Event

Teknologi Kacamata Gablind Karya Alumnus AMIKOM, Membantu Siswa Tunanetra Di Sekolah Tumbuh Yogyakarta

Teknologi Kacamata Gablind Karya Alumnus AMIKOM, Membantu Siswa Tunanetra Di Sekolah Tumbuh Yogyakarta

Teknologi Kacamata Gablind Karya Alumnus AMIKOM, Membantu Siswa Tunanetra Di Sekolah Tumbuh Yogyakarta

Impessa.id, Yogyakarta : Menurut World Health Organization -WHO, 285 juta orang menderita kebutaan di seluruh dunia. Sementara itu, data di Persatuan Tunanetra Indonesia -PERTUNI, tunanetra di Indonesia tercatat sebanyak 3,75 juta orang. Salah satu sekolah yang peduli dengan akses pendidikan berkualitas untuk semua, termasuk untuk siswa tunanetra di sekolah reguler, adalah Sekolah Tumbuh.

Sekolah Tumbuh di Jalan Kyai Haji Ali Maksum, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta, menyelenggarakan pendidikan formal mulai dari jenjang Preparatory (usia 4-6 tahun), Primary School (kelas 1-6), hingga High School (kelas 7-12). Karakter Sekolah Tumbuh dibentuk untuk menjadi sekolah inklusif yang menjadi ruang bagi semua anak untuk menjadi individu yang bangga pada keunikan dan potensi dirinya, serta menghargai keragaman di masyarakat. 

Sekolah Tumbuh kini mengimplementasikan teknologi Kacamata Gablind karya Alumnus Universitas Amikom Yogyakarta. Gablind -Glasses for The Blind, merupakan inovasi perangkat kacamata dan sepatu terhubung dengan aplikasi mobile yang menyediakan navigasi bagi tunanetra. Kacamata Gablind dapat digunakan oleh sekolah untuk memonitor tunanetra secara real-time dilengkapi berbagai fitur yang terintegrasi dengan Google Maps maupun tools lainnya untuk memudahkan tunanetra ketika bepergian. 

Pada peluncurannya di SMP/SMA Tumbuh Sewon Bantul, Senin (29/4/19), secara simbolis satu unit Kacamata Gablind diserahkan oleh Rektor Universitas Amikom Yogyakarta, Prof. Dr. M. Suyanto M.M, kepada Direktur Sekolah Tumbuh KPH Wironegoro, M.Sc. "Dengan penerapan teknologi Gablind ini, diharapkan siswa tunanetra dapat memperoleh kemudahan bernavigasi, sehingga bisa lebih mengekspresikan diri, mendukung kemandirian dan prestasi,” ungkap Rektor Prof. Dr. M. Suyanto. (Nur Fitriana/Antok)