Event

Pameran Dying But Still Alive, Karya Siswa 2021 SMP IT Alam Nurul Islam Godean, 31 Mei-6 Juni 2021

Pameran Dying But Still Alive, Karya Siswa 2021 SMP IT Alam Nurul Islam Godean, 31 Mei-6 Juni 2021

Pameran Dying But Still Alive, Karya Siswa 2021 SMP IT Alam Nurul Islam Godean, 31 Mei-6 Juni 2021

Kreatif di Tengah Pandemi Covid

Impessa.id, Yogyakarta: Meski pandemi melanda, semangat dan kreativitas pelajar tetap membara untuk senatiasa berkarya. Berkaitan dengan itu, gelaran apresiasi karya-karya pelajar menampilkan berbagai karya seni dan sastra hasil dari kreativitas para siswa 2021 SMP IT Alam Nurul Islam Godean berlangsung di Selasar Gedung SMP IT Alam Nurul Islam Godean, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta, pada pukul 08.00 -12.00 WIB setiap hari.

Lebih dari 100 siswa berpartisipasi dalam pameran yang diagendakan dihadiri pengunjung dari keluarga besar SMP IT Alam Nurul Islam dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Dalam rangka kegiatan kelulusan kelas 9 tahun 2021, SALYO mengadakan pameran seni bertajuk "Dying but Still Alive", bertujuan untuk mengukur kecapaian kompentensi siswa, juga untuk mendorong kreativitas setiap pelajar. Pameran juga menjadi sarana komunikasi, dan meningkatkan apresiasi seni pada masyarakat.

Pameran Karya Siswa 2021 SMP IT Alam Nurul Islam Godean tersebut melibatkan semua kelas dari tingkat 7 sampai 9. Diantara siswa yang berpameran, terdapat pelukis remaja kenamaan Bintang Tanatimur (16 th) yang menampilkan karya lukis berjudul "Covid still Here, Paint at Home" (2020). Karya tersebut berbahan akrilik pada 37 sampul buku.

Wancono selaku koordinator kegiatan menuturkan, “Selama pandemi Covid pelaksanaan kegiatan belajar mengajar memang tidak maksimal dilaksanakan. Meskipun dalam keterbatasan tersebut merasa capaian kompetensi tetap terjaga. berbagai media kami upayakan, baik secara daring maupun luring. Kegiatan belajar-mengajar jika tak disiasati mungkin akan gagal, tidak menyentuh sampai dalam, atau membuat anak-anak tak mencapai kompetensi,” akunya.

Menurutnya, media lukis menjadi salah satu upaya kreatif. Meskipun bahan kertas banyak dipakai, bahan lain tetap ada. Uniknya sejumlah bahan seperti kain, bambu, gerabah, kayu, digital printing, desain grafis, videografi, karya sastra, prakarya tiga dimensi, tanah liat, gipsum dan kanvas, dapat menjadi bagian penting dalam proses belajar mengajar.

“Kita semua dapat melihat bahwa meskipun kondisi sekarang nyaris melumpuhkan sendi kehidupan, kita terus harus kuat dan kreatif. Itulah pesan penting dalam pameran ini,” jelas Wancono. (Wancono/Antok Wesman-Impessa.id)