Feature

Kampanye Jogja Aman dan Siap Dikunjungi, Di Desa Wisata Nglanggeran Hingga Mangunan

Kampanye Jogja Aman dan Siap Dikunjungi, Di Desa Wisata Nglanggeran Hingga Mangunan

Kampanye Jogja Aman dan Siap Dikunjungi, Di Desa Wisata Nglanggeran Hingga Mangunan

Impessa.id, Yogyakarta : Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta menerbitkan edaran Jogja Aman dan Siap Dikunjungi serta Pencegahan Infeksi Virus Corona melalui tujuh langkah sebagai berikut;  

  1. Gunakan masker bila batuk atau tutup mulut dengan lengan atas bagian dalam.
  2. Pastikan selalu bersih dan higienitas fasilitas lingkungan kawasan wisata.
  3. Pastikan selalu tersedia fasilitas untuk cuci tangan dengan sabun antiseptik atau cairan hand sanitizer,  pada ruang publik, khususnya area toilet dan kuliner.
  4. Pastikan melakukan pembersihan secara berkala pada fasilitas umum yang sering tersentuh tangan misalnya, meja-kursi, pegangan pintu, railing tangga, tombol lift.
  5. Bila demam dan sesak nafas, segera ke fasilitas kesehatan.
  6. Ciptakan suasana kondusif dan meningkatkan kepedulian dalam pengendalian penularan Virus Corona.
  7. Koordinasikan ke Rumah Sakit rujukan, RS Sardjito dan RS Panembahan Senopati Bantul, atau Hotline 0274-555 585

Berikut Hotline pelayanan Corona Virus RSUP Dr Sardjito ke nomor: 0856 4329 8698 atas nama Chairul Bariyah SKep dan ke nomor: 0812 275 8680 atas nama Sri Purwaningsih SKep.

Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta Singgih Raharjo pada Sabtu (7/3/2020) secara estafet memasang Brosur Jogja Aman dan Siap Dikunjungi serta Pencegahan Infeksi Virus Corona, di tiga lokasi di Nglanggeran, yakni di Embung Nglanggeran bersamaan dengan pembukaan Gunung Kidul Tourism Festival 2020, kemudian di Homestay Pawon Purba Nglanggeran dan di Griya Coklat Nglanggeran bareng dengan peluncuran e-money Qris oleh Bank Indonesia. Usai meresmikan Glamour Camping - GlamCamp Kedung Kandang Nglanggeran, Kadispar DIY melanjutkan perjalanan menuju Desa Wisata Mangunan berjumpa dengan segenap pengelola destinasi wisata setempat di Bukit Lintang Sewu.

Saat berada di homestay Nglanggeran, kepada Impessa.id Singgih Raharjo menuturkan bahwa homestay tersebut siap menerima kunjungan tamu. “Saya melihat homestay ini sangat bagus, toiletnya bersih, disetiap ruang tersedia hand sanitizer dan tempat cuci tangan dilengkapi sabun cair dan kertas tisu, siap menerima wisatawan dalam arti sangat bagus untuk mengantisipasi persebaran virus corona. Saya kira Nglanggeran telah siap menerima kunjungan wisatawan,” aku Singgih Raharjo.

Homestay di Nglanggeran dengan view yang mentakjubkan, perbukitan hijau Gunung Api Purba, tarifnya seperti yang diungkapkan Triono, pengelola wisata, sebesar 150-ribu rupiah per-orang/per-malam, dengan fasilitas makan dua kali masakan rumah setempat ala kuliner desa, plus tiket masuk ke Gunung Api Purba. Tersedia pula paket keliling Nglanggeran, menyaksikan Sunset di Buk Nglanggeran dan Sunrise setelah Subuh di Kampung Pitu, Puncak Timur Gunung Api Purba Nglanggeran. Harga Paket keliling desa tersebut 300-ribu rupiah per-orang.

Sejak pagi hari Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo telah bertemu dengan tokoh-tokoh antara lain Deputy Bank Indonesia Rosmaya Hadi, Hilman Tisnawan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Perwakilan dari Bank BPD DIY, Bupati dan Wakil Bupati Gunung Kidul, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Kidul, yang telah memberikan perhatian besar kepada perkembangan pariwisata sebagai bukti bahwa pariwisata menjadi perhatian dan menjadi leading sektor perekonomian di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam sambutan peresmian Glam-Camp Kadung Kandang Nglanggeran, Kadispar DIY mengatakan, “Kalau dunia pariwisata hanya dibebankan kepada Dinas Pariwisata, kami tidak mampu, untuk itu kami mengajak semua komponen, baik itu pemerintah, akademisi, bisnis, masyarakat, untuk bersama-sama berkolaborasi bersinergi untuk memajukan pariwisata DIY. Pariwisata di DIY telah menyumbang PAD - Pendapatan Aseli Daerah, dari masing-masing kabupaten-kota, yang menunjukkan sektor pariwisata menjadi sektor yang diunggulkan untuk menjadi penggerak ekonomi di Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujar Singgih Raharjo.

Dalam kesempatan itu Singgih Raharjo mengucapkan terimakasih kepada pihak Bank Indonesia yang telah memberikan pendampingan, memberikan bantuan, kepada Desa Wisata Nglanggeran, yang merupakan salah satu dari 124 Desa Wisata yang ada di DIY. “Ini menunjukkan bahwa sinergi itu ada, tidak hanya di kertas, dan tidak hanya untuk seremonial, tetapi inilah bukti nyata kolaborasi dan sinergi itu ada. Kami berharap apa yang telah dilakukan oleh Bank Indonesia akan diikuti oleh industri yang lain, akan diikuti oleh stake-holder yang lain, untuk bersama-sama membangun pariwisata di Nglanggeran,” jelasnya.

Keikutsertaan pihak Bank Indonesia membantu berdirinya Glam-Camp di Desa Wisata Nglanggeran akan menaikkan kelas karena sasaran wisatawan adalah middle-up, kelas menengah ke atas, sebagai komitmen bersama antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi, Pemerintah Kabupaten, Industri, dan Masyarakat. “Desa Wisata pada umumnya di Daerah Istimewa Yogyakarta, berbasis pada Community based, tidak ada investor masuk di Desa Wisata, karena kemudian ini bisa dinikmati sampai kemana-mana di desa ini, semua komponen masyarakat kemudian bisa menikmati, hadirnya pariwisata untuk kesejahteraan masyarakat,” imbuh Singgih Raharjo lebih lanjut.

Sementara itu, melalui Impessa.id, Wakil Bupati Gunung Kidul Immawan Wahyudi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bank Indonesia, serta pihak terkait lainnya yang telah memberdayakan pariwisata secara optimal, “Inshaa Allah akan menghasilkan devisa secara optimal juga, jadi pertumbuhan ekonomi akan sangat ditopang oleh kemajuan industri pariwisata. Industri pariwisata itu ibaratnya langkah-langkah kuda, untuk mencapai suatu kesejahteraan ekonomi, pariwisata itu hampir tidak ada titik ruginya, semakin besar infrastruktur yang dibangun, semakin besar juga perolehan kemajuan ekonominya,” ungkap Immawan Wahyudi.

Menurut Immawan Wahyudi, Retribusi Daerah di tahun 2017 sebesar 27 milyar rupiah, itu yang bisa dinikmati oleh masyarakat antara 6 sampai 7 kali, ternyata di koreksi oleh Menteri Pariwisata Yahya yang mengatakan itu bisa mencapai 10 kali lipat, jadi kalau yang bisa direkrut dari retribusi 10-ribuan di destinasi wisata itu sampai 27 milyar, yang langsung ke masyarakat dinikmati itu bisa sampai 270 milyar rupiah, sangat tinggi, sangat dinamis untuk kemajuan ekonomi. “Oleh karena itu kalau pemberdayaan kepada dunia pariwisata optimal, maka inshaa Allah juga sebagai penanggulangan kemiskinan, kemudian meningkatnya devisa, kemudian menurunnya pengangguran, multi efeknya itu akan besar sekali. Suatu upaya mewujudkan kemajuan pariwisata Gunung Kidul sebagai daerah tujuan wisata unggulan berbasis budaya, untuk mewujudkan masyarakat maju, mandiri, sejahtera lahir-batin,” jelasnya.

Deputy Bank Indonesia Rosmaya Hadi ketika dikonfirmasi Impessa.id berkaitan dengan komitmen Bank Indonesia terllibat di sektor pariwisata menuturkan, “Kami lihat bagaimana pemerintah DIY sudah mempersiapkan sedemikian rupa tentang kebersihan, kampanye bersih kepada semua masyarakat termasuk kepada diri sendiri dan keluarga, dalam memerangi Corona Virus, itu sangat baik. Saya melihatnya dan fakta memang adanya bahwa Jogja sudah siap untuk dikunjungi, karena memang betul-betul merupakan Kota Pariwisata yang patut kita kunjungi dan tidak boleh dilewatkan karena keindahannya, dan juga karena enaknya makanannya, dan keramahan masyarakatnya,” aku Ibu Maya.

Bank Indonesia dalam rangka berkontribusi nyata dalam perekonomian ini ikut serta di sektor riil dalam rangka betul-betul menumbuhkan pariwisata kemudian juga untuk menemukan sumber pertumbuhan ekonomi baru antara lain, coklat yang kini menjadi produk primadona Gunung Kidul sebagai upaya-upaya yang bisa dilakukan disektor tersebut. (Antok Wesman-Impessa.id)