Feature

Pelajar SMK N 2 Sewon Gelar Pameran Tugas Akhir HARSA TRISHA Di Pendhapa Art Space Yogyakarta, 21-27 Mei 2024

Pelajar SMK N 2 Sewon Gelar Pameran Tugas Akhir HARSA TRISHA Di Pendhapa Art Space Yogyakarta, 21-27 Mei 2024

Pelajar SMK N 2 Sewon Gelar Pameran Tugas Akhir HARSA TRISHA Di Pendhapa Art Space Yogyakarta, 21-27 Mei 2024

Impessa.id, Yogyakarta: Seluruh siswa Kelas XII SMK N 2 Sewon yang terdiri dari empat jurusan yaitu Multimedia, Kriya Kreatif Batik dan Tekstil, Desain Komunikasi Visual, dan Tata Busana, menggelar pameran karya Tugas Akhir bertajuk “Harsa Trisha” bertempat di Pendhapa Art Space Dongkelan Ringroad Selatan Yogyakarta, pada 21-27 Mei 2024.

Kepala Sekolah SMK N 2 Sewon Suwarsidi MPd dalam sambutan yang dibacakan oleh Arif Yuniar, menyebutkan bahwa tema pameran “Harsa Trisha” dari Bahasa Sansekerta, bermakna Harapan Kebahagiaan, doa dari setiap siswa yang berpartisipasi dalam pameran. “Doa yang penuh dengan harapan, agar mereka mendapatkan kebahagiaan di masa depan di saat mereka harus bertanggungjawab atas hidupnya masing-masing. Tiga tahun mereka menuntut ilmu dengan segala usaha dan keringat sebagai lampu penerang jalan menuju kebahagiaan itu dan kini hasil karya mereka tersebut layak untuk diapresiasi,” ungkap Suwarsidi.

Antonius Ipur dalam pengantar kuratorial pameran menuturkan, jika melihat kebelakang jelang pameran dihelat, suasana kelas SMK N 2 Sewon dipenuhi dengan keceriaan dan semangat, seiring dengan para siswa yang sibuk menciptakan karya mereka untuk pameran tugas akhir. Inspirasi datang dari tema yang dipilih dengan hati-hati: "Harsa Trisha", yang artinya "Harapan Kebahagiaan". Tema yang didapat melalui diskusi mendalam antara siswa dan guru tentang apa itu arti kebahagiaan bagi mereka. Dalam proses itu, setiap goresan kuas, setiap klik kamera, setiap jahitan kain mengandung makna yang mendalam, menggambarkan perjalanan emosional mereka menuju pemahaman yang lebih dalam tentang "Harsa Trisha".

Pematung kesohor Dunadi yang karyanya ikut menghiasi IKN -Ibu Kota Nuusantara, selaku owner Pendhapa Art Space, mewakili manajemen, menyambut hangat kehadiran siswa-siswi SMKN2 Sewon menggelar karya Tugas Akhir ditempat yang terbuka luas bagi siapapun yang ingin berpameran ataupun melakukan aktifitas berkeseniannya. “Pameran Tugas Akhir ini merupakan awal dari perjalanan adik-adik semua dalam menapaki kehidupan nyata di tengah-tengah masyarakat guna mewujudkan impian menuju ke kebahagiaan,” ungkapnya.

Menurut Dunadi, anak-anak ini memiliki potensi yang luar biasa, dan mereka tidak salah sekolah, karena sekolah di kejuruan, termasuk sekolah di seni rupa, itu sangat menjanjikan. “Seni itu tanpa kualifikasi, sehingga jika adik-adik ini punya dedikasi kreatif yang luar biasa maka uang 10-ribu bisa menjadi satu-juta. Kalau adik-adik punya talenta yang luar biasa ini akan menjanjikan kehidupan adik-adik semua, terlebih jika ditangani secara serius dan professional,” imbuhnya lebih lanjut.

Tampilan seluruh karya tersebut di ruang pamer Pendhapa Art Space, dihias dengan indah, setiap karya ditempatkan dengan cermat untuk menciptakan aliran naratif yang kuat, mengundang pengunjung untuk merenung dan terhubung dengan "Harsa Trisha".

Harsha Trisha adalah harapan kebahagiaan para siswa SMKN 2 Sewon, yang dikemas melalui Kidz Corner. Kidz Corner yang juga diangkat sebagai salah satu alasan siswa SMKN 2 Sewon membuat event tersebut. Pada Kidz Corner para siswa mengajak pengunjung untuk bernostalgia dengan permainan anak-anak di era 90-an, dimana anak-anak saat ini tidak mendapatkannya.

Pameran "Harsa Trisha" menampilkan 65 karya Multimedia, 54 karya Kriya Kreatif Batik dan Tekstil, 59 karya Desain Komunikasi Visual, dan 77 karya Tata Busana.

Pameran Harsa Trisha yang tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Balai Pendidikan Menengah Kab. Bantul, Bapak Ismunardi, S.Pd.,MM. didampingi Albani daru Suwarso dan Agus Sriyono mewakili tamu undangan, dilanjutkan dengan pagelaran tari, kemudian gelar busana oleh jurusan Tata Busana menampilkan 17 outfit mengangkat bahan batik dan lurik, dipandu koreografer Puput, serta hiburan live music.

Salah satu busana yang ditampilkan yakni batik ber motif Bunga Manggar, diperagakan oleh model Yulia Mifta berhasil meraih karya terbaik. Usai peragaan busana, Siti Muasaroh, yang akrab disapa Mua, penemu disain batik motif Manggar atau Bunga Kelapa, kepada Impessa.id menuturkan karya inovasinya tersebut.

“Batik Manggar ini sebetulnya motif burung yang saya modifikasi seperti kura-kura bersayap dan berekor dengan bulatan kecil-kecil itu bunga Manggarnya, di atas kain primissima dengan warna coklat klasik, dan semua saya selesaikan dalam waktu enam hari. Kedepannya saya gunakan warna indigo soild supaya lebih terang serta warna-warna menyala yang disuka anak muda,” ujar Mua yang bermukim di kawasan Pleret Bantul.

Ikuti aktivitas SMK Negeri 2 Sewon di media sosial: Facebook: SMKN 2 Sewon Bantul, Instagram: @smknegeri2sewon, Twitter: @SmkSewon. (Raja Bintang/Rendy Prayoga/Antok Wesman-Impessa.id)