Kembang Belukar, Live di YouTube Sastra Bulan Purnama, Sabtu, 24 Juli 2021, Pukul 19.30 WIB
Octo Noor Arafat, Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Pemkot Yogyakarta, menjadi salah satu pembaca puisi bertajuk "Kembang Belukar", Live di YouTube Sastra Bulan Purnama, Sabtu, 24 Juli 2021, Pukul 19.30 WIB
Impessa.id, Yogyakarta: Kembang Belukar adalah judul buku puisi karya Yuliani Kumudaswari, perempuan penyair yang tinggal di Semarang, dan diluncurkan di Sastra Bulan Purnama 118, Rumah Budaya Tembi, Sewon-Bantul, Yogyakarta, dalam Poetry Reading From Home seri 18, live melalui youtube Sastra Bulan Purnama, Sabtu, 24 Juli 2021 pukul 19.30 WIB.
Selain dibacakan sendiri oleh Yuliani, beberapa pembaca akan ikut membacakan puisi Yuliani. Para pembaca datang dari kota yang berbeda, Rita Ratnawulan, Restia Herdiana (Jakarta), Ismael Daeng Sannang (tinggal di Bali), pembaca lainnya dari Yogyakarta, Eko Winardi, Yantoro, Ninuk Retno Raras, Nunung Rieta, Endah Sr, Tedy Kusairi, Sashmytha Wulandari, Octo Noor Arafat, Chacha Baninu, Tosa Santosa.

Yuliani, memang produktif menulis puisi, hampir setiap tahun, buku puisinya terbit, dan buku puisi ‘Kembang Belukar’ merupakan buku ke-enam karya tunggalnya. Puisi2nya yang lain dipublikasikan di beberapa media cetak dan on line, serta antologi puisi bersama dengan sejumlah penyair dari berbagai kota.
Para pembaca puisi, selain penyair, penulis cerpen dan pemain teater. Yantoro misalnya, tahun 1980an cukup rajin menulis puisi, dan aktif di Teater Stemka, belakangan dia sering pentas monolog. Eko Winardi, aktor teater, sering menulis puisi, sejumlah peran pernah ia mainkan dalam pentas teater. Ninuk Retno Raras, penulis cerpen, seringkali tampil membaca puisi di Sastra Bulan Purnama.
Ristia Herdiana yang tinggal di Jakarta, beberapa buku puisinya sudah terbit, dan beberapa kali tampil membaca puisi. Endah Sr, penyiar radio sekaligus penari Jawa, buku novelnya pernah diterbitkan, beberapa kali juga sering baca puisi di Sastra Bulan Purnama. Octo Noo Arafat, sekarang menjabat Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pemerintah Kota Yogyakarta, pembaca puisi yang menyenangkan. Tedy Kusairi, youtuber dan pegiat sastra di Bantul.
Tosa Santosa, pegiat fashion di Yogya, berulangkali tampil membaca puisi tidak hanya di Sastra Bulan Puirnama, tetapi juga di tempat-tempat lain. Nunung Rieta, buku puisinya sudah terbit, dan belakangan sering main teater dan film. Sashmytha Wulandari, sejumlah puisinya ikut dalam beberapa antologi puisi dan membaca puisi Yuliani sambil diiringi petikan gitar oleh Meuz Prazt, perupa yang piawai memetik gitar.

Para pembaca lainnya, Rita Ratnawulan, pecinta puisi tinggal di Jakarta dan beberapa kali tampil membaca puisi dalam beberapa seri poetry Reading from Home. Ismael Daeng Sannang, tinggal di Bali dan Chacha Baninu, perupa, ikut tampil membaca puisi karya Yuliani Kumudaswari. Ismael Daeng memetik gitar mengiringi Diah istrinya membaca puisi berjudul ‘Kembang Seruni’. Tidak ketinggalan, Yanti S.Sastro, perempuan penyair dan pengajar, tinggal di Semarang ikut tampil membacakan puisi karya Yuliani Kumudaswari.
Ons Untoro, koordinator Sastra Bulan Purnama yang mengikuti pertumbuhan kepenyairan Yuliani Kumudaswari sejak sebelum menerbitkan buku puisi, tetapi sudah mulai menulis puisi dan tinggal di Medan, melihat perkembangan puisi Yuliani sangat menyenangkan, dan memiliki seleksi kata yang teliti.
“Sejak buku puisinya yang pertama, sampai buku puisi yang sekarang diluncurkan ini, Yuliani sudah mulai terlihat tidak tergesa menulis puisi, selalu melalui proses perenungan sebelum dia menuliskan. Bagi Yuliani, menulis puisi tidak untuk mengejar predikat penyair, tetapi lebih sebagai ruang ekspresi, dan predikat penyair mengikuti setelah produktifitasnya terbukti,” ujarnya lebih lanjut. (Ons/Antok Wesman-Impessa.id)
