Musik Elektronik GAUNG yang digelar selama sepekan, pada 7-13 September 2026, menyebar di sembilan lokasi di Yogyakarta, dari Titik Nol Kilometer, Kampung Wijilan, sampai hutan bambu di Lereng Merapi. GAUNG 2026 melibatkan lebih dari 40 penampil, dari Yogyakarta, Jakarta, Solo, Pacitan, Purworejo, Purwokerto, hingga Melbourne dan Sydney, semuanya tampil dalam program yang dikerjakan bersama 18 kolektif/penyelenggara acara. (Feature of Impessa.id by Antok Wesman)