Event

Kemah Budaya Kaum Muda Di Prambanan, 21-25 Juli 2019, Majukan Kebudayaan Lewat STEAM

Kemah Budaya Kaum Muda Di Prambanan, 21-25 Juli 2019, Majukan Kebudayaan Lewat STEAM

Kemah Budaya Kaum Muda Di Prambanan, 21-25 Juli 2019, Majukan Kebudayaan Lewat STEAM

Impessa.id, Yogyakarta : Kebudayaan yang maju adalah syarat bagi Indonesia untuk melaksanakan misi bangsa. Maka dari itu, pemajuan kebudayaan harus dilakukan secara terencana dan visioner. Kebudayaan yang maju bukan hanya memperkaya khazanah seni dan tradisi, tapi juga mencerdaskan generasi Indonesia sehingga kita menjadi bangsa yang kokoh, arif, dan memiliki daya saing yang tinggi. Terlebih pada saat pelaksanaan Kongres Kebudayaan Indonesia 2018, ada satu aspirasi tentang hubungan antara kekayaan budaya dan Revolusi Industri 4.0.

Melintas abad ke-21, kemajuan zaman menghadirkan tantangan baru yang semakin kompleks. Berangkat dari ide untuk mengangkat kekayaan budaya Indonesia melalui berbagai platform kekinian, kaum muda ditempatkan sebagai gardadepan (avant garde) dalam realisasi ide cemerlang yang dipicu oleh lahirnya Revolusi Industri 4.0 itu.

Aspirasi yang berkaitan dengan Revolusi Industri 4.0 juga dipantik oleh “Forum Anak Muda Wujudkan Idemu!!!” yang diselenggarakan dalam rangkaian acara Kongres Kebudayaan 2018. Aspirasi tersebut kemudian semakin matang setelah melalui diskusi dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada 11 Desember 2018 bersama sejumlah seniman dan budayawan sebagai perwakilan dari Kongres Kebudayaan Indonesia 2018. Berangkat dari itu semua, maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggagas penyelenggaraan Kemah Budaya Kaum Muda.

Kemah Budaya Kaum Muda bermaksud untuk menjadi ruang inkubator yang mendorong lahirnya berbagai purwarupa (prototype) dan inisiatif sosial untuk memperkuat upaya pemajuan kebudayaan di berbagai daerah. Upaya pemajuan kebudayaan ini berbasis interaksi kreatif antar kaum muda sebagai garda-depan (avant-garde) dengan menggunakan pendekatan terpadu di bidang STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts dan Mathematics).

Setelah melalui proses seleksi yang ketat namun terbuka, akhirnya sebanyak 132 Kelompok dan proposal atau sebanyak 561 orang yang berusia antara 18 sampai dengan 28 tahun, berhasil terpilih purwarupa alfa untuk di fasilitasi pengembangannya dalam acara puncak Kemah Budaya Kaum Muda yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada 21-25 Juli 2019. Peserta yang berpartisipasi tersebut merupakan hasil dari seleksi 735 kelompok atau sebanyak 3086 orang yang telah mendaftar dan memasukan proposal purwarupa mereka.

Capaian dari tahap akhir ini adalah terbentuk sebanyak 133 kelompok kerja yang menghasilkan 133 purwarupa. Kerja kelompok ini dibantu dengan tim fasilitator yang berpengalaman di bidang STEAM dan Inovasi digital. Di akhir KBKM, diadakan pameran 133 purwarupa dan penjurian terhadapnya untuk menghasilkan seleksi atas 50 purwarupa potensial dari 50 kelompok. Kemudian, pasca-KBKM, 50 purwarupa potensial ini difasilitasi untuk dikembangkan menjadi purwarupa versi beta dan dipamerkan pada acara puncak Pekan Kebudayaan Nasional 2019 di Jakarta.

Dalam KBKM, pengembangan purwarupa berupa aplikasi digital, yang berbasis platform yang memungkinkan interaksi antar-pengguna atau dengan kata lain terjadi gotong royong digital. Selain itu, KBKM melalui purwarupa berbasis aplikasi digital ini berupaya mendorong user-generated content (sebagai basis mekanisme crowsourcing). KBKM juga berusaha memaksimalkan fungsi geotagging sebagai basis data geo-spasial. Melalui karya yang diciptakan kaum muda tersebut, tentu saja sangat membantu memecahkan tantangan pemajuan Kebudayaan di Indonesia dan tentu saja dapat membahagiakan seluruh lapisan masyarakat. Sebab itu tema besar KBKM adalah Kaum Muda Berkarya, Indonesia Bahagia.

Kemah Budaya Kaum Muda 2019 di buka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy pada Minggu, 21 Juli 2019 pada pukul 19.00 WIB bertempat di Kinara Kinari Open Air Stage, Rama Shinta Garden Resto Komplek Candi Prambanan yang dimeriahkan dengan pagelaran music oleh Jaeko Siena dari ISI Jogja.

Selain diberikan kuliah umum sebagai pendalaman dari purwarupa alfa yang sudah terseleksi sebelumnya sehingga dapat dikembangkan menjadi purwarupa beta. Pada malam hari peserta KBKM juga disuguhi hiburan-hiburan untuk melepas penat setelah seharian berada di dalam kelas. Hiburan berupa Seni Tari oleh Melati Suryodarmo, Seni Teater oleh Roka Teater, Pemutaran Film dan Diskusi (kerjasama dengan komunitas film di Yogyakarta) + Film "Banda: The Dark Forgotten Trail", Historical Trail atau Jejak Sejarah (Plaosan, Prambanan, Bubrah, Sewu, Lumbung, Gana) dan Seni Musik yang dimeriahkan oleh Rslide serta puncaknya ditutup dengan pagelaran musik oleh Sisir Tanah, NDX Aka dan Rururadio Berkaraoke. (Darmawati/Antok Wesman)