Jogjakarta Cat Camphionship Di Atrium Jogja City Mall, Sabtu-Minggu, 2-3 Maret 2019.
Jogjakarta Cat Championship Sebagai Ajang Interaksi dan Edukasi Masyarakat, serta Komitmen Royal Canin Indonesia dan Naroopet untuk Menyebarkan Kepedulian Tentang Kesehatan Kucing
Impessa.id, Yogyakarta, 3 Maret 2019 – Royal Canin, dengan filosofi “Dog and Cat First” dan “Knowledge and Respect” merupakan produsen nutrisi kesehatan untuk Anjing dan Kucing terkemuka yang berasal dari Perancis. Didirikan pada tahun 1968 oleh dokter hewan Jean Cathary yang menemukan bahwa gangguan kesehatan pada Anjing German Sheperd (Herder) disebabkan asupan makanan yang tidak tepat kandungan nutrisinya, karena berasal dari masakan rumahan yang lebih tepat untuk manusia.
Dr Jean Cathary menuturkan bahwa, Anjing dan Kucing memiliki anatomi fisiologis yang berbeda dengan manusia, sehingga mereka memerlukan nutrisi yang berbeda pula dengan manusia, sehingga anthropomorphism (menganggap hewan memiliki kebutuhan yang sama dengan manusia, atau memanusiakan hewan, tidak dapat diterapkan. Karena kesehatan tubuh bergantung pada asupan nutrisi. Untuk itu, Jean Cathary mendirikan Royal Canin agar dapat selalu menghasilkan nutrisi yang tepat untuk setiap jenis individu anjing dan kucing.
Saat ini tren memiliki hewan kesayangan tumbuh pesat, termasuk di Yogyakarta. Karena memiliki hewan kesayangan terbukti membawa keceriaan dan membuat hidup kita menjadi lebih baik dan semarak. Salah satu hewan kesayangan yang banyak dipelihara adalah Kucing.
Salah satu strategi Royal Canin yaitu selalu menciptakan nilai di ekosistem. “Kami mempercayai kebersamaan. Jika kita memberikan nilai kepada yang lain, maka mereka pun akan menciptakan nilai untuk kita dan sukses jangka panjang kita. Ekosistem kami sangat luas, meliputi: pemilik Pet Shop, Dokter Hewan, Cattery, Institusi, Asosiasi Anjing dan Kucing, seperti Jogja Cat Lover dan tentu saja pemilik dan hewan kesayangannya.
Untuk menambah nilai di ekosistem, Royal Canin Indonesia bermitra denga Naroopet Pet Shop dan PDHB Naroopet Yogyakarta menggelar Jogjakarta Cat Championship 2019” di Atrium Jogja City Mall Jalan Magelang KM 5 Yogyakarta, pada Sabtu-Minggu (2-3/3/19).
Drh. Neno Waluyo Sukelan, spesialis kesehatan hewan dari Royal Canin kepada wartawan di Yogyakarta menuturkan bahwa, tingginya minat masyarakat untuk memelihara Kucing belum dibarengi dengan kesadaran pemiliknya untuk berkonsultasi dengan dokter hewan mengenai pemeliharaan dan pencegahan terhadap penyakit. “Pemilik kucing lebih banyak mengandalkan saran dan pengetahuan kawan atau sahabat maupun orang terdekat yang bukan ahli, sehingga seringkali saran yang diberikan tidak sesuai dengan kondisi kucingnya,” ujarnya.
Menurut ibu Dewi pemilik Naroopet, acara JCC digelar untuk menjalin silaturahmi diantara Cat Lover, dan dengan ajang Cat Show ini akan meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan kucing piarannya dan saling belajar untuk merawat kucing dengan baik dan benar dibantu oleh ahlinya.
Ibu Dewi juga menambahkan bahwa saran yang diberikan oleh orang terdekat tersebut terkadang dapat bertentangan dengan kesejahteran hewan (animal welfare) yaitu dengan melakukan anthropomorphism (memperlakukan kucing seolah-olah manusia), seperti mengobati sendiri kucing yang memiliki gejala klinis dengan obat-obatan manusia, memberikan makanan yang tidak sesuai, sehingga hal ini menyebabkan kucing tidak tumbuh optimal, sering sakit, sehingga seringkali usia harapan hidupnya tidak panjang.
Drh. Neno menjelaskan lebih detail bahwa, sebagai individu, setiap kucing memiliki keunikan dan kondisi tubuh yang berbeda sehingga gejala yang sama pada hewan yang berbeda bukan berarti mereka menderita penyakit yang sama. Untuk itu menjaga kesehatan dan memperpanjang usia harapan hidup, konsultasi rutin dengan dokter hewan, vaksinasi dan memilih nutrisi yang tepat merupakan hal dasar yang wajib dilakukan oleh pemilik kucing.
Sebagai penutup ibu Dewi mengharapkan, "Melalui JCC dan Cat Show ini, pengunjung dapat melihat kucing-kucing sehat dan cantik yang berlaga, sehingga dapat menumbuhkan rasa sayang dan peduli terhadap Kucing, serta mendapatkan pengetahuan pentingnya menjaga kesehatan hewan peliharaan dengan terpenuhi kebutuhan nutrisinya, memiliki tempat tinggal yang layak, tidak disakiti dan memiliki akses ke dokter hewan jika sakit dan Kucing dapat beraktivitas sesuai tingkah laku alaminya," pungkasnya. (Endah/Tok)
