Event

Jagongan Wagen Jumat, 23 Oktober 2020, secara Online Streaming, Menyajikan Pertunjukan Till There Was You oleh Dinar Roos.

Jagongan Wagen Jumat, 23 Oktober 2020, secara Online Streaming, Menyajikan Pertunjukan Till There Was You oleh Dinar Roos.

Jagongan Wagen Jumat, 23 Oktober 2020, secara Online Streaming, Menyajikan Pertunjukan Till There Was You oleh Dinar Roos.

Impessa.id, Yogyakarta: Dinar Roos, penerima Hibah Seni 2020 menampilkan karya terbarunya berjudul “Till There Was You?” pada presentasi Jagongan Wagen edisi Oktober 2020 via Portal YouTube Media PSBK, yang dapat diakses pada Jumat, 23 Oktober 2020, mulai pukul 19:30 WIB. Registrasi penonton di www.psbk.or.id hingga hari H penayangan pukul 17.00 WIB.

Donnie Trisfian, Staf Komunikasi & Kemitraan Media PSBK Padepokan Seni Bagong Kussudiardja menuturkan, melalui karyanya, Dinar Roos membawa kesebuah perbincangan seputar ketabuan, pelabelan, kesenjangan, dan tatapan dikotak-kotakkan. “Perbincangan yang dihadirkan terdengar akrab, menggunakan bahasa sehari-hari yang renyah untuk menguak hal-hal yang dirasa sungkan untuk dibahas. Pertunjukan itu sekaligus membuka tawaran-tawaran dialog atas apa yang seringkali dianggap sebagai seharusnya oleh kebanyakan orang,” ujarnya.

(JW PSBK Oktober 2020 produksi alih media, Till There Was You, fotografer Sito Adhi Anom)

Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) menghadirkan Jagongan Wagen (JW) edisi ke-delapan tahun 2020, dalam format alih wahana digital. Proses fasilitasi ruang kreatif keproduksian alih media dan sajian karya telah terlaksana sejak akhir September di kompleks art center PSBK dengan menyertakan protokol kesehatan penyelenggaraan kegiatan. Penayangan Jagongan Wagen juga disertai adanya Closed Caption bagi audiens dengan difabilitas.

Lebih lanjut Donnie menjelaskan, Terinspirasi dari sebuah judul lagu dari The Beatles, pertunjukan oleh Dinar Roos hadir dengan judul yang sama yaitu Till There Was You. Lagu milik The Beatles tersebut menceritakan seseorang yang menemukan hidupnya lebih berwarna ketika bertemu dengan seseorang lainnya.

“Dalam pertunjukan ini, Dinar menerjemahkan seseorang yang lain itu adalah dirinya sendiri (tokoh Wajah) dalam bentuk pantulan (tokoh Cermin) dan bayangan (tokoh Bayangan). Pembicaraannya dengan pantulan dan bayangannya itu membuatnya kembali memaknai tentang dualitas yang hadir dalam dirinya. Dirinya yang lain yang begitu bertolak belakang. Ia juga kembali memaknai terkait relasi-relasi sederhana yang hadir dalam kehidupan sehari-hari dan kemudian merefleksikannya,” ungkap Donnie.

(JW PSBK Oktober 2020 produksi alih media, Till There Was You, fotografer Sito Adhi Anom)

Menurut Donnie, berbicara dengan diri sendiri bisa jadi menjadi hal biasa bagi setiap orang yang pernah melakukannya. Banyak yang berupa renungan, namun tak sedikit pula yang gerundelan. Dengan cepat laku tersebut didefinisikan sebagai yang domestik, namun jika mau melambat sedikit, ia bisa saja merupakan cerminan dari yang publik.

“Bahwa Adat Mawa Cara (setiap adat punya caranya sendiri-sendiri) tidak pernah punya gagasan membebaskan diri sebagai individu berwenang melakukan apapun sesuai caranya sendiri saja, namun juga menyesuaikan cara yang disepakati sebagai sebuah adat,” imbuh Donnie.

“Cuplikan pembicaran atas ketabuan, pelabelan, kesenjangan, dan tatapan dikotak-kotakkan, yang dipilih Dinar Roos sebagai resapan atas konstruksi suatu masyarakat tentang apa yang selama ini dibentuk dan kemudian membentuk seseorang. Ia menarasikan hal tersebut dengan mengadegankan dialog-dialog yang terbangun di ruang intim, yang diinginkan untuk dibuka dan diperdengarkan ke luar pada waktu yang bersamaan. Suara-suara yang didialogkan terdengar seperti ‘gangguan’ atas apa yang sejak lama diamini, namun ingin ditawar kembali,” pungkas Donnie Trisfian.

(JW PSBK Oktober 2020 produksi alih media, Till There Was You, fotografer Sito Adhi Anom)

Penerima Hibah Seni PSBK Dinar Rooswijayanti lahir di Yogyakarta (1979). Menggeluti seni teater sejak 2012 bersama Teater STEMKA asuhan Landung Simatupang. Kemudian sering turut serta berbagai pementasan teater di Yogya, diantaranya, “Jembatan” sutradara Agnes Cristina, “Ronggolawe Makar” Sutradara Jujuk Prabowo, “Cinta Dalam Sepotong Tahu” disutradarai Agnes Cristina, “Gundala” disutradarai Cicit Kaswami. Selain itu aktif dalam dunia perfilman, beberapa film yang telah dimainkan “Meranti” produksi KOMSOSKAS sutradara Nasarius Sudaryono, “Masih Kecil” Sutradara Faizal Amri dan “Kotak Rindu” Produksi ISI Yogyakarta sutradara Endri Setiawan. Pernah menjadi aktor drama radio di Radio Star Jogja dan Sonora FM. Sehari-hari bekerja sebagai staf di Tepas Pariwisata Karaton Yogyakarta.

Sekilas tentang Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK)

Melanjutkan spirit maestro seni Indonesia Bagong Kussudiardja, PSBK mewujudkan diri sebagai art center dengan misi mendukung pengembangan kreatif seniman dan masyarakat umum untuk terus terhubung pada nilai-nilai seni dan budaya, keberlanjutannya, dan penciptaan nilai-nilai budaya melalui seni.

PSBK yang berada di Dusun Kembaran RT.04-05, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia, hadir sebagai laboratorium kreatif, tempat berkumpul, ruang presentasi karya seniman dari berbagai disiplin. PSBK menghadirkan karya seniman-seniman muda, memfasilitasi riset-riset artistik dan pengembangan profesional, dan merancang program-program untuk meningkatkan community engagement dan pengembangan jaringan melalui kesenian.

Jagongan Wagen merupakan sebuah acara ikonik PSBK sejak 2007 yang menampilkan serangkaian karya pertunjukan baru dan inovatif oleh seniman tari, musik, teater, dan multi-media. Gagasan karya-karya tersebut   dikuratori dan diproduksi setiap bulan di kompleks art-center PSBK (kecuali Januari dan Ramadhan). Platform itu memfasilitasi seniman dan audiens dalam pertukaran kreatif yang memicu kepekaan rasa dalam lingkungan ruang pertunjukan yang ramah.

Hibah Seni merupakan program fasilitasi seniman Indonesia untuk mempersembahkan karya pertunjukan terbarunya secara perdana di platform presentasi seni pertunjukan Jagongan Wagen. Fasilitasi Hibah Seni PSBK meliputi akses studio penciptaan, perlengkapan artistik panggung, publikasi dan dokumentasi, dan dukungan finansial sebagai dukungan pada upaya seniman membagi gagasannya kepada publik.

Kemitraan PSBK dan Bakti Budaya Djarum Foundation telah terbangun lebih dari satu dekade yang disatukan oleh konsistensi kiprah masing-masing dalam mendukung pelestarian budaya. Komitmen keduanya dituangkan dalam investasi bersama dalam fasilitasi riset artistik, pengembangan professional dan perancangan program community engagement di lingkungan art centre PSBK, Yogyakarta.

Masa transformasi digital menjadi periode penting bagi kemitraan dua lembaga tersebut yang ditandai dengan peningkatan kolaborasi kerja platform digital masing-masing sebagai ruang seni baru. Salah satunya dengan alih wahana dan alih media Jagongan Wagen di Indonesia Kaya; sebuah inovasi media digital yang mewadahi kekayaan budaya Indonesia. (Donnie Trisfian-Media PSBK/Antok Wesman-Impessa.id)