Feature

Nikah Bareng Gerbang Banyu Langit, Di Hari Musik Nasional dan Jogja Heboh, Harmoni Cinta Untuk Indonesia Maju.

Nikah Bareng Gerbang Banyu Langit, Di Hari Musik Nasional dan Jogja Heboh, Harmoni Cinta Untuk Indonesia Maju.

Nikah Bareng Gerbang Banyu Langit, Di Hari Musik Nasional dan Jogja Heboh, Harmoni Cinta Untuk Indonesia Maju.

Impessa.id, Yogyakarta : Merebaknya wabah virus corona Covid-19, berdampak pula terhadap kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Untuk mendongkrak kunjungan wisatawan sekaligus mengkampanyekan bahwa Jogja Aman dan Siap Dikunjungi, Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta dan Fortais -Forum Ta’aruf Indonesia Sewon Bantul DIY, bersinergi dengan Jogja Heboh, Taman Wisata Keluarga Gerbang Banyu Langit, puluhan Make Up Artist -MUA menghelat Nikah Bareng Gerbang Banyu Langit yang terletak di tepian Sungai Opak, sebagai rangkaian pertama dari Nikah Bareng The Series Pertama di Indonesia bahkan di Dunia. Nikah Bareng Gerbang Banyu Langit sekaligus memperingati Hari Musik Nasional 9 Maret, serta memeriahkan gelaran Jogja Heboh.

Ditengah rintikan gerimis hujan sebagai pertanda keberkahanNya, pada Kamis (5/3/2020) ratusan masyarakat mengikut prosesi Kirab Manten Musik Indonesia diawali oleh pasukan Bergodo Banyu Langit, Prajurit Putri, Dimas Diajeng Bantul, Putri Musik (icon), tiga pasang pengantin, puluhan MUA -make up artist, anak-anak Taman Kanak-kanak dan Paguyuban Lapak GBL. Kirab menyusuri jalanan kampung diiringi musik khas Bergodo menuju tempat Akad Nikah di Taman Wisata Keluarga Gerbang Banyu Langit disaksikan warga yang memadati sepanjang rute arak-arakan.

Sesampainya di Gerbang Banyu Langit yang bertingkat tiga, dengan ketinggian kurang lebih 15 meter, prosesi diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Sambutan Panitia, Sambutan Wakil Bupati Bantul dan Kepala Dinas Sosial DIY selanjutnya secara bersama-sama tamu VIP memainkan alat musik Angklung diikuti puluhan siswa Sekolah Dasar, penanda dibukanya acara Nikah Bareng The Series tersebut. Hadir pada kesempatan itu Forkominda DIY, Forkomind Kabupaten Bantul, dan Muspika Piyungan. Sebelum prosesi ijab qobul ke-tiga pasangan mempelai, sebanyak 60 siswa SD Bintaran Piyungan menyayikan lagu “Cinta Luar Biasa” dan “Gerbang Banyu Langit” untuk memulai Nikah Bareng tersebut, dipandu oleh Kepala Kantor Urusan Agama -KUA Piyungan Drs Ari Iswanto dan Saifudin SHI, diawali kutbah oleh KH Kombes Purn Imam Sabarno dengan saksi nikah, Wakil Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih, Kepala Dinas Sosial DIY Drs Untung Sukaryadi MM dan Ketua Fortais & Nikah Bareng Nasional RM Ryan Budi Nuryanto SE.

Ketua Pelaksana Golek Garwo & Nikah Bareng Nasional RM Ryan Budi Nuryanto menuturkan, “Nikah Bareng ini unik karena selain tempatnya luar biasa dan mas kawin seperangkat Alat Sholat dan Alat Musik Ukulele, dimana usai do’a diwarnai dengan lagu Gerbang Banyu Langit,” tuturnya.

Proses Akad Nikah dilakukan bergantian dengan tiga tempat unik di kawasan Taman Keluarga Gerbang Banyu Langit, Piyungan-Bantul, dan pasangan pengantin masing-masing, Wisnu Budi Cokro Nugroho (23 th), Jejaka, dari Seyegan, Sleman, DIY dan Inna Hastarin (24 th), Perawan, dari Ambarketawang, Sleman, DIY (menikah di ayunan pinggir sungai, yang saat itu banjir karena semalaman hujan lebat). Kemudian Muhammad Tauhid (46 th), Duda, dari Imogiri, Bantul, DIY dan Darminah (47 th), Janda, dari Boyolali, Jawa Tengah (menikah di Gerbang Banyu Langit dengan ketinggian 15 meter), serta Yuli Widodo (46 th), Duda, dari Baciro, Jogja dan Astuti Atun (41 th), Gadis, dari Saptosari, Gunung Kidul, DIY (menikah di kolam terapi ikan sambil digigit oleh ikan).

Acara Nikah Bareng terbuka untuk umum secara nasional dan biaya gratis, full fasilitas mulai dari Biaya Nikah, Mahar Unik, Cincin Kawin Tematik, Rias-Baju Pengantin, Dokumentasi,Iijab Unik, Pesta Kerakyatan, hingga Bulan Madu Di Hotel Berbintang sumbangan dari Persatuan Hotel dan Restaurant Indonesia -PHRI DIY. Ryan Budi Nuryanto menambahkan, “Melalui pernikahan tersebut dapat pula tertanam rasa kebangsaan untuk cinta terhadap NKRI, Negara Kesatuan republik Indonesia, sekaligus melakukan restorasi sosial menjadikan budaya sebagai perekat bangsa. Hal ini yang nantinya oleh para pasangan dapat di-implementasikan, diamalkan dan dipraktikan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Inilah saatnya pembentukan keluarga baru yang nantinya meneruskan ke generasi berikutnya, mereka akan mendidik anak-anaknya dengan Pancasila dan budaya bangsa yang adi luhung, sehingga pernikahan itu membawa misi reliji, sosial, budaya, nasionalisme, ekonomi kerakyatan dan destinasi wisata DIY”.

“Kami berharap masyarakat akan lebih mencintai musik nasional dan menjadikan musik sebagai bagian dalam mengarungi rumah tangga dengan nada-nada cinta dan kasih sayang. Selain itu juga dapat meningkatkan perekonomian rakyat dari sektor pariwisata,” imbuh Ryan.

Panitia Nikah Bareng masih membuka bagi pasangan yang akan mengikuti Nikah Bareng The Series, pada bulan April dan Mei di destinasi wisata lain di DIY, dengan menghubungi 081 579 08 232 (Ryan) atau Dinas Sosial DIY. Bagi yang masih Jomblo dapat ikuti acara Golek Garwo atau Kontak Jodoh di Kecamatan Sewon Bantul pada tanggal 5 April dan 3 Mei 2020 pukul 09.00 WIB. (Ryan BN/Antok Wesman-Impessa.id)