Feature

Golden Sunset Di Laguna Depok, Parangtritis, Bantul. Destinasi Digital Wisata Baru Yogyakarta

Golden Sunset Di Laguna Depok, Parangtritis, Bantul. Destinasi Digital Wisata Baru Yogyakarta

Golden Sunset, memasuki peraduan di Dusun Baros, Desa Tirtohargo, di seberang Laguna Depok, Parangtritis, Bantul, Yogyakarta

Impessa.id, Jogja : Golden Sunset yang tampak, perlahan terbenam, memasuki peraduan di Dusun Baros, Desa Tirtohargo, di seberang Laguna Depok, Parangtritis, Bantul. Sunset menjadi faktor Instagramable Laguna Depok, Golden Sunset yang terjadi, jika cuaca cerah, sangat mengesankan untuk diabadikan.

Sejumlah 12 pemuda-pemudi Jogja, anggota Genpi binaan Kementerian Pariwisata RI, dengan rasa gembira bahu-membahu bersama warga masyarakat mengubah lahan sepi tambang pasir ditepian Laguna Depok Parangtritis Bantul, menjadi destinasi wisata nan elok.

Gebrakan pertama mereka pada Sabtu, 30 Juni 2018, mulai pukul 3 sore hingga pukul 6 petang, berupa uji-coba Destinasi Digital Pasar Laguna Depok, menghadirkan Warung Laguna Depok yang sepenuhnya ditangani oleh Ibu-Ibu Dasa Wisma PKK setempat yang dikoordinir oleh Padma Dyah dari Divisi Kuliner. “Kami tidak menyangka kalau pengunjungnya banyak sekali, makan yang kami siapkan untuk 75 porsi, ludes dalam sekejap, sehingga kami harus menambah lagi 50 porsi”, tutur Padma kepada Impessa.id.

Kuliner spesial mereka berupa Bubur Cemplung Daun Kelor seharga 3-ribu rupiah, kalau dengan lauk Ingkung Ayam Kampung seharga 25-ribu rupiah, serta Minuman Wedang Sunset Laguna berisi rempah-rempah, kapulaga, sereh, jahe dan potongan Pisang Raja dengan Gula Batu, tersedia pula Kupat Tahu atau Tahu Campur dan jajanan lokal lainnya.

Atraksi lain, wisata Tur Naik Perahu Naga berkapasiti 20 tempat duduk dan Perahu Swadaya berkapasiti 40 penumpang, dengan tiket setiap orang 10-ribu rupiah, mengitari Laguna rute pendek menuju Muara Mangrove berdurasi 10 menit. “Untuk pembukaan hari ini, banyak peminatnya sampai kami kuwalahan, jadi harus antri karena hanya ada dua perahu” ujar Suharyanto, Nakoda Perahu Naga, kepada Impessa.id.

Seluruh kegiatan Tur Naik Perahu berikut distribusi penumpang terekam secara tertib dan rapi dalam manifest, oleh tiga anak muda anggota Divisi Venue, dikoordinir oleh Dafa (18 tahun) dari Pleret, Bantul Utara.

Ketika dikonfirmasi Impessa.id, Pak Yanto panggilan Nakoda Perahu Naga menuturkan rencana kedepannya. “Kami akan membuka tiga rute tujuan masing-masing rute pendek 10 menit dari Pos Tepian Laguna menuju Muara Mangrove, kemudian rute tengah menuju Pengklik Samas berdurasi 45 menit dan rute panjang menuju Jembatan Kretek berdurasi 1 jam-10 menit”, ujarnya.

“Saya berharap ada normalisasi laguna dari kedalaman kurang satu meter menjadi sekitar dua meter sehingga Perahu Swadaya yang jika dipenuhi penumpang dapat melaju lancar, karena untuk sekarang, Perahu Swadaya itu jika penumpangnya penuh sering kandas”, harapnya.

Melalui Impessa.id, Pak Yanto mewakili warga Depok, menghimbau kepada wisatawan agar tetap menjaga kebersihan lingkungan Laguna Depok terutama dari sampah plastik yang sangat mengotori tempat dan merusak keindahan area, agar Laguna Depok yang sudah tertata rapi itu tetap bersih dan indah dipandang.

Pada hari pertama pengenalan destinasi wisata baru Laguna Depok, Vander dari Divisi Event bersama Ando mewakili grup band BKJT dari SMAN 8 Yogyakarta dengan personil Priska, Argi, Ari, Galva dan Rohan, melalui Impessa.id, mengungkapkan rasa senangnya, merasa surprise dengan banyaknya pengunjung yang datang, sehingga membuat dia dan teman-temannya semakin bersemangat menghibur semua wisatawan yang hadir termasuk bule-bule yang tertarik mengabadikan Sunset dari lokasi baru itu.

Project Manager atau Lurah Pasar Laguna Depok, Muhammad Galang Ramadhan Al Tumus, kepada Impessa.id menyatakan aksi yang dilakukan oleh 12 anak-anak muda revolusioner tersebut mengusung konsep terbarukan Community Based Tourism. “Secara sukarela, kami bersama-sama masyarakat Depok merubah lahan sepi tambang pasir menjadi tempat yang berguna, memberi nilai lebih, sekaligus menghidupkan budaya lokal, termasuk kuliner dan kesenian tradisional di lokasi ini, dengan tujuan semua pemasukan yang ada dapat dinikmati kembali oleh warga setempat”, ujar Galang.

“Hasil uji coba ini akan kami evaluasi, kami diskusikan dengan berbagai pihak yang telah mendukung terutama Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, untuk dijadikan acuan perhelatan Laguna Depok selanjutnya”, imbuh Galang lebih lanjut. (ant)