The Ambarrukmo JPO - Jembatan Penyeberangan Orang, Ramah Difabel
Impessa.id, Yogyakarta – 9 Mei 2019. Bisa jadi jika sudah operasional pada Agustus 2019, Jembatan Penyeberangan Orang – JPO Plaza Ambarrukmo Yogyakarta atau bernama The Ambarrukmo JPO menjadi yang pertama di Indonesia yang dilengkapi dengan lift, melengkapi tangga lingkar, kelengkapan lift tersebut demi memudahkan para difabel ikut mengaksesnya.
Pada Mei 2019, proyek pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang -JPO Plaza Ambarrukmo memasuki tahap baru, pagar penutup sudah dibuka sehingga tiang besi penyangga utama terlihat jelas penanda keseriusan pembangunan proyek tetap berlanjut, meski selama Ramadan, kegiatan pembangunan dihentikan dahulu, dilanjutkan pasca liburan Lebaran hingga target selesai di bulan Agustus mendatang.

General Manager Plaza Ambarrukmo Surya Ananta kepada wartawan, Kamis (9/5/19) menuturkan bahwa keberadaan JPO mengemban tiga visi utama yakni, Safety, Connection, dan Develop. “Pembangunan JPO ini memiliki tujuan yakni dapat memberikan keamanan dan keselamatan bagi para penyeberang jalan, sehingga dapat menjadi salah satu infrastruktur yang berfokus pada kualitas dan fungsi bagi masyarakat luas. JPO ini merupakan fasilitas yang dapat digunakan publik selama 24 jam dengan penjagaan dan keamanan sepenuhnya ditangani pihak Plaza Ambarrukmo, sebagai salah satu bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) Plaza Ambarrukmo yang ramah difabel,” tutur Surya Ananta.
The Ambarrukmo JPO, berbentuk letter "S" dengan dua lift sebagai akses utama dan tangga melingkar sebagai akses cadangan yang terletak di halaman Grand Ambarrukmo Hotel serta satu drop point di area Pedestrian Plaza Ambarrukmo sisi barat. JPO tersebut didesain sesuai standar dari dinas terkait dan ramah difabel. Total panjang sekitar 43 meter, terbagi 7 meter dari Plaza Ambarrukmo ke titik tengah, 26 meter mendatar dari timur ke barat, dan 7 meter dari titik tengah ke Grand Ambarrukmo.

Proses pembangunan JPO yang diajukan sejak 6 tahun lalu, kini telah mengantongi ijin resmi mengingat The Ambarrukmo JPO dibangun di Jalan Nasional, sehingga membutuhkan kelengkapan perijinan dari Pusat. Ijin telah dikeluarkan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Bina Marga, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional VII, serta telah mengantongi IMB dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Sleman.
Surya Ananta menambahkan bahwa proses pembangunan The Ambarrukmo JPO sudah mengikuti ketentuan yang berlaku dari dinas terkait termasuk dalam pemasangan rambu pemberitahuan. “Harapan kedepannya, Jembatan Penyeberangan Orang ini dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas umum khususnya bagi masyarakat yang ingin menyeberang dari sisi selatan jalan ke sebelah utara ataupun sebaliknya, dapat dengan mudah diakses oleh publik serta dapat mendukung peningkatan potensi ekonomi daerah,” jelasnya lebih lanjut.

Bagi pengguna The Ambarrukmo JPO, untuk akses langsung masuk ke Mall disesuaikan dengan jam buka dan jam tutup, sedangkan arus penyeberangan diluar akses itu tetap terbuka 24 jam. “Setelah diresmikannya penggunaan The Ambarrukmo JPO, diharapkan tidak ada lagi orang yang menyeberang jalan seperti sebelum adanya JPO, karena lewat JPO dijamin lebih aman, lebih nyaman dan bisa menikmati pemandangan keramaian arus lalu lintas dari atas jembatan yang kedua dindingnya terbuka transparan, serta ventilasi udara yang menyegarkan lorong selebar tiga meter,” imbuh Surya Ananta.
Mengingat keberadaan The Ambarrukmo JPO selain menambah keindahan jalur utama Jalan Laksda Adisucipto Yogyakarta, juga dibangun dengan biaya yang banyak, maka himbauan kepada seluruh pengguna JPO agar ikut menjaga kebersihannya, merawat segala fasilitas pendukungnya dan tertib didalam pemakaiannya, sehingga predikat Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan semakin nampak melalui kehadiran JPO tersebut. (Antok Wesman)

