Feature

Pameran Tunggal Eni Setyaningsih Di Rumah Budaya Tembi, Bantul, Yogyakarta

Pameran Tunggal Eni Setyaningsih Di Rumah Budaya Tembi, Bantul, Yogyakarta

Pameran Tunggal Eni Setyaningsih Di Rumah Budaya Tembi, Bantul, Yogyakarta

Impessa.id, Yogyakarta: Eni Setyaningsih menggelar pameran tunggal perdananya bertaju “Eksistensi” dengan memajang 2o karya lukisan di Tembi Rumah Budaya, Sewon, Bantul, pada 22 Mei hingga 4 Juni 2022. Bagi Eni Setyaningsih, Eksistensi merupakan suatu keadaan yang harus dilakukan dan diperlihatkan kepada orang lain. Eksis dapat diartikan muncul, ada, timbul, dan memiliki keberadaan. “Saya berharap aktivitas saya yang memunculkan karya lukis ini diketahui oleh orang lain bahwa saya pelukis dan setiap karya yang saya buat mampu mewakili keberadaan saya melalui pesan yang saya sampaikan dalam karya tersebut,” tuturnya.

Kesehariannya sebagai ibu rumah tangga, pendidik dan berbisnis di dunia kuliner serta perawatan wajah, telah menginspirasi dirinya untuk menuangkan segala dinamika yang terjadi kedalam lembar kanvas. Banyak karya lukisan yang dipamerkan di Rumah Budaya Tembi, terwujud dari keluh-kesah kehidupan teman-temannya, dan pameran itu menjadi wahana bagi dirinya untuk menimba ilmu di dunia seni lukis.

Alex Luthfie R dalam tulisan kuratorialnya menyebutkan pesatnya perkembangan bisnis seni lukis pasca booming seni lukis di Indonesia tahun 1985, berdampak positif  bagi mereka yang mempunyai bakat seni. “Mereka yang memiliki kemampuan menggambar, semangat belajar untuk mengasah bakatnya, berpeluang menjadi pelukis. Bisnis di dunia seni berprospek cerah, sebagaimana di kemukakan Menteri Perdagangan dan Pariwisata tahun 2011, Mari Elka Pangestu, yang mengembangkan indstri kreatif untuk mengembangkan ekonomi rakyat melalui industri seni yang mendapat sambutan positif dengan munculnya pelukis baru dan pecinta seni di Tanah Air yang berhasil membangun bisnis seni secara global,” ungkap Alex Luthfie.

Menurutnya, memilih profesi sebagai pelukis dituntut untuk kreatif, mempunyai pengetahuan seni, ketrampilan teknk dan manajemen produksi. Profesi pelukis erat kaitannya dengan eksistensi seperti yang ditunjukkan Eni Setyaningsih lewat karya-karya lukisannya. Yang menarik pada Eni yang melukis secara otodidak berkat intensnya bergaul dengan seniman adalah corak karya lukisannya berupa romantisisme dan naturalisme, yang dikerjakan secara teknik Palet dikombinasilkan dengan sapuan kuas menggunakan brush stroke nan ekspresif.

Corak Romantisisme dan Naturalisme memiliki daya tarik dari segi deformasi bentuk dan Teknik. Tampak pada karya figuratif bercorak Romantisisme dengan obyek yang dideformasi, penggambarannya mengandung cerita kehidupan. Lukisan berjudul “Banteng Merah”, “Menunggu”, “Hasrat”, dan “Instrospeksi Diri” berhasil mewakilil corak Romantisisme dengan warna-warna cerah, sedikit sentuhan kontur untuk menegaskan kkharakter dan gestur obyeknya. Lukisan yang bercorak Naturalisme olehnya dikerjakan dengan ekspresif bernuansa dekoratif. Seperti pada karya berjudul “Mawar Liar”, “Harmoni”, “Bunga Matahari 1 & 2” dan “Masjid”, dari segi teknik pengerjaannya tetap konsisten menggunakan bahasa ungkap alam dan rumah relijius. (Features of Impessa.id by Alex Luthfie R-Antok Wesman)