Event

World Cancer Day Nasional, 4 Februari 2021, Di Yogyakarta

World Cancer Day Nasional, 4 Februari 2021, Di Yogyakarta

World Cancer Day Nasional, 4 Februari 2021, Di Yogyakarta

Sekilas Sejarah Peringatan World Cancer Day

Impessa.id, Yogyakarta: World Cancer Day -WCD atau Peringatan Hari Kanker Sedunia lahir di Paris saat acara World Summit Against Cancer for the New Millennium pada 4 Februari 2000. Dari pertemuan tersebut dihasilkan Paris Charter atau Piagam Paris untuk melawan kanker melalui investasi berkelanjutan dalam memajukan penelitian, pencegahan, dan pengobatan kanker. Piagam itu juga mencantumkan setiap 4 Februari sebagai Hari Kanker Dunia untuk diperingati setiap tahun. 

Kampanye WCD pertama kali dipromosikan oleh UICC -Union for International Cancer Control, yang merupakan organisasi non-pemerintah yang didirikan tahun 1933 dan berpusat di Geneva-Switzerland. Hingga saat ini UICC beranggotakan lebih dari 1200 organisasi yang bergerak dibidang kanker di lebih dari 170 negara.

Yayasan Kanker Indonesia -YKI, menjadi salah satu anggota aktif dari UICC. Sedangkan Perhimpunan Onkologi Indonesia -POI, merupakan sebuah perhimpunan dokter seminat dalam bidang onkologi yang bernaung dibawah Ikatan Dokter Indonesia -IDI. Sinergi antara YKI, POI dan berbagai institusi dan lembaga pemerintahan, maupun non-pemerintah menjadi himpunan besar yang sangat dibutuhkan  bagi keberhasilan penanggulangan kanker di Indonesia.

Mengapa kampanye ini diperlukan ?

Ketua Pelaksana Peringatan Hari Kanker Sedunia Nasional 2021 di Yogyakarta dr Mardiah Suci Hardianti PhD SpPD-KHOM, yang juga selaku Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia Cabang Daerah Istimewa Yogyakarta, menuturkan, kanker merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar di Indonesia. Kanker masuk kedalam kelompok penyakit tidak menular yang merupakan penyebab kematian tertinggi kedua setelah penyakit kardiovaskuler.  Berdasar data dari GLOBOCAN tahun 2020, suatu badan statistik kanker di bawah WHO, dengan populasi Indonesia yang lebih dari 270 juta, terdapat hampir 400.000 kasus kanker baru dengan lebih dari 230.000 kematian. Secara lebih khusus, prevalensi kanker di Indonesia tahun 2013 adalah 1,4/1000 penduduk, sedangkan Prevalensi kanker untuk Provinsi Yogyakarta diatas angka Nasional yaitu 4,1/1000 penduduk (Riskesdas 2018).

“Masih tingginya angka kejadian serta masih sangat tingginya angka kematian karena kanker berkaitan dengan masih kurangnya pengetahuan dan kesadaran untuk pencegahan dan deteksi dini kanker, sehingga keterlambatan penanganan masih menjadi hal yang sering dijumpai. Peningkatan kemudahan akses ke pusat pelayanan kanker yang baik oleh tim kanker multidisiplin juga masih sangat perlu mendapat perhatian. Dukungan masyarakat melalui berbagai support group baik bagi para pasien maupun penyintas. Hal penting lainnya adalah penelitian dan pendataan kanker yang akurat untuk kepentingan advokasi kebijakan pemerintah,” ungkap Mardiah Suci Hardianti.

Menurutnya, penanggulangan kanker memang merupakan pekerjaan bersama yang memerlukan tanggungjawab dari seluruh lapisan masyarakat. Hal ini sangat sesuai dengan jargon dari peringatan WCD 2021 yakni “I am and I will” yang pada intinya adalah mengingatkan bahwa siapa pun kita, apa pun latar belakang kita, kita masing-masing mempunyai peran dalam menanggulangi dampak kanker bagi siapa pun juga.

Mengapa Yogyakarta dan Bagaimana Penyelenggaraannya ?

Lebih lanjut Ketua Pelaksana Peringatan Hari Kanker Sedunia Nasional 2021 di Yogyakarta dr Mardiah Suci Hardianti menjelaskan, Yogyakarta terpilih menjadi penyelenggara Peringatan Hari Kanker Sedunia Nasional 2021 atau WCD Nasional 2021 pada acara yang serupa di Padang, Sumatera Barat 4 Februari 2020. Penyelenggaraan peringatan WCD biasanya dilakukan secara massal, namun dengan pandemi yang menghantam sejak awal Maret 2020, maka panitia penyelenggara berusaha merancang cara untuk dapat tetap menyelenggarakan kampanye terhadap kanker walaupun secara daring tanpa meninggalkan esensi utamanya yakni edukasi kanker kepada masyarakat. Adapun penyelenggara utama terdiri atas YKI cabang DIY yang didukung penuh oleh POI cabang DIY, RSUP DR Sardjito, FKKMK UGM serta Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui dinas-dinas terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Diskominfo.

“Terpilihnya Yogyakarta sebagai penyelenggara di masa pandemi ini juga mempunyai kesan yang sangat mendalam bagi kami sebagai panitia inti, karena semua hanya dapat tercapai dengan diterapkannya filosofi masyarakat Yogyakarta yakni Manunggaling Kawula Gusti yakni menyatunya rakyat dengan penguasa serta manusia dengan kehendak Sang Pencipta, tercermin dari simbol utama Tugu Golong Gilig di pusat kota Yogyakarta, yang selalu memancarkan semangat persatuan dan kegotongroyongan. Kami percaya, tidak ada yang kebetulan dengan pemusatan penyelenggaraan WCD Nasional 2021 di masa pandemi ini di Yogyakarta dengan filosofi masyarakatnya yang sungguh istimewa,” jelasnya.

Dengan semangat kegotongroyongan, semua rangkaian acara dalam rangka Peringatan Hari Kanker Sedunia-WCD Nasional 2021 telah terselenggara sejak awal November 2020 hingga puncaknya di Gedong Pracimaksono, 4 Februari 2021.

Berbagai kegiatan edukasi diadakan melibatkan mulai dari pelajar tingkat SD, SMP, Mahasiswa, para pasien, penyintas, relawan, masyarakat awam, dan juga para tenaga kesehatan dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya. Berbagai kompetisi juga dihelat seperti, Duta Kanker se-DIY untuk tingkat SD, SMP dan SMA, lomba Esai Nasional bagi penyintas kanker dengan tema “Aku dan Kanker” dan lomba Fotografi Nasional untuk seluruh masyarakat bertema “I am and I will”. (Humas Pemda DIY/Antok Wesman-Impessa.id)