Event

Ngayogjazz Dihelat di Dusun Karang Tanjung-Pandowoharjo, Ngaglik, Sleman, Secara Hybrid, Daring dan Luring, Sabtu, 20 November 2021

Ngayogjazz Dihelat di Dusun Karang Tanjung-Pandowoharjo, Ngaglik, Sleman, Secara Hybrid, Daring dan Luring, Sabtu, 20 November 2021

Ngayogjazz Dihelat di Dusun Karang Tanjung-Pandowoharjo, Ngaglik, Sleman, Secara Hybrid, Daring dan Luring, Sabtu, 20 November 2021

Impessa.id, Yogyakarta: Tahun 2021 akhirnya suasana nonton jazz di desa dapat dirasakan kembali oleh penggemar jazz. Ngayogjazz 2021 dapat disaksikan secara daring dan luring pada, Sabtu Kliwon, 20 November 2021. Secara daring atau On-Line, melalui website www.ngayogjazz.com. Sedangkan penonton yang ingin menikmati Ngayogjazz secara Off-Line atau langsung harus memenuhi beberapa syarat seperti berusia di atas 12 tahun, sehat jasmani dan rohani, telah melakukan vaksinasi Covid-19 dosis lengkap, dan bersedia menerapkan standar protokol kesehatan yang berlaku selama berada di lokasi.

Panitia Ngayogjazz 2021 dalam Media Gathering, Senin (15/11/2021) di  The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, Ir Singgih Raharjo SH MEd, Butet Kartaredjasa -Budayawan, Sunarto -Dukuh Karang Tanjung dan Francois Dabin -Direktur IFI-LIP Yogyakarta, yang dipandu Bambang Paningron, mengungkapkan bahwa pihaknya kini menerapkan sistem baru bagi penonton secara Off-Line.

“Masyarakat yang ingin menonton langsung di lokasi harus membeli paket produk UMKM Desa Karang Tanjung terlebih dahulu seharga Rp 50.000,00 per orang, di aplikasi visitingjogja. Selain berisi produk UMKM, seperti Pot dari Sabut Kelapa, paket yang tersedia dalam jumlah terbatas itu, sudah termasuk voucher makan-minum di lokasi dan biaya parkir pengunjung,” ujar Bambang Paningron selaku Board of Creative Ngayogjazz.

Tahun 2021, tagline yang dipilih terinspirasi dari falsafah Jawa "Tetep Eling Lan Waspada" yang kemudian dimodifikasi oleh Ngayogjazz menjadi “Tetep Ngejazz Lan Waspada”. Tema tersebut dipilih sebagai upaya Ngayogjazz menghadapi tantangan yang ada dengan kondisi pandemi yang diharapkan berangsur membaik.

(Bambang Paningron selaku Board of Creative Ngayogjazz).

Tahun 2021, Ngayogjazz memutuskan untuk kembali ke Dusun Karang Tanjung, Desa Pandowoharjo, Ngaglik, Sleman, dengan pintu masuk ke lokasi yang tidak banyak, sangat memungkinkan untuk mengawasi dan mengatur arus kedatangan pengunjung dari luar, terlebih ketatnya aturan yang diterapkan panitia yakni bagi mereka yang istilahnya Go-Show akan di hentikan dan dilarang masuk jika tidak bisa menunjukkan bukti terdaftar di aplikasi VisitingJogja.

Dusun Karang Tanjung merupakan desa wisata berbasis kampung iklim, masyarakatnya memiliki kesadaran kelestarian lingkungan hidup. Dalam rangka mendorong masyarakat melakukan peningkatan adaptasi terhadap perubahan iklim, Dusun Karang Tanjung memiliki program yang bernama Program Kampung Iklim. Selain itu, banyak potensi budaya yang bisa dieksplorasi diantaranya, Bregada, Jatilan Edan-edanan, dan Cokekan, serta potensi UMKM yang beragam.

(Sunarto -Dukuh Karang Tanjung, Desa Pandowoharjo, Ngaglik, Sleman)

Ngayogjazz 2021 menampilkan sejumlah musisi seperti: Krakatau Ethno, Balawan & Brayat Endah Laras, Nita Aartsen & JogJaC Team (Mike Del Ferro, Alexander, Olaf Keus, Kuba Skowronski), Kua Etnika & Peni Candra Rini, Frau, Peemaï (Perancis), Papua Original, Mario Zwinkle and Joyosudarmos, Noto dan Swingayogya, dan tentunya komunitas jazz se-Nusantara.

Selama lima belas tahun berjalan, Ngayogjazz telah banyak berkembang bahkan melebihi harapan dari para penggagasnya. Terutama jika menyinggung soal tontonan bagi semua kalangan dan menciptakan masyarakat pendukung produk seni. Tentu saja ini merupakan sebuah investasi kultural yang tak ternilai. Ngayogjazz selalu mengajak semua pihak untuk turut serta dalam jamming session, menjadi bagian dari gelaran jazz tahunan yang digelar di desa, harapannya Ngayogjazz dapat terus jamming dan bergembira ria bersama para sedulur jazz.

(Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, Ir Singgih Raharjo SH MEd)

Ngayogjazz 2021 diwarnai dengan berbagai rangkaian acara yang menambah semarak pelaksanaannya, berupa Workshop Reriungan dan Lekasan Ngayogjazz. Workshop Reriungan adalah acara komunitas jazz berkumpul, berbagi pengetahuan, dan berkarya, bersama Sri Hanuraga (peraih AMI Award untuk Artis Jazz Instrumentalia Terbaik 2016). Workshop secara daring selama satu bulan sebelum pelaksanaan Ngayogjazz, hasilnya satu kolaborasi yang dipresentasikan di hari pelaksanaan Ngayogjazz 2021.

Sedangkan, Lekasan Ngayogjazz bertujuan memberikan ruang bagi anggota komunitas tetap berkarya walaupun pandemi melanda. Lekasan juga menjadi ajang untuk tetap menjalin komunikasi dengan komunitas di luar Yogyakarta. Berkolaborasi dengan Komunitas Jazz Yogyakarta serta para pranata acara Ngayogjazz, Lekasan disiarkan langsung pada 16 dan 18 November 2021 melalui kanal YouTube Ngayogjazz.

Daftar Panggung dan Penampil;

Untuk Panggung BREGAS:

1. Noto dan Swingayogya Bigband

2. Watujago Kwartet (TreJazzCom Trenggalek)

3. Kua Etnika & Peni Candra Rini

4. FJazzc-Saxunity (Fusion Jazz Community Surabaya)

5. Nita Aartsen & Jogjac Team (Mike Del Ferro, Alexander, Olaf Keus, Kuba Skowronski)

6. YK Samarinda

7. Krakatau Ethno

Untuk Panggung WARAS:

1. Cokekan

2. Satria Quartett (Komunitas Jazz Purwokerto)

3. Seconda Volta

4. MLDJazzProject

5. Java Five (Komunitas Jazz Ngisoringin Semarang)

6. Aditya Ong Quartet

7. Mario Zwinkle & Joyosudarmos

8. The aliansi SkaJazz Ansamble

9. BALAWAN & BRAYAT ENDAH LARAS

Untuk Panggung SARAS:

1. Palembang Jazz Community

2. Devano Gabriel (Balikpapan Jazz Lovers)

3. Magelang Jazz Community

4. Blue Batik Replica New Generations (Pekalongan Jazz Society)

5. 3 & 4 Mrs. Holdingsky (Komunitas Jazz Ponorogo "Jazztilan")

6. Jogja Blues Forum

7. Alfado Jacob Trio (Solo Jazz Society)

8. Titisari Tahu ISI

9. Seterusunyi

10. PEEMAÏ (Perancis)

11. FRAU

12. Papua Origin

(Direktur Institut Francais Indonesia, IFI-LIP Yogyakarta, Francois Dabin)

Direktur Institut Francais Indonesia, IFI-LIP Yogyakarta, Francois Dabin ketika dikonfirmasi Impessa.id, terkait keterlibatan band asal Perancis bernama PEEMAI di Ngayogjazz 2021, mengaku sangat senang bisa ikuti ajang jazz di Yogyakarta yang dia amati sejak 2013. “Grup band Peemai dengan empat personilnya masing-masing, Alfred Vilayleck -bassis, Franck Vaillant -drummer, Hugues Mayot -saxophonist dan keyboards, serta Gilles Coronado -gitaris, kini sedang mengikuti residensi di Komunitas Gamelan Gayam-16 Yogyakarta, dan merasa senang diundang ikut tampil di salah satu panggung pertunjukan Ngayogjazz 2021 di Dusun Karang Tanjung, Desa Pandowoharjo,” ungkap Francois Dabin. (Tim Humas Ngayogjazz 2021/Antok Wesman-Impessa.id)