Pameran Koleksi Permanen PSBK Yogyakarta, UNIDENTIFIED BOX, 26 Juni Hingga 26 September 2026
Impessa.id, Yogyakarta, Indonesia, Juni 2026: Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) menggelar pameran koleksi permanen bertajuk UNIDENTIFIED BOX, Speculative Conservation: AI and the Artistic Archive of Bagong Kussudiardja. Pameran ini menampilkan puluhan sketsa karya Bagong Kussudiardja dari tahun 50-an hingga 90-an. Dibuka pada Jumat, 26 Juni, pameran koleksi permanen ini berlangsung hingga 26 September 2026 di Gedung Damarwulan, PSBK Kembaran, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Doni Maulistya selaku Co Director Yayasan PSBK, yang akrab disapa Aul, disela-sela pameran menuturkan, “Puluhan karya Bagong Kussudiardja yang ditampilkan di pameran UNIDENTIFIED BOX bukanlah karya yang sempurna. Sebagian besar telah mengalami degradasi akibat penuaan material dan serangan rayap maupun jamur. Karya-karya tersebut ditemukan di antara tumpukan arsip PSBK dalam kondisi belum teridentifikasi dan belum tercatat dalam katalog. Namun di balik kerentanannya, setiap goresan sketsa merekam proses seorang seniman yang senantiasa bereksperimen dengan bentuk, gerak, dan ekspresi. Sketsa-sketsa ini memperlihatkan pencarian Bagong Kussudiardja akan keseimbangan antara kecepatan dan ketepatan dengan kedalaman makna dan rasa yang terkandung di dalamnya”.


Lebih lanjut Aul menjelaskan bahwa besarnya sumber daya yang dibutuhkan untuk melakukan konservasi karya seni rupa mendorong PSBK untuk mengupayakan cara-cara kreatif agar tetap bisa memberikan akses kepada masyarakat terhadap warisan Bagong Kussudiardja tersebut. Memanfaatkan teknologi machine learning (ML) dan rekonstruksi visual berbasis AI, karya-karya tersebut diinterpretasi ulang. Hasilnya berupa prediksi terbaik berbasis data yang telah disediakan melalui perekaman digital, penyusunan dataset, dan eksperimen komputasional.
“Praktik ini dipahami sebagai bentuk konservasi spekulatif, yaitu sebuah upaya merawat warisan budaya melalui eksplorasi kemungkinan dengan imajinasi dan desain kritis. Memosisikan karya-karya yang rusak bukan sebagai objek masa lalu yang pasif, melainkan sebagai subjek yang terus memproduksi pengetahuan, memantik interpretasi baru, dan memperluas kemungkinan keterlibatan publik di masa kini maupun masa depan,”ujarnya.


“Di sisi lain, integrasi machine learning ke dalam praktik konservasi menghadirkan kompleksitas dan persoalan etis soal kemajuan teknologi, praktik pelestarian budaya, dan juga otoritas manusia. Diskusi soal persoalan-persoalan itulah yang berusaha dipantik melalui pameran UNIDENTIFIED BOX ini,” ungkap Aul.
Sebagai sebuah yayasan yang mengelola warisan Bagong Kussudiardja, baik berupa karya maupun nilai dan visi artistiknya, PSBK berkomitmen untuk terus menyediakan akses seni bagi masyarakat luas. Tidak hanya menyediakan ruang untuk berbagai kegiatan seni dan mengelola program yang berdampak positif pada ekosistem seni budaya Indonesia, tetapi juga menjadi penghubung antara seni-seniman-masyarakat. Salah satunya melalui program aktivasi koleksi permanen sebagai wujud keseriusan PSBK untuk membuka akses terhadap pengetahuan melalui koleksi karya seni rupa Bagong Kussudiardja.


Tiga Generasi Tampil di Panggung Diponegoro
Dalam pameran UNIDENTIFIED BOX, PSBK dan Pusat Latihan Tari Bagong Kussudiardja (PLTBK) bekerja sama menghidupkan panggung pertunjukan Pendopo Diponegoro. Pada 26 Juni, siswa-siswi yang terdiri dari kelompok anak-anak, remaja putra-putri dan senior akan tampil bergantian membawakan tiga tarian karya Bagong Kussudiardja dan PLT BK yaitu Tari Domba, Tari Yapong, dan Tari Badui.
Pada 27 Juni 2026, Mahasiswa Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta akan tampil membawakan Tari Senyum Indonesia produksi PLT BK setelah sebelumnya mereka telah menjalani proses magang selama satu bulan. Tari senyum Indonesia merupakan tari Garapan baru yang menggambarkan keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.


Workshop Kreatif dan Ruang nJagong di Selatan
Selain pertunjukan, PSBK juga berkolaborasi dengan komunitas seni dan UMKM. Pada 28 Juni, akan ada workshop membuat wayang dari barang bekas oleh Komunitas Wayang Merdeka. Wayang Merdeka adalah komunitas yang bergerak dalam pengenalan budaya wayang, pembuatan wayang dan pertunjukan.
PSBK juga mengajak UMKM untuk bergabung di Ruang nJagong yang hadir dengan durasi lebih sering mulai dari 26-28 Juni. Pekan pertama Ruang nJagong di Selatan akan dimulai bersama Bons Fabriek, Yamie Bang Doel, Purel Pudding Jogja, Es Puter Pak Man, Paoway Bakpao, Mujamuuju dan Mia-Mia Goods. Selain itu, PSBK juga bekerja sama dengan PastiKlola, start-up pengelolaan sampah dalam pengumpulan kemasan plastik sebagai bentuk donasi yang dapat disumbangkan oleh para pengunjung.


Tentang PSBK
Melanjutkan spirit Bagong Kussudiardja, PSBK menyelaraskan visi misi sebagai pusat seni berbasis tempat (venue-based art center). Evolusi ini dapat terwujud lewat penyempurnaan rencana induk desain kawasan pada 2024. PSBK berupaya untuk mewujudkan misi Lembaga untuk menjaga kualitas dan aksesibilitas ruang seni untuk pengembangan hubungan seni, seniman, dan masyarakat dengan kekuatan presentasi, literasi, perekaman dan dokumentasi, serta konservasi. Dengan kekuatan tersebut dan praktik manajemen profesional, PSBK meneguhkan posisi sebagai pusat pengetahuan (resource center) yang berkontribusi pada ekosistem seni global, menciptakan dampak pada kualitas SDM seni maupun non-seni, serta terus menjaga relevansi seni sebagai kebutuhan hidup. (Feature of Impessa.id by Tim Media PSBK-Antok Wesman)

