Feature

Gus Fuad, Sudah Saatnya Tokoh Masyarakat Gelar Vaksinasi Covid-19 Secara Terbuka

Gus Fuad, Sudah Saatnya Tokoh Masyarakat Gelar Vaksinasi Covid-19 Secara Terbuka

Gus Fuad, Sudah Saatnya Tokoh Masyarakat Gelar Vaksinasi Covid-19 Secara Terbuka

Impessa.id, Yogyakarta: Senin pagi, 13 September 2021, warga masyarakat Pleret-Bantul sudah berkumpul di Pondok Pesantren Roudlotul Fatihah Pleret, tertib antri guna mengikuti vaksinasi Covid-19 yang digelar pihak ponpes bekerjasama dengan Kodim 0729 Bantul yang mengerahkan 13 Dokter Muda yang kini tengah mengikuti diklat di Akademi Militer Tidar-Magelang, memberikan layanan kepada lebih dari seribu pendaftar untuk divaksin.

Ketika dikonfirmasi Impessa.id, terkait penyelenggaraan vaksinasi secara terbuka di pondok pesantren, Pimpinan Pondok Pesantren Roudlotul Fatihah Pleret yang akrab disapa Gus Fuad menuturkan, “Saya itu merasa terpanggil untuk membantu pemerintah menggerakkan vaksinasi dan kebetulan saya punya pesantren, orang menyebut saya Kyai, dimana ada sebagian ustadz dan Kyai yang termakan Hoax, sehingga menolak vaksinasi Covid-19, karenanya saya mengajukan diri sebagai simbol, bahwa vaksin itu halal, bahwa vaksin itu harus, untuk membantu Pemerintah supaya pandemi ini segera berakhir,” akunya.

Lebih lanjut Gus Fuad menjelaskan, karena sifatnya lebih kearah simbolis, pihaknya bekerjasama dengan Kodim 0729 Bantul, dan pesertanya 75% warga sekitar, dan yang 25% dari mana saja, siapapun dari manapun, dari kota lain boleh ikut vaksinasi karena ini istimewa, tujuannya ingin menunjukkan bahwa pesantren, Kyai, santri, ikut membantu pemerintah menyelenggarakan vaksinasi.

Gus Fuad, sebagai pimpinan pesantren yang otomatis merupakan tokoh masyarakat, berinisiatif untuk menggemakan vaksinasi Covid-19 agar pandemi yang melanda negeri ini segera berakhir. Gus Fuad berharap agar langkahnya diikuti oleh para tokoh masyarakat lainnya untuk lebih memudahkan realisasi program pemerintah tersebut di kalangan masyarakat. Dengan bergeraknya para tokoh masyarakat yang berkoloborasi dengan petugas pelaksana vaksinasi, diharapkan program vaksinasi di seluruh Indonesia akan lebih mudah terlaksana dan lebih cepat selesai, sehingga pandemi Covid-19 segera menghilang dari Bumi Pertiwi.

“Ayo, semua ustadz, semua Kyai berhenti termakan hoax, mari kita sukseskan vaksinasi yang dicanangkan pemerintah supaya pandemi segera berakhir, kasihan rakyat kecil, kasihan sektor-sektor pekerjaan yang terganggu, seperti dunia entertainment. Ada beberapa pesantren yang menyelenggarakan vaksinasi, tetapi sifatnya kan tertutup, internal, dan tidak menyatakan diri secara terbuka didepan publik. Kalau kami terbuka, kami harus tampil di publik, pesertanya ada dari pesantren lain, bahkan ada yang datang dari Semarang. Karena pesantren harus menjadi mitra pertama pemerintah untuk menyelesaikan masalah pandemi ini. Inshaa Allah semuanya terus menyadari,” ungkap Gus Fuad.

Pesannya, kalau bisa semua pesantren menyelenggarakan vaksinasi secara terbuka, meskipun pemerintah sudah sedemikian-rupa menggelar vaksinasi, namun masih banyak warga masyarakat yang belum tahu cara mengakses agar bisa ikut divaksin.

“Kami buka pendaftaran, kami sebarkan lewat media sosial dan peminat dipersilahkan menghubungi nomor kontak yang telah disediakan, jika kuota sudah penuh, maka mereka yang mendaftar belakangan, kami anjurkan untuk mengikuti kegiatan vaksinasi yang digelar di tempat lain dengan cara memberitahukan prosedur pendaftarannya,” imbuh Gus Fuad.

Vaksinasi di Pondok Pesantren Roudlotul Fatihah kali ini, Senin (13/9/2021) sudah terpenuhi 1400 dosis, namun masih bnayak warga masyarakat yang belum divaksin, begini tanggapan Gus Fuad. “Apabila pihak Kodim Bantul masih ingin melanjutkan lagi vaksinasi disini, kami siap, kalau memang perlu setiap hari pun kami siap, kan bagus itu, supaya pandemi segera selesai. Pandemi berubah menjadi endemi di tahun 2022,” jawabnya.

Tingginya animo dan antusisme warga masyarakat mengikuti vaksinasi di PonPes Roudlotul Fatihah, Pleret-Bantul, Yogyakarta, luar biasa, sejak pagi mereka berduyun-duyun memenuhi halaman Ponpes dan sebagian lagi tertib antri diluar pintu gerbang yang dijaga panitia dibantu aparat Kepolisian dan TNI, menunggu masuk dengan aturan buka-tutup, sesuai daya tampung kursi yang telah disediakan panitia.

“Kita mem-back-up program pemerintah mengenai penanganan pandemi dan vaksinasi itu kunci. Dengan vaksin setidaknya resiko kematian dihentikan. Resiko orang terkena covid sampai mati itu bisa dihentikan dengan vaksinasi, tidak ada cara lain. Banyak orang-orang yang sumber rejekinya berasal dari dunia entertainment, banyak musisi yang menjual alat-alat musiknya karena lama gak ada job, terlebih di kota-kota besar seperti Jakarta, ratusan ribu orang yang terlibat, semua collapse, satu-satunya jalan ya kita satu komando dengan pemerintah. Apapun program pemerintah terkait vaksinasi kita back-up sepenuhnya, orang Jawa mengatakan, banda-bahu-pikir, dengan harta, dengan tenaga dan dengan pikiran, untuk mendukung itu, kasihan rakyat kecil,” jelas Gus Fuad.

Selama pandemi, selama PPKM, PonPes Roudlotul Fatihah Pleret-Bantul, membatasi kegiatan, meski asupan gizi bagi seluruh santri tetap diprioritaskan, alhamdulillah, sampai hari ini, semua santri aman, sudah di tes hasilnya negatif, yang menetap ada 70 santri, sedang yang tidak menetap kalau dijumlah ada tiga-ribu orang, dengan rentang usia mulai dari anak-anak Taman Kanak-Kanak, pekerja yang masih jomblo, sampai manula, mayoritas santrinya adalah pelajar-mahasiswa, anak-anak muda usia produktif. Mereka masing-masing belajar menuntut ilmu sesuai keinginan masing-masing, ada yang ingin menghafal Al Qur’an, ada yang ingin mendalami Kitab Kuning, ada yang ingin belajar Tarekat, dan lain sebagainya. Semua dalam bimbingan 30 ustadz. Bahkan ada dua lulusan Tahfiz PonPes Roudlotul Fatihah berhasil menjadi juara internasional Lomba Hafiz Qur’an 30 Juz dan Hafalan 10 Juz, setelah menjuarai lomba tingkat nasional.

Menurut Gus Fuad, besarnya animo warga menghadiri vaksinasi di PonPes Rodlotul Fatihah membuktikan keberhasilan program pemerintah yang dicanangkan Luhut Binsar Panjaitan dengan mengerahkan Tentara dan Polisi, terlibat aktif selama proses vaksinasi Covid-19 di Tanah Air, semoga ditiru oleh ASN (Aparatur Sipil Negara) yang berkecimpung di Desa-desa. “Saya angkat topi untuk Luhut Binsar Panjaitan, salut atas kinerja yang luar biasa efektif,” aku Gus Fuad.

Dalam pada itu, Kapten Corps Zeni Suyadi, Danramil Pleret kepada Impessa.id menyatakan, berdasarkan perintah Dandim 0729 Bantul, bahwa seluruh Danramil di Kabupaten Bantul membantu percepatan vaksinasi, dengan harapan setelah di vaksin warga akan mempunyai kekebalan atau imun yang tinggi, sehingga apabila terpapar Covid, tentunya mereka tidak ada gejala yang berat. Data akhir-akhir ini jumlah warga yang terpapar angkanya terus menurun bahkan di wilayah Pleret sudah Nol.

“Kami bersinergi dengan Polres, ataupun Polsek dan Kecamatan Pleret, ataupun Kapanewon, bekerjasama untuk vaksinasi, sehingga target bisa cepat tercapai. Kerjasama apik ini sudah berjalan empat kali, di Mantikan-Jejeran, empat hari lalu, 1400 dosis, tervaksin 1060 warga, kemudian di SMKN 1 Pleret, 1200 dosis tervaksin 1100 peserta. Di Pondok Pesantren MBS di Pleret, pesertanya diatas 1100, beerlangsung Minggu, dan hari ini, Senin, 13 September 2021, kami sediakan 1200 dosis vaksin, habis terpakai,” jelas Kapten Suyadi.

“Kami bekerjasama dengan kader-kader di Kelurahan dengan membuka link pendaftaran, peserta vaksinasi kami batasi 750 orang. Dan selebihnya kami sediakan untuk warga Pleret yang daftar secara langsung di lokasi. Sekarang masyarakat sudah mulai sadar pentingnya vaksinasi, yang pertama, untuk kekebalan tubuh mereka sendiri, yang kedua memang ini adalah syarat, kalau mau bepergian kemana saja harus bisa menunjukkan Kartu Sudah Vaksin,” imbuh Kapten Suyadi.

Ada informasi menarik bagi masyaralat bahwa di wilayah Pleret-Bantul, kegiatan vaksinasi dilakukan setiap hari, di Puskesmas, setiap hari disediakn 300 dosis dengan target sampai satu minggu kedepan, demikian halnya di Rumah Sakit Permata Husada Jalan Raya Pleret, menyiapkan setiap harinya 100 dosis.

Sementara itu peserta vaksinasi Gilang Pujarahmadi (22 thn) mahasiswa UIN Suka, tinggal di Tamantirto, Kasihan, Bantul, kepada Impessa.id menuturkan, “Kebetulan saya sering ngaji disini, begitu ada informasi vaksinasi untuk umum saya bersama keluarga dan teman ikut daftar, rasanya setelah divaksin ya senang, sudah bisa keluar kota dengan aman,” akunya. Begitu halnya Aska Purnama El Fatih, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, warga Tamantiro-Kasihan, Bantul, yang berawal tidak dapat kuota vaksin dimana-mana, baru kemudian setelah dapat info dari Gilang, bisa ikut vaksinasi di Ponpes Roudlotul Fatihah Pleret. “Membunuh rasa penasaran saya tentang vaksin,” komentarnya kepada Impessa.id setelah divaksin. (Feature of Impessa.id by Antok Wesman)