Event

Di Indonesia Ada Bid-ah Yang Menyenangkan Yakni Idul Fitri Dengan Syawalan

Di Indonesia Ada Bid-ah Yang Menyenangkan Yakni Idul Fitri Dengan Syawalan

Di Indonesia Ada Bid’ah Yang Menyenangkan Yakni Idul Fitri Dengan Syawalan

Impessa.id, Yogyakarta: Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Dr. phil. H Al Makin S.Ag, MA dalam sambutan Syawalan 1445/2024 mengatakan bahwa di Nusantara ada bid’ah yang menyenangkan yakni Idul Fitri dengan Syawalan atau Halal bihalal. “Bid’ah ini semacam heresy, heretic. Sesuatu yang tidak ada di Kitab Suci, Sola Scriptura. Tidak ada dalam ibadah liturgi. Tetapi kita adakan,” tuturnya.

Dikatakan, Halal bi halal atau syawalan ini penemuan, bidah, inovasi, atau heretik tradisi asli Nusantara. Di Timur Tengah kalau menyambut Idul Fitri tidak seperti ini, dan Idul Fitri tidak sebesar Idul Adha. Korban hewan memang identik dengan berdoa dan berpesta, itu sudah ada ribuan tahun lalu di berbagai situs temuan manusia di sekitar Turki, Iraq, atau Mesir. Hingga kini, di Timur Tengah seperti itu. Idul Adha lebih meriah, plus musim haji. Satu hal yang ingin saya garisbawai adalah tradisi minta maaf, lahir dan batin yang khas Nusantara dengan berbagai bahasa yang tersaji di Tanah Air.

Meminta maaf menunjukkan kekuatan, bukan kelamahan. Meminta maaf perlu nyali, keberanian, kejantanan, dan menahan malu. Meminta maaf bukan orang lemah, tetapi orang kuat. Sedangkan  memaafkan adalah tanda kebahagiaan. Orang yang kuat adalah yang minta maaf, orang bahagia adalah yang memaafkan.

Kata pepatah kita: Kalah jadi arang, menang jadi abu. Menang atau kalah dalam perang, konflik, atau perselisihan semuanya rugi. Bahkan hancur akibat konflik. Damai memang sepertinya bukan prestasi. Damai itu kompromi, tidak menghasilkan kegagahan, tidak menghasilkan kegarangan, dan orang mengalah itu orang tidak bernyali, sepertinya. Tapi damai adalah prestasi bersama-sama. Kalau nikmat damai itu sudah tidak ada, baru kita menyesal. Semua jadi medan perang, seperti saat ini di Timur Tengah. Orang-orangnya pergi ke luar negeri tidak pulang, menjadi suaka politik di berbagai negara Eropa dan Amerika. Afghanistan atau Pakistan juga sama. Jadi damai, lewat memaafkan dan minta maaf sangat penting. Idul Fitri mempunyai makna tersebut.

Memaafkan itu bukan untuk orang lain. Memaafkan bukan untuk orang yang menyakiti, menyerang, memfitnah, menyudutkan, menyebar hoaks, tentang kita. Tetapi memaafkan itu bagus untuk diri sendiri. Memaafkan berguna untuk.Sehat jasmani, Sehat ruhani, Sehat organisasi, Sehat kampus dan Sehat bangsa.

Memaafkan akan sehat secara badan karena ringan. Sehat secara spiritual karena tidak ada beban pikiran. Secara organisasi, bangsa, negara karena tidak dikejar dosa masa lalu. Mari memaafkan. Selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir dan batin.

Dan balasan keburukan adalah keburukan; barangsiapa yang memaafkan dan berbaik hati, maka pahalanya ada pada Tuhan. Dia tidak menyukai orang yang melebihi batas. Memaafkan adalah kekuatan.

Syawalan 1445/2024 keluarga besar civitas akademika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berlangsung Selasa pagi, 16 April 2024 bertempat di Gedung Multi-Purpose, dihadiri segenap Senat, pejabat dan tamu undangan lintas iman. (Humas UIN Suka/Antok Wesman-Impessa.id)