Ekonomi-Bisnis

Sultan Hamengku Buwono X Diagendakan Membuka Resmi Pameran Furnitur Internasional JIFFINA Di Gedung JEC, Sabtu, 14 Maret 2020.

Sultan Hamengku Buwono X Diagendakan Membuka Resmi Pameran Furnitur Internasional JIFFINA Di Gedung JEC, Sabtu, 14 Maret 2020.

Sultan Hamengku Buwono X Diagendakan Membuka Resmi Pameran Furnitur Internasional JIFFINA Di Gedung JEC, Sabtu, 14 Maret 2020.

Impessa.id, Yogyakarta : Kunjungan kenegaraan Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima ke empat kota di Indonesia, masing-masing ke Yogyakarta, Jakarta, Danau Toba-Sumatera Utara dan Palangka Raya-Kalimantan Tengah, telah membuktikan ke dunia luas bahwa Yogyakarta khususnya dan Indonesia pada umumnya aman untuk dikunjungi, meski isu merebaknya Covid-19 menjadi trending topik pemberitaan di seluruh dunia.

Sedikitnya 1200 visitors dan buyers dari 48 negara, termasuk dua negara baru yakni Uganda dan Bulgaria, telah mendaftarkan diri secara on-line dan menyatakan siap hadir di Jogja International Furniture Fair Indonesia -JIFFINA yang digelar di Gedung Jogja Expo Center -JEC Yogyakarta, pada 14-17 Maret 2020 oleh Forum Jiffina Jawa-Bali.

Pihak panitia optimis mentargetkan jumlah visitor dan buyer mencapai 4500 dikarenakan JIFFINA menjadi event satu-satunya di Indonesia yang memang sudah ditunggu-tunggu oleh para pemain industri furnitur dan kerajinan, di banyak negara. Target transaksi di JIFFINA 2020 sebesar 80-juta US Dollar untuk On The Spot serta 160-juta US Dollar untuk Folow-Uper, artinya yang ditindaklanjuti. Catatan tahun sebelumnya, pameran Jiffina ke-4, 13-16 Maret 2019, di Gedung JEC Yogyakarta, menampilkan 300 peserta, dihadiri oleh 4025 buyers dari 64 negara, berhasil melakukan transaksi lebih dari 76-juta US Dollar.

JIFFINA 2020 merupakan bagian dari Asia International Furniture Show Circle, yakni MIFF Malaysia 6-9 Maret 2020, JIFFINA Yogyakarta, 14-17 Maret 2020, Philippines 12-14 Maret 2020, TIFF THailand 8-10 Maret 2020, IFEX Jakarta 12-15 Maret 2020, CIFF China 14-21 Maret 2020, EFE Malaysia 9-12 Maret 2020, IFFS Singapore 9-12 Maret 2020 dan VIFA Expo Vietnam 6-9 Maret 2020.

Sehubungan dengan maraknya berita Covid-19, maka dari negara-negara tersebut yang tercatat di dalam Asia International Furniture Show Circle, banyak diantaranya menunda penyelenggaraannya dan hanya tiga negara yang tetap menggelar pameran sesuai jadwal, yakni, Thailand, Phillippines dan Indonesia, dalam hal ini JIFFINA di Yogyakarta.

Ketua Panitia JIFFINA 2020, Endro Wardoyo yang didampingi Dr Timbul Raharjo selaku Ketua Forum JIFFINA Jawa-Bali dan jajaran pimpinan divisi, bersamaan dengan acara Tumpengan disertai doa agar pelaksanaannya berjalan lancar dan sukses, menuturkan, “Kekosongan pasar furnitur dunia, karena produsen terbesar China yang menguasai pangsa pasar global sebesar 30% dari 112-Milyar US Dollar, sudah tiga bulan menghentikan aktivitas bisnis furnitur-nya, menjadikan banyak buyer dari Amerika Serikat dan Uni Eropa kesulitan memperoleh stok barang, sehingga ketika Indonesia tetap menggelar Pameran Furnitur, mereka lantas mengalihkannya ke Indonesia, terlebih Indonesia relatif aman dan sudah siap mengantisipasi berbagai kemungkinan yang muncul,” ujarnya.

Dikatakan, kehadiran JIFFINA sebagai penyelamat banyak IKM - Industri Kecil-Menengah furnitur dan kerajinan di Jawa-Bali, untuk memasarkan produk-produk mereka, disaat kondisi tidak menentu, akibat wabah Covid-19, sehingga keberlangsungan JIFFINA dirasa sangat penting bagi keberlangsungan para perajin dan pengusaha furnitur dan kerajinan di Tanah Air.

Pemerintah Indonesia tidak mengeluarkan Travel Warning bagi warga negara asing yang akan masuk ke Indonesia menghadiri JIFFINA di Yogyakarta, namun menghimbau kepada warga negara dari tiga negara masing-masing, Italia, Iran dan Korea Selatan, jika berkunjung ke Indonesia akan melalui proses screening yang ketat sesuai protokol yang telah ditetapkan, dan harus bisa menunjukkan Surat Keterangan Sehat secara resmi dari negara mereka ketika memasuki wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia -NKRI.

Berkaitan dengan isu tersebut pihak panitia JIFFINA memberitahukan bahwa masyarakat tidak perlu kawatir dengan kedatangan visitor dan buyer dari mancanegara itu, karena setelah melewati Gerbang Masuk Bandara Internasional, maka mereka telah dinyatakan sehat. Meskipun demikian pihak panitia juga telah mempersiapkan masker teruntuk pengunjung yang diindikasi terkena batuk maupun flu, juga di berbagai titik tempat berkumpulnya banyak orang telah disediakan Hand Sanitizer.

Selama ini besaran ekspor furnitur dan kerajinan Indonesia dalam posisi stagnan, tak bergeming di angka 1,7 Milyar US Dollar, sehingga diharapkan kesempatan mengisi kekosongan pasar furnitur dunia setidaknya bisa diisi dengan furnitur Indonesia, lewat pameran furnitur JIFFINA di Yogyakarta yang menurut rencana dibuka secara resmi pada Sabtu sore, 14 Maret 2020, oleh Menteri Perindustrian, Menteri Koperasi dan UKM serta Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X.

Beberapa acara pendamping selama Pameran JIFFINA berlangsung, diantaranya, Business Briefing, pertemuan antara pemerintah dalam hal ini dua kementerian yaitu Kementerian Perindustrian dan Kementerian Koperasi dan UKM, dengan seluruh pelaku eksportir terbesar furnitur di Tanah Air mencari jalan keluar agar nilai ekspor furnitur Indonesia meningkat lagi, tidak hanya stag di 1,7 Mliyar US Dollar saja, tetapi menjadi dua kali lipatnya di tahun 2024, digelar pada 14 Maret 2020.

Kemudian pada Minggu, 15 Maret 2020, dihelat Forum Perdagangan Internasional mengenai “Penguatan IKM Dalam Menaikkan Ekspor Indonesia”, menghadirkan pembicara Hasyim Joyohadikusumo dan Rudi Halim, pelaku besar eksportir Indonesia dengan omsetnya sudah diatas satu-trilyun rupiah per-tahun, agar mereka juga bisa menyemangati para perajin IKM. Sedangkan Workshop bersama Komunitas Hobby Kayu dari seluruh Nusantara, digelar pada Senin, 16 Maret 2020.

Acara Gathering Night and JIFFINA Awards berlangsung Senin, 16 Maret 2020, santap malam para exhibitior dan pemberian penghargaan dari Komite JIFFINA diberikan kepada Stand Terbaik, Produk Terbaik dan seluruh peserta pameran. Untuk Closing Ceremony berlangsung pada Selasa sore, 17 Maret 2020, secara sederhana dengan memaparkan capaian target, dan kondisi-kondisi riil yang ada selama pameran digelar.

Pameran JIFFINA Yogyakarta menawarkan spesial program kepada buyer selain Factory Visit melihat langsung produksi di pabriknya, juga Tour ke Candi Prambanan dan Lava Tour Gunung Merapi. (Antok Wesman-Impessa.id)