David Foster Tampil Di Batik Music Festival Candi Prambanan-Indonesia, Sabtu, 5 Oktober 2019
Impessa.id, Yogyakarta, 4 September 2019 – Pada 2 Oktober 2009, batik sebagai salah satu warisan budaya nenek moyang bangsa Indonesia ditetapkan oleh UNESCO sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity, atau Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Non Bendawi Manusia. Sejak saat itu dalam setiap tahunnya, 2 Oktober selalu diperingati oleh masyarakat Indonesia sebagai Hari Batik Nasional.
Untuk memperingati Hari Batik tersebut, Rajawali Indonesia bersama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko menginisiasi sebuah gelaran bernama Batik Music Festival (BMF). Festival bertaraf internasional pada Sabtu (5/9/2019) di Komplek Candi Prambanan yang dipastikan dihadiri sedikitnya enam ribu penonton dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara, mengingat tiket nyaris habis.

CEO Rajawali Indonesia sekaligus founder Batik Music Festival, Anas Syahrul Alimi saat Press Conference di D’Monaco Artisan of Culinary, Sariharjo-Ngaglik-Sleman, Jum’at malam ( 04/10/19), menuturkan, persiapannya dilakukan sejak jauh-jauh hari. “Alhasil festival ini bisa dinikmati secara langsung oleh masyarakat Indonesia. Ini merupakan sebuah pesta besar yang perlu dirayakan bersama, sebab Batik sebagai salah satu warisan budaya nenek moyang Nusantara masih bisa terjaga dan dilestarikan hingga kini, sampai-sampai mendapat pengakuan dan apresiasi yang sangat tinggi dari kalangan masyarakat di negara lain,” ujarnya.
Menurut Anas, dalam Batik Music Festival masyarakat bisa menyaksikan bagaimana megahnya proses kolaborasi dari tiga mahakarya, yaitu Batik, Candi Prambanan dan Musik, yang disuguhkan bersamaan. “Hal ini menjadi momen yang tak terlupakan, serta menjadi cerita tersendiri secara turun temurun dikisahkan kepada generasi selanjutnya. Maka tak heran sejak pertama kali festival ini diumumkan, antusias publik sangat tinggi.

“Festival ini merupakan sebuah bentuk apresiasi nyata akan warisan nenek moyang masih terjaga sampai sekarang, yaitu Batik. Batik memang kesohor ke banyak negeri di dunia, namun dengan kolaborasi dari tiga mahakarya menjadi cara yang sangat tepat untuk mempromosikan Batik secara lebih luas lagi, melalui gelaran musik. Alhamdulillah Batik Music Festival siap kami selenggarakan besok,” ungkap Anas.
Tak main-main, untuk membuat batik menjadi lebih “mendunia”, pihak Rajawali Indonesia menyuguhkan penampiilan terbaik dari musisi dunia dan Indonesia. David Foster, Kenny “Babyface” Edmonds, Katharine McPhee, Pia Toscano, Yuna dan Nick Zavior berkolaborasi bersama dalam satu panggung. Kemudian, Yovie Widianto, Kahitna, BCL, Raisa, Marcell, Rio Febrian, 5 Romeo dan Arsy Widianto melakukan hal yang sama.

“Untuk Batik Music Festival kami membagi menjadi dua area panggung, yaitu panggung Festival Show menampilkan artis-artis nasional, sementara untuk internasional artis ditampilkan di panggung Special Show. Yang menariknya seluruh pihak yang terlibat wajib mengenakan Batik. Mulai dari artis, panitia dan penonton wajib mengenakan batik, karena ini adalah momen sangat besar untuk merayakan Batik. Seluruh artis, baik yang internasional maupun nasional, juga mengenakan rancangan para pengrajin batik dari Yogyakarta,” jelas Anas.
Direktur Utama Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko, Edy Setijono selaku Co Promotor Batik Music Festival menjelaskan, musik adalah suatu cara yang paling cair untuk lebih memperkenalkan warisan budaya yang dimiliki bangsa kepada cakupan masyarakat yang lebih luas. Edy berpendapat, secara tidak disadari, musik telah menggiring masyarakat untuk belajar dan memahami lebih dalam tentang adanya batik dan situs bersejarah yang harus mereka banggakan. Masyarakat tidak hanya terhibur, namun juga mendapat nilai edukasi yang tinggi.

“Mungkin ini menjadi momen pertama di mana Candi Prambanan diserbu ribuan orang yang memakai batik. Suatu hal yang sangat membanggakan, karena masyarakat masih sangat peduli akan warisan budaya yang diwariskan oleh nenek moyangnya. Semoga festival ini menjadi suara yang indah dan terdengar oleh masyarakat dunia, sehingga mereka pun bisa lebih tertarik lagi untuk mengenal bangsa Indonesia,” jelas Edy.
Gelaran Batik Music Festival adalah bentuk nyata dari Sinergi BUMN untuk mendukung segala hal positif yang dilakukan oleh masyarakat. Tak heran jika Jasa Raharja Putera, Bank BRI, Bank BTN, Garuda Indonesia, Semen Indonesia, Jasa Marga, Pupuk Indonesia dan Pelindo III menjadi bagian yang mendukung penuh untuk penyelenggaraan festival musik yang direncanakan menjadi gelaran rutin setiap tahun.

Direktur Utama PT Melon Indonesia by Telkom Indonesia, Dedi Suherman menambahkan, tiketapasaja.com didaulat menjadi official ticket partner untuk gelaran Batik Music Festival. Pihaknya telah berhasil menjual ribuan tiket secara online. “Banyak sekali masyarakat yang sudah membeli tiket untuk penyelenggaraan Batik Music Festival. Calon penonton yang belum memesan tiket secara online, kami masih melakukan penjualan tiket on the spot saat hari H mulai pukul 10.00 WIB. Kami berharap festival ini menjadi momen perayaan yang sangat berharga dan menimbulkan efek candu bagi masyarakat untuk menjadi bagian di dalamnya setiap tahunnya,” pungkas Dedi. (Tim.Humas BMF/Antok Wesman)

