Feature

JOGJA HANYENGKUYUNG SUMATRA: Gerakan Gotong Royong Kemanusiaan, Donasi Tembus Lebih Satu Miliar Rupiah

JOGJA HANYENGKUYUNG SUMATRA: Gerakan Gotong Royong Kemanusiaan, Donasi Tembus Lebih Satu Miliar Rupiah

JOGJA HANYENGKUYUNG SUMATRA: Gerakan Gotong Royong Kemanusiaan, Donasi Tembus Lebih Satu Miliar Rupiah

Impessa.id, Yogyakarta, Indonesia, 31 Desember 2025: Kepedulian terhadap korban bencana alam di Sumatra mendorong pelaku event, komunitas kreatif, dan insan musik Yogyakarta menginisiasi gerakan kemanusiaan bertajuk Jogja Hanyengkuyung Sumatra. Gerakan ini menjadi wadah gotong royong masyarakat Yogyakarta untuk bersama-sama “nyengkuyung” atau mendukung saudara-saudara di Sumatra yang terdampak bencana.

Kegiatan penggalangan dana Jogja Hanyengkuyung Sumatra diselenggarakan pada Selasa, 23 Desember 2025, bertempat di Selasar Timur Stadion Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara ini mengusung kolaborasi lintas komunitas dan lintas genre musik sebagai medium solidaritas kemanusiaan dalam balutan seni dan budaya.

Sejumlah musisi Yogyakarta dan nasional turut ambil bagian dalam aksi ini, di antaranya Letto, Jumbrong, Ngatmombilung, Jikustik, Shaggydog, Wawes, Bravesboy, Rebellion Rose, YKHC, Korekkayu, Jahanam, Termbang Gula, Kunto Aji, serta doa bersama (umbul donga) yang dipimpin oleh Ustadz Salim A. Fillah. Partisipasi para musisi tersebut menjadi simbol kebersamaan masyarakat Jogja yang lekat dengan nilai nyengkuyung dantulung-tinulung.

Dari hasil penggalangan dana tersebut, total donasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp 1.023.110.284 (Satu milyar dua puluh tiga juta seratus sepuluh ribu dua ratus delapan puluh empat rupiah). Donasi ini akan disalurkan untuk membantu pemulihan dan kebutuhan masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatra.

Ketua Pelaksana Jogja Hanyengkuyung Sumatra, Ganesya, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan luas masyarakat. “Alhamdulillah, acara ini dapat berjalan lancar. Bukan kami yang hebat, tetapi Allah yang memudahkan. Donasi yang terkumpul berada di luar ekspektasi kami. Ini menjadi bukti cinta dan kepedulian warga Jogja, bahwa Sumatra tidak sendiri,” ujarnya.

Mewakili musisi, gitaris Letto, Patub, menekankan bahwa esensi gerakan ini bukan pada besarnya nominal, melainkan kebersamaan. “Ini bukan tentang seberapa besar dana yang terkumpul, tetapi bagaimana kita bergandeng tangan. Kita hanyalah gerimis kecil di tengah teriknya bencana, dan itu patut disyukuri,” ungkapnya.

"Dengan mengucap hamdallah sebagai puncak rasa syukur, kami mewakili Masjid Jogokariyan Yogyakarta merasa bangga bisa terlibat dalam acara Jogja Hanyengkuyung Sumatra yang berjalan lancar dan khidmat. Sehingga donasi menyentuh angka yang tidak kami sangka. Sebuah bukti bahwa Jogjakarta selalu istimewa," ujar Perwakilan Masjid Jogokariyan.

Sementara itu, inisiator kegiatan Doni Saputro menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. “Kami mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada para donatur, pengisi acara, panitia, tim produksi, media, influencer, dan seluruh masyarakat Yogyakarta. Semoga donasi ini bermanfaat bagi saudara-saudara kita di Sumatra dan menjadi berkah bagi kita semua,” katanya.

Dukungan juga datang dari Pelaku Event Jogja (PEJ). Koordinator Presidium PEJ, Edi Nur Cahyaningtyas, menyampaikan bahwa keterlibatan PEJ merupakan bentuk komitmen terhadap nilai kemanusiaan. “Bukan besarnya nominal yang menjadi ukuran, tetapi wujud nyata kepedulian dan cinta kita semua untuk kebangkitan Sumatra,” ujarnya.

Melalui Jogja Hanyengkuyung Sumatra, Yogyakarta kembali menegaskan jati dirinya sebagai kota yang menjunjung tinggi solidaritas, kebersamaan, dan kepedulian sosial dalam merespons bencana kemanusiaan. (Pras AB/Antok Wesman-Impessa.id)