Jogja Sportourism Road to Tour de Ambarrukmo 2022 berlangsung sukses!
Impessa.id, Yogyakarta: seluruh peserta Road to Tour de Ambarrukmo 2022 sebanyak 500 pesepeda hobby dari seluruh penjuru Tanah Air, berhasil memperoleh medali Finisher yang berarti semuanya berhasil memasuki Garis Finish di Alun-Alun Pendopo Agung Ambarrukmo Yogyakarta setelah menempuh rute sejauh 115 Kilometer, melintasi tiga kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta, Bantul-Gunung Kidul-Sleman, dengan peserta terakhir masuk sekitar pukul 13.00 WIB.
Keberhasilan penyelenggaraan sport-tourism Road to TDA di Yogyakarta sudah diawali dengan ludesnya slot 500 peserta hanya dalam tempo hitungan menit setelah resmi dibuka pendaftarannya, karena moment tersebut memang sudah ditunggu-tunggu oleh pesepeda hobby di Indonesia. Secara spesifik Yogyakarta sudah menjadi destinasi yang sangat digemari, sehingga apapun yang dihelat di Jogja dipastikan diserbu peminatnya, demikian halnya dengan perhelatan Road to Tour de Ambarrukmo 2022.


Sejak start pada Sabtu (19/3/2022) pukul 5.30 pagi, cuaca cerah meski masih gelap, namun hawa terasa segar setelah semalaman Jogja diguyur hujan sehingga jalan yang dilintasi masih basah dan kabut masih menyelimuti hingga jelang sang Mentari muncul di ufuk Timur. Seluruh peserta dikelompokkan kedalam tiga Peloton (tiga kelompok), dengan selisih waktu pemberangkatan lima menit, dengan penuh semangat semuanya melesat, dengan kecepatan rata-rata 50-60 km/Jam, mengingat jenis sepeda yang mereka pakai adalah jenis yang tidak nyaman jika dikayuh perlahan, melaju kencang menyusuri jalur yang sudah ditentukan, dikawal marshall dan diikuti tim unit pendukung, termasuk mobil ambulance.
Mereka menuju Checkpoint pertama yakni Pantai Parangtritis Bantul, dilanjutkan menuju Checkpoint kedua di Kopi Panggang di puncak bukit di Gunung Kidul, kemudian menuju ke Checkpoint ketiga di Candi Prambanan Sleman, dan Finish kembali menuju area Pendopo Agung Ambarrukmo.


Ada yang menarik ketika pesepeda memasuki jalan tanjakan di kawasan Girijati Bukit Panggang, dimana disaat fokus mengayuh sepeda di jalan menanjak, mereka dikejutkan oleh sekelompok Zombi yang telah menunggu ditepi jalan, perkiraan para pesepeda itu hanyalah penonton biasa, eh tak disangka, tak dinyana, tiba-tiba mereka bergerak mirip adegan film zombie, mendekati para pesepeda yang tengah kelelahan, otomatis ada yang terkejut, ada yang membelokkan arah sepeda menghindar, berhubung para peserta Road to Tour de Ambarrukmo sudah terlatih, terlebih naik sepeda spesial yang memang untuk tur jarak jauh dalam segala medan, semua pesepeda tetap lancar melaju, gimmick yang dipersiapkan pihak panitia tersebut tak mengganggu sama sekali, hanya bikin terkejut sekejap saja.
Pilihan rute Road to Tour de Ambarrukmo 2022, memang menarik, melintasi destinasi wisata budaya Wukirsari yang tersohor dengan Batik dan Topeng Kayu-nya, sewaktu rombongan pesepeda yang penulis ikuti memasuki Kawasan desa Wukirsari, terdengar sorak-sorai anak-anak sekolah yang rame-rame memanjat pagar sekolahnya berteriak menyemangati para pesepeda. Menarik betul, diluar dugaan, secara spontan muncul reaksi sambutan gembira dari warga masyarakat. Juga melintasi kawasan Berbah yang terkenal dengan Gudang Tembakau ikonik sejak doeloe.
Berikut testimoni beberapa peserta yang ditemui Impessa.id ketika rehat di Check Point;


Budi Sutanto (51 tahun) dengan ciri yang mudah dikenali yakni berjenggot panjang putih dari Purwokerto. Merasa senang bisa ikut event yang baru pertamakalinya diikutinya, “Senang sekali bisa ikut event ini, baru pertamakali ikut, medannya menantang dan sangat menarik, saya rutin bersepeda, sehingga otot-otot kaki sudah terbiasa mengayuh, tidak kaget ketika masuki tanjakan," tuturnya.
Dalam kesempatan terpisah, Sujono bareng 20 anggota dari 530 Cycling Tim Medan sebagai pesepeda hobby, dirinya mengaku rutenya lumayan berat tatkala masuk sesi 2, dirinya mengaku sampai berhenti dua kali di tanjakan Girijati menuju Panggang. “Gak masalah ya, kita kan enjoy aja,” akunya. Jono kepada Impessa.id menuturkan, “Kalau dari segi penyelenggaraan sudah bagus, malah lebih bagus disini dibanding ketika saya ikuti di Bali, di Lombok, mulai dari marshall, keamanan, disetiap persimpangan itu ada petugas polisi, ada sign, kami merasa aman, tidak tersesat,” ujarnya.


Sementara itu, Devid Pranata juga dari 530 Cycling Medan mengaku, “Medannya bagus banget, tanjakannya, turunannya, viewnya, RC nya, terorganisir bagus, berhasil walau baru sekali ikut, meski saat menanjak tetap kuat mengayuh diatas sepeda,” ungkapnya kepada Impessa.id.
Usai mereguk Es Dawet di Check Point 3 Candi Prambanan, Denis Pujiono (27 tahun) dari Purworejo, bersama ayahnya (65 tahun) menuturkan, “Baru pertama kalinya ikut, seru sih, semua panitianya kompak, semua tercover dengan baik, sama tim-tim RC juga enak, kecepatannya stabil, rutenya mantap, tanjakannya OK,” tuturnya.


Sedangkan Trisaksoni (45 tahun) dari Club GCC -Gentlemen Cycling Club Surabaya mengaku senang, “Alhamdulillah tadi lancar, gak nuntun sama sekali, waktu nanjak gak jatuh, rencana Agustus ikut lagi,” ucapnya.
Sindu Arif dari Harley Davidson Gowes Indonesia - HDGI Semarang, bareng 10 member, ikut di Road to Tour de Ambarrukmo 2022. “Kami hanya bersepuluh, karena banyak yang ngeper setelah tau rutenya, kami ini sukanya kumpul, nongkrong, makan-minum, jadinya gendut, nah kami ini mulai ikut gowes biar langsing, jadi kebanyakan peserta kami para pemula gowes, Menurut saya, ini luar biasa, dari sisi panitia, system, marshall, terutama kerjasama dengan kepolisian di setiap gang langsung standby semua, luar biasa ini. Untuk Road to TDA 22 top!," akunya.

“Rute ada kombinasi naik dan datar, setelah Parangtritis naik itu rutenya seru. Viewnya luar biasa, terus terang saya baru pertamakali lewat jalur itu. Seru, alhamdulillah no loading, no nuntun, tanpa berhenti samasekali disetiap sesinya,” imbuhnya.
Yuri Anggraeni pegowes perempuan yang juga anggota HDGI Semarang menuturkan, dirinya dari kelompok kedua tapi finishnya bareng dengan kelompok pertama. “Seru-seru, jangan remehkan para wanita kalau sudah diatas sepeda yaa…bisa dilibas semua bapak-bapaknya itu,” guraunya.


Ketika dikonfirmasi Impessa.id, Fandi Arta dari ZCC Cycling Community Yogyakarta, salah satu anggota tim RC yang bertugas menjaga kestabilan kecepatan para peserta mengaku senang bisa terpilih mengenakan jersey Biru yang bertugas mengawal seluruh peserta di setiap kelompok.
Kemudian Bernard Benyamin dari Mula Cycling yang bertugas sebagai Tim RC kelompok pertama, mengatakan, “Pesepeda hobby yang ikut semakin rame, semakin antusias, masih muda-muda, jalannya kenceng-kenceng, kami bersepuluh tim RC sampe kewalahan,” akunya.


General Manager Plaza Ambarrukmo Surya Ananta menuturkan, Tour de Ambarrukmo bertujuan untuk memperkuat citra Yogyakarta sebagai kota wisata dan budaya melalui kegiatan olahraga bersepeda dan pada tahun 2022 pelaksanaan event dilakukan dua kali yaitu pada Maret sebagai Road to Tour de Ambarrukmo dan main event pada Agustus 2022. Secara demografi peserta Road to Tour de Ambarrukmo berasal dari wilayah luar Yogyakarta seperti Jabodetabek, sebagian kota dari pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papua, NTB-Bali, dengan prosentase 80% peserta laki laki dan 20% perempuan. (Feature of Impessa.id by Antok Wesman)

