Dyani Dee Rilis Single Berjudul Cintamu Bukan Untukku
Single pertama Dyani Dee bersama Omah Watu Art (Production) kali ini ditulis oleh komposer Louise Mercy Eunice dan diaransemen oleh Kelana Halim.
Impessa.id, Yogyakarta – Dyani Dee atau akrab disapa Dyani hadir membawakan lagu bernuansa patah hati, sejak hiatusnya dari industri musik satu dekade yang lalu. Berangkat dari ajakan komposer Louise Mercy Eunice (Mercy), Dyani pun langsung meng-iyakan untuk berproses bersama, mengerjakan lagu “Cintamu Bukan Untukku”.
Lagu “Cintamu Bukan Untukku” menjadi single perdana Dyani bersama production house Omah Watu Art Yogyakarta. Berangkat dari kisah nyata Mercy, lagu itu menceritakan kisah cinta yang tidak memungkinkan di antara dua sejoli.


Karya itu juga merupakan hasil kontemplasi sang komposer selama masa pandemi dalam menjawab, “Bagaimana kalau cinta datang karena terbiasa, namun tak bisa memiliki?”
“Aku ingin lagu ini menjadi anthem sederhana bagi para insan yang pernah mengalami kuldesak, antara untuk tetap mencinta atau berhenti. Tapi tentunya dengan komposisi yang mewakili kisah yang kubawa,” ungkap Mercy pada acara konferensi pers peluncuran single “Cintamu Bukan Untukku” di Djiwa Coffee, The Ratan, Ringroad Selatan-Yogyakarta, pada Sabtu sore (5/3/2022).

“Cintamu Bukan Untukku” menjadi sebuah pengingat bahwa tidak semua yang pernah, masih dan akan ada, sepenuhnya akan tetap tinggal menjadi tempat pulang pagi setiap manusia.
Kepada Impessa.id, Mercy mengaku tetap konsisten dengan pilihan lagu kreasinya mengacu era-80an, lagu-lagu yang digemari ibundanya. dan dirinya mengaku tidak larut mengikuti arus pilihan anak muda untuk memilih genre musik indie, terlebih diusianya yang masih belia (20 tahun).

Menurut Mercy, prospek blantika musik di Tanah Air khususnya, semakin cerah karena teknologi yang semakin advance maka musik yang diproduksi semakin bagus, dan untuk lagunya “Cintamu Bukan Untukku” yang resmi diluncurkan pada 4 Maret 2022, disemua digital platform, dibarengi dengan video clip yang tayang di YouTube, dimana belum 24 jam sudah ditonton lebih dari 2K views.
Pilihan Dyani Dee membawakan lagu “Cintamu Bukan Untukku”, dikarenakan adanya chemistry diantara keduanya setelah sekian lama bersahabat, mengingat keduanya boleh dibilang ‘anak band’ yang mana warna suara khas Dyani Dee memang pas dengan lagu ‘melow’ namun dibawakan dengan sepenuh hati sehingga begitu ‘easy listening’ dan cocok didengarkan disaat sore hari sambil nyeruput secangkir kopi hangat.

Sore itu, Dyani Dee tampil melantunkan satu nomor tersebut secara apik, diiringi tiga personil band mahasiswa UGM dan Undip, serta basist sang arranger Mercy. Ada level tersendiri ketika lagu itu dibawakan oleh Dyani Dee yang memang telah malang-melintang didunia permusikan.
Sementara itu, secara aransemen dan sound design, Kelana Halim mengungkapkan lagu tersebut sangat dipengaruhi oleh lirik dan juga progresi chord dasarnya. Rasa yang ingin ditimbulkan adalah keputusasaan, kesedihan dan kesepian. Nuansa lagu juga dibuat sepi dan menggaung seakan seseorang berada sendirian di dalam ruangan hampa yang besar.

Selain itu, terdapat unsur etnis dengan masuknya alat musik tradisional gamelan untuk memberi nuansa etnis yang bisa membaur dengan lagu itu. “Chorus terakhir dibuat lebih menggelegar untuk menambahkan klimaks sebelum musiknya padam dan kembali menjadi sepi, sesuai dengan kalimat terakhir dalam liriknya ‘kutahu kau takkan milikku’," ungkap Kelana. Proses pengerjaan lagu direkam di Studio Kelana, Bintaro, dan dibalut oleh sentuhan mixing dari sang arranger, Kelana Halim.
“Cintamu Bukan Untukku”; Penyanyi: Dyani Dee; Executive Producer: Omah Watu Art; Komposer: Louise Mercy Eunice; Lirik: Louise Mercy Eunice & Rita H; Arranger, Mixing & Mastering: Kelana Halim (StudioKelana); Artwork Single: Louise Mercy Eunice & Daneswara; Musik Video: Djiwa.Co Creative; Narahubung: +62 818-754-456 (Mercy); Contact: Tony - Omah Watu Art (Production); Phone: 0821-1192-9292; Email: omahwatuart@gmail.com (Laili Muflihah/Antok Wesman-Impessa.id)

