Forum Ta-aruf Indonesia Sewon, Bantul, Yogyakarta, Gelar Nikah Bareng NING MONTOR MABUR
Impessa.id, Yogyakarta, Indonesia, Juni 2026: Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah dan Bulan Pancasila Juni, dimaknai dengan kita membuka lembaran baru membangun Negri dengan semangat gotong royong, meski perekonomian saat ini menghadapi tantangan global dengan ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, namun ekonomi Indonesia masih tetap stabil. Dalam hal ini masih banyak masyarakat yang belum bisa menikah karena berbagai keterbatasan, ditambah lagi kondisi kesenjangan sosial di masyarakat yang semakin tajam dan banyak yang terkena jeratan pinjol juga judi online, serta PHK massal tayang diberbagai media.
Selain itu juga Angka Pernikahan di Indonesia trennya mengalami penurunan hingga menjadi 1,48 juta pasangan pada 2024, terendah dalam sedekade terakhir atau mengalami penurunan sekitar 6,35 % dibandingkan tahun sebelumnya, jelas hal ini dipengaruhi mungkin perubahan sosial dan ekonomi yang pada saat ini baru tidak baik-baik saja, yang membawa dampak pada aspek sosial, ekonomi, hingga kesehatan mental.

Hal ini menjadi tanggung jawab bersama sebagai anak bangsa untuk bergotong royong, dimana pernikahan adalah janji suci dan sakral kepada Allah SWT dan sah yang dicatatkan di KUA sebagai penciptaan generasi menuju Indonesia Emas.
Pentingnya menghayati kembali spirit Pancasila yang diwujudkan dalam acara “Nikah Bareng Ning Montor Mabur” bertepatan dengan momentum Sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah dan Bulan Pancasila dengan tagline Take Off Menuju Halal Indonesia Emas, persembahan Baznas DIY, STTKD Yogyakarta, Yayasan Citra Dirgantara dan FORTAIS (Forum Ta’aruf Indonesia) Sewon, Bantul, didukung KUA Sewon, Paguyuban Sekar Sedah, Paguyuban Sekar Tanjung, PPY Kab. Bantul, Latifa Jewerly, dan berbagai pihak yang menjadi daya tarik tersendiri terlebih gratis, full fasilitas, menjadikannya viral di media sosial.

Pendaftar nikah Alhamdulillah banyak, namun yang lolos persyaratan administrasi nikah ada 20 pasangan kebanyakan gen Z dan gen M dan digelar Senin 8 Juni 2026 dengan konsep busana muslim tradisi dan modern melangsungkan ijab qobul / nikah di tiga pesawat ini menjadikan Pernikahan Terbanyak di Pesawat Pertama di Indonesia
Pada hari Selasa 24 Juni 2025 bertempat di Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta -STTKD, Sewon, Bantul, prosesi nikah bareng diawali dengan kirab 20 pasangan pengantin menggunakan busana muslim tradisi dan modern bersama bridesmaid para perias dengan cucuk lampah drum corps Gema Dirgantara STTKD yang menggetarkan dan menggelorakan semangat juang. Disambut dengan pedang pora dan tabur bunga oleh para taruna-taruni STTKD, menjadikan sangat istimewa dan berkesan bagi 20 pasangan pengantin melangkah menuju pelaminan di hanggar STTKD.
Sebelumnya telah dihibur dengan rampak kendang STTKD menyambut kehadiran para tamu undangan dan para pejabat tokoh masyarakat. Senyum bahagia dan sesekali melambaikan tangan kepada para tamu yang hadir yaitu Ketua Baznas DIY dan jajarannya, SEKDA DIY, Kakanwil Kemenag DIY, Kabag Kesra DIY, Kepala LLDIKTI Wilayah V DIY, Bupati Bantul, Ketua STTKD beserta Ketua Yayasan dan Ketua Alumni, Kepala Kemenag Bantul, Panemu Sewon beserta jajaran Muspika Sewon, Kepala KUA Sewon dan tamu undangan.

Prosesi dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan sambutan Ketua STTKD Yogyakarta Dr Erwhin Irmawan, S.Si., M.Cs. yang menyatakan bahwa Alhamdulillah ini yang kedua kalinya STTKD ketempatan nikah bareng dan sangat membantu masyarakat yang membutuhkan untuk mewujudkan impian para calon pengantin yang mempunyai banyak keterbatasan dengan konsep berbeda dengan menggunakan 3 (tiga) pesawat untuk prosesi ijab qobul.
Ketua Baznas DIY Dra Hj. Puji Astuti, M.Si, mengatakan, “Ini wujud kepedulian kami, bersinergi dan berkolaborasi untuk berbagi kebahagiaan kepada para calon pengantin dan insha Allah, ini penuh keberkahanNya sekaligus mengajak masyarakat untuk memberikan zakat, infak dan shodaqohnya melalui Baznas DIY dalam rangka program keumatan.”
“Prosesi Ijab qobul menjadi menarik karena dilakukan dengan tiga pesawat (montor mabur) yang sarat makna, bahwa pasangan akan take off (tinggal landas), terbang menuju halal (sah) ke langit Indonesia Emas untuk meraih kehidupan Sejahtera,” imbuh Ketua Baznas DIY Puji Astuti.

Dengan mahar seperangkat alat sholat, dan cincin perak batu putih sebagai lambang kesucian hati serta semangat kehidupan kemakmuran yang diharapkan bisa mandiri setelah menikah, dimana prosesi ijab qobul dipimpin oleh kepala KUA Sewon H. Mustafied Amna, S.Ag, M.H (nikah di Boeing) dan penghulu H. Bayu Dirgo Handoyo, S.Ag. (nikah di Helikopter) serta penghulu Imam Bukhori, SEI, M.H (nikah di Cesna), secara bersamaan dengan saksi Nikah dari Baznas DIY. Adapun 20 pasangan pengantin yang berbahagia berasal dari DIY.
Suasana sakral dan haru ketika prosesi ijab qobul berlangsung seperti dirasakan pasangan termuda Cretentia Ageng dan Fajar Tri usia 20 tahun, dari Bantul yang sangat bahagia tidak menyangka dapat menikah dengan konsep luar biasa, nikah di Boeing yang sarat makna dan sekarang baru tren, tanpa mengeluarkan biaya alias gratis. Kemudian pasangan Seviana Zelika (21 th) dan Heri Winanto (42 th) berasal dari Sleman, walau selisih 20 tahun, cinta mereka disatukan dan abadi mengikat janji suci di Helikopter mereka siap untuk bekerja keras menghidupi keluarga dan membangun bangsa. Tak kalah istimewa pasangan hasil dari golek garwo selisih umur 30 tahun walau dengan keterbatasan, Dahlia (58 th) dan Eko Agus (37 th) dari Sleman, kurang dari seminggu bekejaran dengan waktu agar bisa mendaftar dan mereka mengajak semua generasi Z, gen M dan lintas generasi untuk segera menikah karena Nikah itu Berkah yang penting siap berjuang dan punya niat yang kuat.

Nampak wajah bahagia para pengantin dan riuh tamu undangan ketika dinyatakan SAH, nampak air mata bahagia menetes disaksikan tamu undangan dan awak media yang meliput. Pengantin mendapatkan gratis biaya nikah, mahar, dokumentasi, busana-rias, bingkisan kosmetik dan tasyakuran kerakyatan selain pelaminan istimewa yaitu ning montor mabur (pesawat).
Bagi masyarakat yang masih ingin menikah gratis insyaalloh digelar kembali tanggal 30 Juni 2026 terbuka umum serta gratis, silahkan bisa mendaftar ke Fortais Indonesia atau hotline 081 579 08 232 more info di instagram @nikahbareng, @golek_garwo dan facebook: cari jodoh & nikah istimewa.


H. Ryan Budi Nuryanto, SE (Ketua FORTAIS Indonesia & Nikah Bareng Nasional) menyatakan bahwa dengan acara ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat untuk menghelat pernikahan yang sarat dengan budaya adiluhung dengan membangun nasionalisme.
“Kami membuka kerjasama berbagai pihak untuk dapat menggelar acara nikah bareng dan acara golek garwo (cari jodoh) diberbagai tempat dan menjadi satu-satunya yang punya lisensi menyelenggarakan sejak tahun 2006. Bagi yang Jomblo mencari jodoh kita buka Golek Garwo#14 pada tanggal 28 Juni 2026 di SMESCO Exhibition Hall Jakarta dan bisa menghubungi admin: 0851 1329 2015. (Feature of Impessa.id by H. Ryan Budi Nuryanto-Antok Wesman)

