Feature

Ayu Ghia Sugandhi, Disainer Muda Potensial Anggota Klamb Family

Ayu Ghia Sugandhi, Disainer Muda Potensial Anggota Klamb Family

Ayu Ghia Sugandhi, Disainer Muda Potensial Anggota Klamb Family

Impessa.id, Yogyakarta: Klamb Family berbagi informasi dan Tips Hitz bekerjasama dengan EFAR Indonesia menggelar Zoom Meeting dan untuk agenda 2 Juli 2020 mengusung topik “Curhat Tips Biar Hitz”, pukul 13.30 WIB menghadirkan disainer muda Ayu Ghia Sugandhi (32 tahun) dipandu disainer senior Lia Mustafa.

Sedikitnya 25 peserta Zoom Meeting berasal dari berbagai kota diantarnya dari Jakarta, Semarang, bahkan ada yang dari Belitung, ikut menyimak perbincangan menarik tentang proses kreatif Ayu, sapaan akrab mantan siswa dampingan Klamb yang kini sukses menjadi disainer kondang nasional-internasional.

Tampil ceria penuh percaya diri, Ayu langsung menebar senyuman dan di awal perbincangan tatkala memperkenalkan dirinya kepada audiences, dipandu Lia Mustafa, Ayu sempat speechless, di detik ke-14 Ayu setelah menyapa audiences lantas dia melontarkan pertanyaan ke moderator. “Apa ya Bun, saya mesti ngomong apa ni, hihi..” ujar Ayu lepas tanpa beban. “Ya udah, hehe,” jawab Lia Mustafa singkat. Keduanya lantas ngakak bareng….penulis-pun ikut tertawa didepan monitor…cair banget suasananya, gak serius-serius amat. Pengalaman luas Lia Mustafa menjadikan perbincangan berjalan mulus, ringan, dan menyenangkan.

Ayu kelahiran Kota Hujan Bogor kini bermukim di Yogyakarta, tepatnya di Kawasan jalan Kaliurang yang juga menjadi studio membuat karya-karya busana rancangannya. Sejak kanak-kanak, Ayu sering melihat-lihat majalah Modeblaat kiriman Tantenya di Singapura untuk Ibundanya, sehingga gambar-gambar beragam busana terekam kuat dalam ingatannya. Ketika dirinya ditanya nanti kalau udah gede pengin jadi apa? Dia menjawab ingin menjadi disainer. Apa itu disainer? Itu lo yang membuat baju-baju bagus. Alhasil Ibunya yang bijak menyetujui keinginan putrinya, Ayu sekolah di SMK Tata Busana.

Ayu pernah menjadi asisten disainer di Jakarta, kemudian sebagai mentor di Dewi Sartika serta Wedding Organizer di Jakarta. Pada 2010, Ayu memutuskan dirinya hijrah ke Yogyakarta, beberapa masukan bahwa Yogyakarta memiliki suasana yang mendukung untuk berkarya, semakin memantapkan dirinya terus melangkah meniti karir di Kota Gudeg Jogja.

Ketika melanjutkan studi ke perguruan tinggi, Ayu masuk ke Fakultas Seni. Semua ilmu seni yang diberikan dosen dia serap sepenuhnya hal itu membuatnya mulai tertarik dengan dunia seni. Terlebih Ketika dirinya magang ikut pelukis ternama, nyaris Ayu berprofesi sebagai pelukis. Kondisi hidup lajang menjadikan dirinya harus memperoleh pendapatan sendiri agar tetap survive! Alhasil Ayu mengawali hidup mandiri, setelah diterima melamar menjadi penjahit. Dunia jahit-menjahit, mengantarkan dirinya pada memori masa kecilnya yang ingin menjadi disainer. “Ya tahun 2010 menjadi titik balik kehidupanku, ingin meraih cita-cita sejak kecilku,” akunya.

Untuk mematangkan kemampuannya di bidang disain busana Ayu bergabung ke Klamb untuk Angkatan ke-3, tahun 2014. Tak salah pilihannya, banyak ilmu baru yang dia peroleh selama studi di Klamb Yogyakarta sebagai Kawah Candradimuka-nya calon-calon disainer muda Indonesia, dibawah pendampingan disainer senior Lia Mustafa. Klamb merupakan CSR – Corporate Social Responsibility dari perusahaan El Mar, jadi para calon disainer yang mengikuti program pendampingan di Klamb, sepenuhnya gratis.

Kiprah Ayu dengan rancangan busana khas dirinya, mulai tampak setelah tampil di ajang Jogja Fashion Week, Fesyen Tunggal di Malioboro Street Fashion dan pada 2015 pentas fashion show di ASEAN Fashion Kuala Lumpur Malaysia. Salah satu busana Kebaya Kasual Merah-Hitam karya Ayu sempat tampil di salah satu halaman New York Times Magazine, yang dikenakan salah seorang musisi jazz Amerika Serikat yang pernah mengikuti Student Exchange di Solo. Busana yang dikenakan musisi jazz asal Amerika itu juga ditampilkan pada acaranya Garin Nugroho. Sejak itu, karir Ayu sebagai disainer mulailah bersinar. 

Selama masa Stay at Home dan di Era New Normal ini, Ayu berhasil menghadirkan Masker Premium yang sukses digemari kalangan Sosialita karena memang berupa produk masker spesial dengan harga ratusan ribu rupiah.

Pesan Ayu mengenai karya busana yaitu, “Kalau menurutku, apa yang akan aku buat harus aku suka, aku harus mau memakainya, itulah aku, khas diriku,” tegasnya. Berbicara tentang kiblat fashionnya, Ayu yang gemar membaca E-Book tentang tradisi semisal Serat Centhini, Tantra dan Sastra Jendra itu mengaku kalau dirinya berkiblat ke Milan dan Paris, sari-pati yang dia serap lantas dia padupandankan dengan detail motif Kain Nusantara, paralel dengan misi-visi Klamb untuk menjadikan disainer binaan-nya tetap mencintai budaya Indonesia. (Antok Wesman-Impessa.id)