Feature

PRABA PANGRIPTA, Gelar Karya Kartun dan Karikatur Di Hotel GARRYA BIANTI Gabugan Sleman Yogyakarta Hingga 20 April 2024

PRABA PANGRIPTA, Gelar Karya Kartun dan Karikatur Di Hotel GARRYA BIANTI Gabugan Sleman Yogyakarta Hingga 20 April 2024

PRABA PANGRIPTA, Gelar Karya Kartun dan Karikatur Di Hotel GARRYA BIANTI Gabugan Sleman Yogyakarta Hingga 20 April 2024

Impessa.id, Yogyakarta: Praba Pangripta menggelar pameran tunggal kartun dan karikatur bertajuk “Goyon Maton” di hotel Garrya Bianti, Gabugan, Pandowoharjo, Sleman, DIY pada 20 Maret hingga 20 April 2024.

Guyon Maton dalam bahasa Jawa berarti bersenda gurau yang bermakna atau berdasar. Berbeda dengan guyon waton, yang asal membuat orang tertawa. Guyon melalui karya visual gambar kartun menjadi alternatif membangkitkan kepekaan akan humor (sense of humor). Pameran tunggal selama sebulan itu mengangkat tema-tema kekinian sebagai sarana mengritisi permasalahan, ketimpangan, ketidakberesan lewat kacamata humor.

Praba Pangripta menuturkan, humor dapat menjadi media penyampaian pesan yang serius menjadi cair. Permasalahan politik yang pelik, ketimpangan sosial, peradaban, pelanggaran etik dan tatanan sosial, dipandang dari sisi lain melalui kecerdasan dan tentu saja penguasaan masalah. Humor dapat manjadi pintu masuk mengritisi adanya suatu peristiwa yang kurang beres. Sindiran halus lebih dapat diterima daripada sekadar cacian atau cercaan, terlebih mengarah sarkasme dan sinisme.

Kartunis Praba Pangripta telah lama menggeluti dunia kartun dan karikatur. Ia mengaku biaya kuliah sewaktu belajar seni grafis di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ditopang dari penghasilan membuat kartun, karikatur dan ilustrasi. Karya-karyanya dalam bentuk kartun, komik kartun dan ilustrasi dimuat di berbagai media cetak lokal maupun nasional. Selain itu karya ilustrasi menghiasi cover buku dan ilustrasi cerita pendek, dongeng di berbagai penerbit.

Pameran kartun dan karikatur kali ini untuk menggugah para kartunis lain untuk terus berkarya dengan memanfatkan berbagai media dan mampu membuat terobosan baru. Para kartunis diharapkan tidak menggantungkan harapan dengan media mainstream yang nasibnya telah berubah setelah menikmati masa kejayaan tahun 1980 hingga 1990-an, seiring dengan kemajuan teknologi digital.

Ketua presidium Persatuan Kartunis Indonesia (PAKARTI), Agoes Jumianto mengatakan, “Pameran tunggal di hotel Garrya Bianti kali ini menampilkan karya-karya Praba Pangripta baik yang muncul di koran maupun yang diunggahnya di TikTok bisa kita nikmati lebih dekat lagi, menjadi sebuah sajian yang tak kalah menarik untuk diapresiasi,” ujar Agoes Jumianto dalam sambutan pembukaan pameran tersebut”.

Dikatakan, Praba Pangripta mendapatkan ruang untuk mengeluarkan uneg-unegnya dalam kartun komik lewat tokoh kartunalnya Si Agal sejak 2003 sampai sekarang (2024). Ia mengakui Mas Praba, sapaan akrabnya, salah satu seniornya yang tak ingin berhenti sekaligus menjadi bukti seorang Praba Pangripta tidak pernah lelah untuk terus berkarya.

Pria kelahiran Sleman Oktober 1962 itu turut membidani terbentuknya Persatuan Kartunis Indonesia (PAKARTI) dan museum kartun Indonesia di Bali, pernah menjadi Ketua Paguyuban Kartunis Yogyakarta (PAKYO). Menjadi asesor di beberapa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Yogyakarta, dan pegiat literasi multimedia berbahasa Jawa dalam bentuk animasi.

“Ia bahkan memanfaatkan perkembangan teknologi kekinian seperti TikTok sebagai medianya yang baru melahirkan karya kartun, mengkritisi segala persoalan dan problematika yang ada di sekitar kita. Kartun dan karikatur digemari dari dulu hingga kini. bahkan dalam pesta demokrasi Indonesia, karikatur ala Artificial Intelligence -AI dimanfaatkan pasangan calon presiden menjadi ikon propaganda yang unik,” imbuh Agoes Jumianto. (Feature of Impessa.id by Antok Wesman)