Event

Solo Exhibition Ruang Ruang Renjana A.Yunita.S Di Angkringan Mrikiniki Purbosari-Wonosari Gunung Kidul

Solo Exhibition Ruang Ruang Renjana A.Yunita.S Di Angkringan Mrikiniki Purbosari-Wonosari Gunung Kidul

Solo Exhibition Ruang Ruang Renjana A.Yunita.S Di Angkringan Mrikiniki Purbosari-Wonosari Gunung Kidul, Yogyakarta

Impessa.id, Yogyakarta: seniman A Yunita S menggelar pameran tunggal di Angkringan Mrikiniki, Dini Hari Coffee Café jalan Kenanga nomor 19 Purbosari, Wonosari, Gunung Kidul, bertajuk “Ruang Ruang Renjana” yang mempresentasikan sejumlah seri karya dalam medium kertas gambar dan kertas tisu, mulai Rabu (16 Juni 2021) dan berlangsung hingga 16 Agustus 2021.

A. Yunita S. adalah staff pengajar di salah satu sekolah di Gunungkidul, dan mengelola Komunitas  Perupa Perempuan Gunungkidul. Melalui pameran tunggalnya berjudul “Ruang FRUang Rebjana” itu, A Yunita S ingin berbagi cinta kasih yang lebih luas, divisualisasikan dalam bentuk figur manusia berkepala burung sebagai terjemahan dari cerita Ramayana dengan tokoh Jatayu, sebagai sosok yang mengisnpirasi karya-karya dengan nama si Kukuk.

Dwe Rachmanto selaku penulis pameran dalam pengantarnya menyebutkan bahwa karya-karya terbaru A Yunita S, memperlihatkan fase baru dalam hidupnya, karyanya menghadirkan antara mitos, kehidupan nyata, mantra, yang di olah menjadi image dan semangat baru, Si Kukuk merefleksikan soal kebebasan tetapi ada keyakinan bawa Kukuk adalah pelindung yang tidak mudah menyerah. Fase perjalanan hidup barunya diterjemahkan dalam seri karya yaitu “Affirmation”, “SIGN: a passion, a love, and a bless”, “We are in Energy (we say: physical touch)”, “Dramatic”, “Dalam Bait Bait DOA”, “I am in Love in Fashion!”, spirit sebagai kemandirian sangat kuat dalam karya karya tersebut.

“Pameran ini di persiapkan secara mandiri dan kolektif, seni rupa yang tumbuh di Gunungkidul tak segemerlap kota Yogyakarta, walaupun jarak yang dekat, tetapi ini menjadi tantangan apalagi sebagai perempuan dengan aktivitas yang sangat padat sebagai pengajar, negoisasi yang harus di terima dan di praktikan sedemikian komplek terkait hubungan sosial di keluarga, masyarakat, tempat bekerja, dan sesama seniman,” ungkap Dwe Rachmanto.

Dwe menyebutkan pameran tersebut sebagai dedikasi kepada cinta kasih sayang, cinta kepada makhluk dan cinta kepada kesenian khususnya seni rupa. “Tanpa cinta mungkin pameran ini tidak berlangsung, ada masa di mana seorang harus percaya bahwa kesenian mempunya energy baik sebagai self therapy,” imbuh Dwe Rachmanto.

Pameran yang resmi dibuka oleh Erick Mo diwarnai hiburan performance art oleh Watu Gunung didukung Komunitas Wening Siagnita, digelar di Angkringan Mrikiniki, Dini Hari coffee Café jalan Kenanga nomor 19 Purbosari, Wonosari, Gunung Kidul, pada 16 Juni-16 Agustus 2021, dengan jam buka 10.00-21.00 WIB, di dukung oleh Forum Perupa Gunungkidul, Perupa Perempuan Gunungkidul, dan Poster Seni. (Dwe Rachmanto/Antok Wesman-Impessa.id)