Shaggydog Lakukan Karantina Rekam Album ke-7
Impessa.id, Yogyakarta : Waktu memang cepat berlalu, tak terasa album terakhir Shaggydog, telah tiga tahun dirilis, tepatnya 17 Agustus 2016. Album “Putra Nusantara” dirilis pertama dalam format digital, kemudian dilanjut versi fisiknya dalam bentuk CD dan Piringan Hitam 12”.
Martinus Indra Hermawan dari DoggyHouse Records menuturkan, album ke 6 tersebut, menelurkan beberapa hits single diantaranya “Putra Nusantara” yang menggandeng Iwa K, serta “Rock Da Mic” dan “Ambilkan Gelas”, kedua lagu terakhir berhasil menyabet penghargaan AMI Awards berturut-turut tahun 2017 dan 2018.

Heruwa di ruang karantina
“Ambilkan Gelas” adalah sebuah track tersembunyi yang hanya terdapat di format CD album. Beruntunglah mereka yang menyetel CD tersebut sampai selesai, karena bisa mendengarkan versi awal “Ambilkan Gelas”. Lagu tersebut kemudian direkam ulang menjadi single tersendiri bersama duo Dangdut Hip Hop, NDX AKA.
Setelah tiga tahun berkutat dengan jadwal tour yang padat, Shaggydog kembali berencana untuk membuat album ke 7. Sama seperti proses pembuatan lagu di “Putra Nusantara”, para kugiran Ska itu memilih lereng Gunung Merapi sebagai tempat meracik komposisi baru.

Raymond di ruang karantina
Lokasi dapur rekaman yang bagi penduduk Jogja dianggap sakral, mereka pilih, karena terbukti membawa hoki bagi album sebelumnya. Selama 10 hari kedepan, ke 6 personil Shaggydog dikarantina, untuk fokus dengan proses tersebut. Tak tanggung-tanggung, mereka memboyong seluruh peralatan studio ke sebuah villa di Kaliurang.
Berbekal stok lagu berjumlah 25 buah, Shaggydog berharap bisa merekam master untuk album barunya. Album ke 7 Shaggydog yang belum diberi judul tersebut, dijanjikan memberikan warna lebih menarik dari ke 6 album sebelumnya.

Yoyo di ruang karantina
Kedewasaan band yang 1 Juni lalu merayakan eksistensi ke 22, tentu banyak menyumbang ilmu dalam pembuatan lagu baru. Tidak banyak band yang tetap solid, baik internal maupun eksternal, selama lebih dari 22 tahun, tentu menjadi jaminan bahwa album terbaru hadir lebih dahsyat. (Indra Menus/Antok Wesman)

