Event

ARTJOG Arts in Common, Time (to) Wonder, Berlangsung Di JNM, 8 Juli-31 Agustus 2021

ARTJOG Arts in Common, Time (to) Wonder, Berlangsung Di JNM, 8 Juli-31 Agustus 2021

Love Is a Many Splendored Thing 2021, glasses, sand variable dimensions, karya Jompet Kuswidananto yang digelar dalam ARTJOG Arts in Common, Time (to) Wonder, di JNM jalan Amri Yahya-Gampingan, Yogyakarta, 8 Juli-31 Agustus 2021

Impessa.id, Yogyakarta: Setelah sempat tertunda akibat pandemi Covid-19, ARTJOG MMXXI: Arts in Common, Time (to) Wonder sebagai seri kedua, akhirnya dilaksanakan. Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM darurat) mengharuskan ARTJOG berjalan dengan format daring terlebih dahulu.

Saat kondisi memungkinkan, program ARTJOG dilaksanakan dengan cara presentasi gabungan antara luring dan daring, tentunya dengan pembatasan jumlah pengunjung dan dilakukan dengan prosedur kesehatan yang baik dan sesuai dengan arahan pemerintah. Lokasi luring di Jogja National Museum, berlangsung pada tanggal 8 Juli - 31 Agustus 2021.    

(Gerhana Waktu 2021, acrylic on canvas, karya Indiguerillas)

(Sikat Terus, Oggz X Setsu X Muck, 2021, spray paint, detergent on canvas, 270 x 200 cm, karya OGGZ)

ARTJOG MMXXI sebagai sebuah peristiwa seni telah mendedikasikan dirinya untuk membangun jejaring seni rupa kontemporer di tingkat lokal dan juga komunitas seni rupa global. Karya-karya terbaik dari para seniman undangan maupun aplikasi dengan beragam medium siap hadir ke hadapan publik.

ARTJOG adalah rumah; adalah ruang pertemuan antara seniman dengan pegiat seni atau seniman yang lain, antara satu gagasan dengan gagasan yang lain, antara satu pengalaman dengan pengalaman yang lainnya.

(On Heavy Rotation: Remix Fantastix,  8-20 Juli 2021, karya Anang Saptoto, Daniel Satyagraha, Eris Setiyawan, Danysswara dari Ruang MES 56)

(Selalu Ada Besok Sebelum Lusa, 2019, soft pastel on canvas, 200 x 300 cm (diptych); Made of Stone, 2020, soft pastel on canvas, 160 x 240 cm; Tricks, 2020, soft pastel on canvas, 170 x 300 cm, karya Riono Tanggul Nusantara a.k.a Tatang)

(Kontes Para Pemikir #2, 2021, acrylic on canvas, 200 x 300 cm dan Saksi, 2021, gunny sack and acrylic paint, height 200 cm, width 70 cm, karya Samsul Arifin)

Seniman yang berpartisipasi yakni, Agung 'Agugn' Prabowo, Agung Kurniawan, Bonggal Jordan Hutagalung, Citra Sasmita, Duto Hardono, Eko Nugroho, Eko Prawoto, Eldwin Pradipta, Enka Komariah, Entang Wiharso, Erika Ernawan in collaboration with Erik Pauhrizi, F.X. Harsono, Galih Adika Paripurna, I Nyoman Masriadi, Indiguerillas, Irene Agrivine in collaboration with Caroline Rika, J. Ariadhitya Pramuhendra, Jompet Kuswidananto, Ki Sigit Sukasman, Lintang Radittya, Mella Jaarsma, Mohamad 'Ucup' Yusuf, Muhammad Akbar, Nadiah Bamadhaj featuring Senyawa, Ngakan Made Ardana, Nurrachmat Widyasena, OGGZ, Prihatmoko Moki, R.E. Hartanto, Restu Ratnaningtyas, Riono Tanggul Nusantara a.k.a Tatang, Ruang MES 56, Samsul Arifin, Sekarputi Sidhiawati, Sirin Farid Stevy and Asto Puaso, Suvi Wahyudianto, Theresia 'Tere' Agustina Sitompul, Timoteus Anggawan Kusno, Utami Atasia Ishii, Vienasty Rezqina, Wedhar Riyadi.

(Montage/Body/Form, 2017/2021, mixed media, digital print on Perspex site-specific installation, karya Erika Ernawan in collaboration with Erik Pauhrizi)

(Fabrika Architectura, 2021, textile, biochemical, glass, iron, electronic circuit variable dimensions, karya Irene Agrivine in collaboration with Caroline Rika)

(Magnificent Set of Disposable Virtue, 2019, ceramic variable dimensions, karya Bonggal Jordan Hutagalung)

Jogja Art Weeks

Lahir dari inisiatif yang mengedepankan semangat keterbukaan, Jogja Art Weeks berhasil melibatkan komunitas seni, seniman, sekaligus publik secara umum. Dalam perkembangannya, Jogja Art Weeks kemudian menjadi bagian dari ARTJOG yang memiliki karakteristik yang sejalan, yaitu sebagai ruang interaksi antara beragam gagasan, praktik seni, sekaligus habitat kesenian yang tersebar di penjuru kota Yogyakarta, Magelang, dan Surakarta. Melalui Jogja Art Weeks, karakter khas kota Yogyakarta dan semangat saling membesarkan yang diyakini oleh ARTJOG menjadi semakin mewujud.

(Reaktor Donga Dinonga, 2021, mixed media installation variable dimensions, karya Sirin Farid Stevy and Asto Puaso)

Young Artist Award

Melalui Young Artist Award, ARTJOG membuka ruang akses dan kesempatan bagi seniman muda peserta terbaik yang berusia di bawah 35 tahun. Program ini dirancang sebagai wujud penghargaan dan apresiasi atas kiprah mereka dalam berkarya. Sebagai sebuah upaya untuk menggali potensi dan wawasan seniman muda, serta memperluas jaringan dan lintasan karir mereka dalam berkesenian.

Tahun ini program Young Artist Award kembali dihadirkan dengan dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Sebanyak 10 seniman muda peserta ARTJOG menjadi kandidat penerima penghargaan 2021. (Humas ARTJOG/Antok Wesman-Impessa.id)