Event

Aktivis 1998 Gelar Diskusi, Melanjutkan Tugas Kebangsaan , Senin Sore Di Kampung Mataraman Ringroad Selatan Yogyakarta

Aktivis 1998 Gelar Diskusi, Melanjutkan Tugas Kebangsaan , Senin Sore Di Kampung Mataraman Ringroad Selatan Yogyakarta

Aktivis 1998 Gelar Diskusi, Melanjutkan Tugas Kebangsaan , Senin Sore Di Kampung Mataraman Ringroad Selatan Yogyakarta

Impessa.id, Yogyakarta : Merespon momentum Gerakan Reformasi Mei 1998, sejumlah eksponen aktivis gerakan mahasiswa 1998 Yogyakarta, menggelar diskusi refleksi 21 tahun Gerakan Reformasi dengan tema "Melanjutkan Tugas Kebangsaan Kita", pada Senin, 20 Mei 2019, pukul 15.00-17.30 WIB, di Kampung Mataraman, Panggungharjo, Sewon, Ringroad Selatan Yogyakarta..

Diskusi menghadirkan pentolan aktivis mahasiswa lintas kampus antara lain, Ari Sujito (UGM), Supriyanto (UII), Abdul Rozaki (UIN Sunan Kalijaga), Heri Sebayang (UJB), Nor Janis (ISI) dan Iranda Yudhatama (UPN Veteran). Moderator diskusi Widihasto Wasana Putra (UAJY).

Menurut panitia acara Bayu Aji, urgensi digelarnya diskusi refleksi gerakan reformasi 1998 itu ada tiga hal. Pertama, sebagai pengingat sejarah bahwa akibat penyalahgunaan kekuasaan maka bangsa Indonesia pernah mengalami keterpurukan dahsyat. Krisis ekonomi-politik memicu chaos sosial yang makan korban jiwa dan harta benda.

Urgensi kedua adalah diaspora aktivis gerakan mahasiswa 1998 yang tersebar di banyak sektor kehidupan, baik di ranah parlemen, pemerintah, dunia pendidikan, hukum, seni-budaya, kewirausahaan, secara moral para aktivis dituntut melanjutkan tugas-tugas kebangsaan sesuai bidang masing-masing.

Ketiga, sebagai respon situasi politik kekinian khususnya paska pemilu 2019. Ekponen 1998 mengingatkan bahwa pemilu hanyalah salah satu instrumen demokrasi. Perbedaan pilihan politik adalah keniscayaan. Polarisasi politik yang berpotensi mengancam keutuhan NKRI tidak sepatutnya terjadi. Oleh sebab semua pihak dituntut memiliki integritas kuat dan komitmen tinggi untuk tunduk dan patuh pada aturan perundangan dan konstitusi.

Sejak Reformasi 1998, bangsa Indonesia telah mengalami lima kali Pemilu Nasional secara demokratis. Secara umum pelaksanaannya relatif berjalan baik, aman dan damai. Capaian ini perlu terus dipertahankan.

Diskusi Refleksi 21 tahun Gerakan Reformasi berlangsung gratis dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin mengikuti diskusi dapat melakukan konformasi kehadiran ke nomor 0815 5841 3788. (Antok Wesman)