GRAMM Hotel Yogyakarta Gelar Pameran Lukisan SIMFONI RASA Hingga 15 April 2025
Impessa.id, Yogyakarta: GRAMM Hotel Yogyakarta mewarnai awal-awal Tahun 2025 dengan pameran bertajuk “Simfoni Rasa”, menampilkan empat perupa yakni, Dwipo Hadi, Febrita Yustiani, Ikaria Ernawati dan Indira Bunyamin, masing-masing menampilkan dua karya dalam nuansa kasih-sayang dalam segala aspeknya.
“Kami memberikan ruang kepada rekan-rekan perupa terlebih dahulu, sepanjang satu tahun kedepan, kami sudah membuat agenda untuk pameran lukisan tiga bulan sekali, kemudian juga ada pameran karya tiga dimensi, serta tari-tarian disetiap event, yang itu kami prioritaskan karya dari seniman lokal Jogja,” ungkap Aris Retnowati, General Manager GRAMM Hotel Yogyakarta, ketika ditemui Impessa.id disela-sela pameran berlangsung.
Dalam pada itu, Merlin Sukmawati, dalam tulisan pengantar pameran menuturkan beberapa karya seni dalam pameran “Simfoni Rasa” berfokus pada refleksi diri dan penerimaan diri. “Karya-karya ini tidak hanya menampilkan gambaran fisik, tetapi juga menyentuh sisi emosional dan psikologis, mendorong kita untuk menerima diri kita apa adanya, dengan segala kekurangan dan kelebihan yang ada,” tuturnya.
Disebutkan, dalam konteks ini, pameran “Sinfoni Rasa” mengajak kita untuk lebih mencintai diri kita sendiri, memahami bahwa hanya dengan mencintai diri kita terlebih dahulu, kita bisa memberikan kasih sayang yang tulus kepada orang lain. Seni menjadi cara untuk merayakan keunikan dan nilai diri setiap individu, serta sebagai alat untuk memperkuat rasa percaya diri dan harga diri.
Pameran Simfoni Rasa selain menampilkan karya seni visual, juga menyajikan sebuah pengalaman emosional yang memadukan seni dengan atmosfer yang mendalam. Setiap sudut ruang pameran dirancang untuk menciptakan resonansi emosional yang berbeda, yang saling melengkapi satu sama lain.
Sebagaimana sebuah simfoni musik yang memadukan berbagai nada dalam satu kesatuan yang harmonis, pameran ini juga menyatukan berbagai ekspresi kasih sayang dalam sebuah ruang yang saling berinteraksi. Pengunjung diajak untuk meresapi setiap karya dengan perasaan yang tulus, menggali makna di balik karya yang dipajang. Setiap karya seni menjadi bagian dari perjalanan yang penuh emosi, suatu simfoni rasa yang menciptakan kedalaman perasaan dan pemahaman tentang kasih sayang.
“Pameran ini mengingatkan kita bahwa kasih sayang adalah fondasi yang menghubungkan kita dengan dunia di sekitar kita. Simfoni Rasa yang penuh dengan keindahan, inspirasi, dan refleksi. Sebuah perjalanan artistik yang akan mengubah cara memandang dan merasakan kasih sayang dalam kehidupan,” imbuh Merlin lebih lanjut.
Salah satu perupa yang ditemui Impessa.id, Dwipo Hadi, mengungkapkan karya yang diusungnya. “Lukisan saya yang berjudul ‘Menunggu Kamu Itu, Resah’ itu menceritakan bagaimana rasanya menunggu sesuatu yang kita sayangi, pasti resah-gelisah, dan hal seperti itu saya rasa universal ya, siapapun pasti mengalami hal seperti itu, sedangkan karya lukisan saya yang berjudul ‘Melindungi Anak-Anaknya’ ada kaitannya dengan kasih-sayang dari perspektif orang tua yang senantiasa mengayomi anak-anaknya apapun keadaannya,” jelas Dwipo Hadi.
Terkait pameran “Simfoni Rasa” di GRAMM Hotel Yogyakarta itu, NASIRUN, pelukis ternama, kepada Impessa.id, dirinya menjabarkan makna dibalik ungkapan tersebut.
“Dalam konsteks berkesenian, rasa menjadi utama, dan ketika diaransemen oleh seorang perupa, dan kali ini bertepatan dengan Bulan Kasih Sayang, itu minimalnya punya sandaran yang tepat yaitu sandaran kemanusiaan, Cinta Kasih ternyata bukan hanya sebagai impian seorang senirupawan, pada pameran Simfoni Rasa, ini awal yang baik, untuk bagaimana perupa menyadari bahwa penggapaian rasa, penggapaian berikutnya personality dan penyadaran kemanusiaan,” ujar Nasirun.
Dikatakan, “Kita ingat, jikalau kita tidak punya rasa Cinta Kasih, tidak punya sandaran pada kemanusiaan, hari ini mungkin dimana orang itu banyak terkenal, tetapi kata almarhum Fajar Sidik, sedikit sekali yang akan dikenang”.
Lebih lanjut Nasirun mengatakan, “Melalui tematik pameran lukisan yang luar biasa Simfoni Rasa ini, moga-moga, harapan besar, masyarakat Indonesia terutama dipelopori perempuan yang berpameran di Gramm Hotel kali ini memberikan dampak yang positif terhadap cita-rasa kemanusiaan. Kalau tidak, kita akan tercerabut kulturnya, mengalami suatu krisis eksistensi, karena ini sudah global, untuk personality aja sulit, lalu dengan pameran ini, harapan besar sekali memberikan keindahan yang tidak hanya keindahan secara harafiah, inpact-nya kepada publik adalah keindahan jiwa”.
“Saya yakin kalau itu menjadi warna langgam pijakan masalah Nusantara, attitude tidak hilang, budaya tidak terjadi erosi, karena punya satu kepedulian kecintaan, cinta kasih, tidak hanya kepada manusia, tetapi pada keindahan. Keindahan yang hakiki adalah keindahan semesta. Simfoni Rasa punya empati, punya keindahan, dan punya inner beauty,” jelas Nasirun.
Pameran lukisan “Simfoni Rasa” di GRAMM Hotel by Ambarrukmo Yogyakarta yang berlangsung pada 5 Februari hingga 15 April 2025, adalah sebuah undangan untuk meresapi dan merayakan keindahan kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari. Pameran tersebut juga mengajak menyelami kedalaman emosi manusia yang melintasi batas-batas kehidupan, dari kasih sayang kepada sesama, cinta kepada pasangan, kasih sayang kepada alam, hingga penerimaan diri, (Feature of Impessa.id by Antok Wesman)