Feature

Grup Musik Asal Yogyakarta, Langit Sore, Kolaborasi Dengan GAS, Rilis Web Series, Berjudul Rumit

Grup Musik Asal Yogyakarta, Langit Sore, Kolaborasi Dengan GAS, Rilis Web Series, Berjudul Rumit

Grup Musik Asal Yogyakarta, Langit Sore, Kolaborasi Dengan GAS, Rilis Web Series, Berjudul Rumit

Impessa.id, Yogyakarta; Bermula dari pertemuan santai antara Bagoes Kresnawa dari Gelora Abadi Sentosa (GAS) dengan Kakung Triadmojo dan Arman Harjo, keduanya dari grup musik Langit Sore, sebelum pandemi merebak, mereka memperbincangkan hasrat untuk membuat karya visual yang mempresentasikan musik, mengingat Bagoes sendiri adalah musisi juga (penggebug drum).

Rencana mereka bertiga terwujud justru ditengah-tengah wabah tengah berjangkit sehingga penggarapannya selama empat hari di beberapa lokasi syuting antara lain di kawasan Wirobrajan dan Pantai Parangtritis, dituntut sepenuhnya harus memenuhi prokes yang telah ditetapkan pemerintah.

Langit Sore, band asal Yogyakarta yang terbit pada 2019, alhasil tampil membawa kejutan yang menggebrak para pendengar musik di Indonesia melalui karya web series berjudul “Rumit” berdurasi sekitar 15 menit. Pilihan YouTube untuk tayangan produk spesialnya, Bagoes Kresnawa selaku Director “Rumit The Series” menyatakan sebagai investasi untuk sukses kedepannya

“Rumit The Series”, karya web series dari Langit Sore yang berasosiasi bersama (GAS) melibatkan beberapa aktor dan aktris ternama, seperti Rukman Rosadi (memerankan Satrio), Teguh Bahalwan (memerankan Agung), Vania Valencia (sebagai Grace), Syarifah Farida (sebagai Intan), dan Kukuh Prasetya (berperan sebagai Peppy).

Berikut sepenggal kisah dari “Rumit The Series”;

Perbedaan seringkali menjadi alasan yang sangat kuat bagi seseorang untuk tidak lagi mempertahankan apa yang sebelumya ia yakini bisa beriringan. Perbedaanpun seringkali menjadi penyebab bagi seseorang untuk menemui rasa sakitnya, padahal bahagialah yang selalu ia harap sebelumnya.

Hari-hari indah Agung seketika berubah menjadi duka. Ia masih belum bisa menerima kenyataan yang ada di depan mata. Grace, sosok Wanita yang dirinya sangat cintaim harus rela is lepaskan karena perbedaan yang ada di antara keduanya. Belum lagi Satrio, ayahanda dari Agung tetap teguh dengan pendiriannya, yang memandang hubungan antara Agung dan Grace tak seharusnya ada.

Tak berhenti sampai disitu, saat Agung perlahan membuka hatinya untuk yang lain, Satrio lagi-lagi tidak berhenti untuk terlibat didalam kehidupan pribadi anak sematra wayangnya itu. Intan, sosok Wanita yang kini mulai mengisi relung hati Agung, mentah-mentah tak diberi ruang lebih oleh Satrio.

Pada umumnya sebuah lagu tercipta karena sebuah film, “Rumit The Series” sendiri tercipta karena lagu-lagu yang diciptakan Langit Sore. Nomor berjudul “Dalam Iman Kita Berpisah”, “Sembunyi-Sembunyi Mencintai” dan “Mencintai Tak Direstui” adalah tiga lagu yang melatarbelakangi terciptanya karya itu, dan juga menjadi original soundtrack (OST) bagi web series yang sudah mulai ditayangkan pada Kamis (30/9/2021) di kanal YouTube Langit Sore Official.

Sampai kini Grup Musik yang sempat mengisi soundtrack film layar lebar Mariposa, telah merilis tiga album penuh, yang telah diterima oleh banyak penggemar musik di Tanah Air.

Kakung Triadmojo mengaku, lagu “Rumit” sendiri adalah karya yang sangat berkesan baginya, sebab, berkat lagu itulah Langit Sore mulai dikenal oleh para pendengar musik di Indonesia. Oleh karena itu, melalui web series tersebut, mereka ingin menyuguhkan ‘kerumitan’ lainnya melalui media yang berbeda.

“Selama ini kami memang terbiasa untuk menantang diri kami sendiri dalam berkarya. Dunia visual adalah suatu hal yang baru bagi kami. Dan dalam penggarapan “Rumit The Series” ini, para personil Langit Sore terlibat secara langsung untuk setiap proses yang ada didalamnya. Cukup menantang, dan membuat ketagihan. Kalau ada kesempatan lagi untuk berkarya seperti ini, kami mau sekali,” tutur Kakung.

Sama seperti saat Langit Sore berkarya melalui media musik, “Rumit The Series” berisikan kisah-kisah asmara yang sering dialami oleh para kawula muda. Contohnya saja seperti yang tergambar dalam ke tiga OST dari web series tersebut.

“Cinta beda keyakinan, cinta tapi sembunyi-sembunyi, atau cinta sama seseorang tapi nggak direstui sama orang tuanya, itu hal yang dialami oleh banyak orang. Dan disini kami berusaha untuk kembali menyuarakan itu semua,” ungkap Kakung.

“Rumit The Series” ini merupakan cerminan nyata yang terjadi ditengah masyarakat Indonesia. Dalam project web series, Langit Sore bersama GAS menayangkan tiga episode, setiap kisahnya berdiri sendiri, namun masih memiliki benang merah di antara ketiganya.

Bagoes mengakui bahwa “Rumit The Series” adalah pengalaman yang sangat berharga bagi dirinya. “Kalian harus njonton, karena web series ini merupakan gambaran problematika asmara yang ada disekitar kta. Minimal satu kasus yang kita gambarkan disini kalian pasti sudah pernah mengalami,” jelasnya.

Bagoes berharap, “Semoga kehadiran “Rumit The Series” dapat mewakili perasaan banyak orang yang pernah, bahkan sedang mengalami kejadian serupa. Semoga “Rumit tehe Series” pun bisa menjadi ruang kritik bahwa apapun pilihan kita, kitalah yang menjalani,” imbuhnya.

Pada penayangan perdana “Rumit The Series” Langit Sore menghadirkan mini konser bertempat di Makanya Restaurant Jalan Watugede, Wonorejo, Sariharjo, Ngaglik-Sleman, Yogyakarta, pada Kamis, 30 September 2021, sebagai penghormatan untuk semua tim yang terlibat dalam produksi web series.

Untuk kamera yang digunakan dalam produksi web series tersebut, Langit Sore didukung penuh oleh Lumix dan tayangan web series dapat dinikmati di kanal YouTube Langit Sore Official pada 30 September, 8 Oktober dan 15 Oktober 2021. (Feature of Impessa.id by Langit Sore Official-Antok Wesman)