Event

Pameran Sang Adiwara Sri Sultan Hamengku Buwono II, Selama Tiga Bulan, Resmi Ditutup

Pameran Sang Adiwara Sri Sultan Hamengku Buwono II, Selama Tiga Bulan, Resmi Ditutup

Pameran Sang Adiwara Sri Sultan Hamengku Buwono II, Selama Tiga Bulan, Resmi Ditutup

Salam Rahayu, Salam Budaya

Impessa.id, Yogyakarta: Pada akhir 2020, Keraton Yogyakarta menyelenggarakan pameran Adhyatmaka dalam rangka Mangayubagya Perayaan Sekaten, mengusung tema Sri Sultan Hamengku Buwono II diberi tajuk “Sang Adiwira”. Pameran tersebut digelar oleh Keraton Yogyakarta selama tiga bulan dengan lokasi di dalam pelataran inti Kedaton.

Pameran Sang Adiwara Sri Sultan Hamengku Buwono II merupakan kali kedua setelah tahun lalu Keraton menyelenggarakan gelaran yang sama di kompleks Pagelaran dan Siti Hinggil dengan berbagai agenda pendukungnya.

Sementara di tahun 2020, penyelenggaraan pameran dibatasi dengan berbagai Protokol Kesehatan dan mengubah segala agenda pendukungnya menjadi daring. Mulai dari pembukaan, pembelian tiket dan souvenir, hingga webinar dilakukan secara daring. Bahkan kunjungan langsung pun diubah secara virtual berupa virtual tour dengan tema-tema khusus. Harapan keraton, meski dalam keterbatasan, masyarakat secara luas dapat menikmati gelaran pameran sekaligus mendapat pengetahuan baru tetang Kebudayaan Yogyakarta.

Pameran Sang Adiwara dengan kisah Sri Sultan Hamengku Buwono II di dalam Pelataran Kedaton Keraton Yogyakarta yang berlangsung sejak 29 Oktober 2020 tersebut secara resmi ditutup pada Minggu, 31/1/2021.

Dalam pada itu, pihak Keraton mengucapkan terimakasih atas kunjungan masyarakat baik langsung maupun virtual. Gusti Kanjeng Ratu Bendara selaku Ketua Panitia Pameran Adhyatmaka mengucapkan, “Terimakasih kepada seluruh pembicara webinar yang telah meluangkan waktu untuk berbagai informasi dan berdikusi secara virtual dengan masyarakat luas. Juga, terimakasih juga disampaikan kepada rekan-rekan media yang mendukung promosi pameran dengan apik dan tetap mengedepankan potokol Kesehatan”.

Gusti Kanjeng Ratu Bendara berharap, pameran yang rencananya diselenggarakan dua kali dalam setahun itu mampu menjadi wadah bagi masyarakat untuk mendapat pengetahuan baru atas Kebudayaan Yogyakarta. “Masyarakat juga diharapkan mampu membangun rasa memiliki atas identitas adiluhung Yogyakarta yang menjadi khazanah warisan budaya dari leluhur. Sekali lagi, terimakasih yang tidak terhingga untuk seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan pameran yang cukup panjang ini,” pungkasnya. (Humas Pemda DIY/Antok Wesman-Impessa.id)