Hari Air Se Dunia 2019 Oleh HMTG UGM Di Tandai Dengan Restorasi Mata Air Di Sepanjang Sungai Gajah Wong
Hari Air Se Dunia 2019 Oleh HMTG UGM Di Tandai Dengan Restorasi Mata Air Di Sepanjang Sungai Gajah Wong Yogyakarta
Impessa.id, Yogyakarta: Peringatan Hari Air Sedunia 2019, oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi –HMTG Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan Ground Water Working Group –GWWG, dirayakan melalui aksi membersihkan sampah yang menutupi mata air, memulihkan mata air dan menanam pohon disekitarnya.
Penggagas kegiatan Heru Hendrayana menuturkan. “Tahun ini berkolaborasi dengan PT. Sarihusada Generasi Mahardika Danone Indonesia -PT. SGM, Danone-Aqua, BPDAS HL Serayu-Opak-Progo, Balai wilayah sungai, FKP DAS DIY, UKDW dan masyarakat yang tinggal di sekitar sungai Gajah Wong, sepakat bersama-sama merayakan Hari Air Sedunia di Daerah Aliran Sungai -DAS Gajah Wong yang terletak di Kelurahan Mujamuju, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta dan Kelurahan Banguntapan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, berlangsung Minggu, 24 Maret 2019, mulai pukul 7 pagi hingga selesai,” ujarnya.

Dikatakan, kaum milenial dunia sedang digencarkan oleh sebuah challenge atau tantangan yang bernama #Trashtag Challenge. Sebuah ajang penyelamatan lingkungan dari pencemaran sampah dengan cara mengambil foto pada daerah yang penuh dengan sampah, kemudian membersihkan daerah tersebut hingga bebas dari sampah, dan mengambil ulang foto di daerah yang sudah dibersihkan tersebut, jadilah foto before-after pembersihan sampah.
Dr. Ir. Heru Hendrayana selaku Kepala Departemen Teknik Geologi UGM berharap, Hari Air Sedunia 2019, menjadi sebuah ajang penyelamatan lingkungan ala milenial 4.0. #Trashtag challenge dilakukan diarea yang memiliki mata air, yang mana saat kegiatan dilakukan mata airnya mati atau menurun debitnya karena tertimbun sampah.

Disepanjang Sungai Gadjah Wong terdapat lebih dari 20 mata air dan sebagian besar hilang karena tertutup endapan sungai dan sampah. Dengan mengerahkan 175 relawan dari berbagia institusi dan pegiat lingkungan, Sendang Pari Kesit berhasil direstorasi dan sepanjang sungai berhasil dibersihkan.
“Melalui pemulihan mata air Sendang Pari Kesit yang berada di sungai Gajah Wong ini, diharapkan kesadaran masyarakat meningkat agar terus menjaga lingkungan dan mata air yang telah direstorasi dapat menjadi sumber air bersih bagi masyarakat sekitar. Selain itu, kebersihan lingkungan dan air bersih dapat mendukung kesehatan Ibu dan anak untuk masa depan Indonesia,” jelas Heru Hendrayana.

Sumadi, Security and Community Relations Manager PT SGM menambahkan. "Kami sebagai bagian dari Danone di Indonesia, memiliki visi One Planet One Health, dimana kami percaya tubuh yang sehat datang dari lingkungan yang sehat juga. Maka dari itu, kegiatan ini merupakan momentum bagi kami untuk berkolaborasi untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan akses air bersih bagi masyarakat,” imbuhnya.
Menurut Sumadi, Kebersihan lingkungan harus berjalan bersamaan dengan pemenuhan nutrisi lengkap untuk mendukung kesehatan ibu dan anak. Antusiasme masyarakat sangat kuat saat panitia yang kebanyakan adalah mahasiswa menyampaikan bahwa kegiatan bersih sungai yang tahun lalu dilakukan di Sungai Winongo kali ini di pusatkan di Sungai Gajah Wong. (Heruha/Antok)
