Event

Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial Sukses Gelar Akreditasi AUN QA Secara Daring

Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial Sukses Gelar Akreditasi AUN QA Secara Daring

Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial Sukses Gelar Akreditasi AUN QA Secara Daring

Impessa.id, Yogyakarta: Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri -UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menunjukkan keseriusannya dalam menuju kampus bertaraf internasional dengan berhasilnya program studi Ilmu Kesejahteraan Sosial menjalani sertifikasi The ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA) secara daring, Senin-Jumat (7-11/12/2020).

AUN-QA merupakan salah satu bentuk penilaian terhadap mutu program studi dengan menekankan pada self-assessment melalui penyusunan Self-Assessment Report (SAR). Penilainnya disusun mengacu ke standar akreditasi international oleh pakar-pakar Quality Assuarance se-ASEAN dengan tujuan untuk melakukan penjaminan mutu program studi sebagai bentuk pemantauan kualitas dari AUN dengan pengukuran yang sistematis, terstruktur, transparan, dan berkesinambungan demi memastikan tersedianya SDM berkualitas yang nantinya berkontribusi terhadap perkembangan berkelanjutan dari masyarakat.

Asesmen AUN-QA didasarkan pada 11 kriteria dalam mengukur kesiapan setiap prodi, yakni, Expected Learning Outcomes, Programme Specification, Programme Structure and Content, Teaching and Learning Approach, Student Assessment, Academic Staff Quality, Support Staff Quality, Student Quality Support, Facilities and Infrastructure, Quality Enhancement, dan Output.

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Prof. Dr Hj. Marhumah MPd. mengapresiasi Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) untuk go internasional. Akreditasi tingkat ASEAN ini awal bagi prodi untuk meningkatkan mutu akademik dan layanan kepada mahasiswa agar alumninya mampu bersaing di tingkat global.

Menurut Prof Marhumah akreditasi tingkat internasional ini harus memacu fakultas untuk lebih baik lagi. “Saya berharap prodi yang lain juga harus bisa melakukan hal yang sama, tentu dengan kerjasama tim di fakultas. Semoga akreditasi ini menjadi contoh yang baik untuk pengembangan akademik di prodi ke depannya. Sehingga internasionalisasi prodi, dosen dan tendik bisa tercapai.” tuturnya.

“Ke depan, empat prodi masing-masing, Komunikasi dan Penyiaran Islam (S1), Bimbingan dan Penyuluhan Islam (S1), Pengembangan Masyarakat Islam (S1), Manajemen Dakwah (S1) untuk menyiapkan menghadapi assessmen international atau akreditasi lainnya, dengan memacu diri membenahi kegiatan internasional, kerjasama dengan pihak lain, kualitas dosen, setelah itu go internasional bisa tercapai dengan mudah.” kata Marhumah saat penutupan AUN QA

Sementara itu, Andayani SIP, MSW, Ketua Tim Self-Assessment Report (SAR) Prodi IKS menjelaskan, asesmen AUN-QA didasarkan pada 11 kriteria di laksanakan selama lima hari meliputi presentasi dari Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, wawancara oleh asesor AUN-QA kepada pimpinan Fakultas, dosen, mahasiswa, staff prodi, staff universitas, alumni, dan pengguna lulusan (employer). “Selain itu ada juga peninjauan fasilitas universitas dan program studi untuk mendukung kegiatan mahasiswa di tingkat global, dan proses klarifikasi dokumen oleh asesor kepada tim SAR prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial.” Ucap Andayani yang juga Sekretaris Prodi IKS.

Prof Dr Wan Ahmad Kamil Mahmood dan Prof Dr Amelia P. Guevara sebagai asesor AUN-QA Prodi IKS memberikan apresiasi dan sangat terkesan dengan kurikulum, fasilitas dan kepuasan stakeholder. Mereka merekomendasikan agar fakultas menambah sumber daya manusia dan sarana prasarana mengingat banyaknya permintaan pekerja sosial dari masyarakat sehingga prodi IKS dapat menambah jumlah mahasiswanya. Passion dari mahasiswa dan alumni serta etika yang ditampilkan sudah cukup memberi bukti bahwa prodi IKS berhasil menyelenggarakan perkuliahan secara progresif.

“Saya berharap untuk prodi IKS bisa terus konsisten mengikuti tata kelola Perguruan tinggi unggul, berjejaring dengan stakeholder lokal, nasional dan internasional menuju world class university.” pungkas Andayani. (Chabib-FDK)

Setelah Satu Program Magister Pascasarjana dan Lima Prodi S1 tersertifikasi Internasional, yakni; Pendidikan Kimia, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyyah, Akidah dan Filsafat Islam, Ilmu Al Qur’an dan Tafsir, serta satu Program Magister Pascasarjana, yakni: Interdiscioplinary Islamic Studies Tersertifikasi Internasional dari lembaga sertifikasi internasional Asian University Network-Quality Assurance (AUN-QA), UIN Sunan Kalijaga mengajukan tiga Prodi lagi untuk menjadi anggota dan memperoleh sertifikasi internasional dari AUN-QA. Ketiga Prodi tersebut adalah; Prodi ilmu Kesejahteraan Sosial, Fakultas Dakwah dan Komunikasi; Prodi Sosiologi, Fakultas Sosial dan Humaniora; Prodi Ilmu Hukum, Fakultas Syari’ah dan Hukum.

Visitasi Akreditasi dari AUN-QA dilaksanakan selama lima hari (7-11/12/2020) secara daring melalui zoom meeting. Sementara dalam penyampaian berbagai fasilitas penting penunjang mutu akademik dilakukan secara live streaming dengan pemandu berbahasa Inggris. Assessor, untuk Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial; Prof. Wan Ahmad Kamil Mahmood PhD, (Dean, School of Chemical Scieences Universiti Sains Malaysia), dan Prof. Dr Amelia P Goevara (The University of The Philippines).

Assesor untuk Prodi Sosiologi; Prof. Dato’Ir Dr Riza Atiq Abdullah Bin O.K. Rakmad (Director of Centre for Akademic Advencement Universiti Kebangsaan Malaysia) dan Dr Anne Lan K. Candelaria PhD, (Associate Dean for Graduade Programs, Ateneo de Manilla University-Loyola Schools Asst. Professor, Departement of Political Csience).

Untuk Prodi Ilmu Hukum; Assoc. Prof. Chavalit Wongse-ek (Associate Dean for Planning and Development Mahidol University International College AUN-QA Expert snd Assessor) dan Dr Maria Elissa J. Lao (Director, Institute of Philippine Culture Ateneo de Manila University Assistent Professor, Departement of Political Science). Dan Ms. Monsiri Chintanavisit selaku AUN-QA Assessment Officer.

Penilaian sertifikasi internasional AUN-QA mencakup 11 kriteria yaitu: (1) Expected Learning Outcome, (2) Programme Specification, (3) Programme Structure and Content, (4) Teaching and Learning Approach, (5) Student Assesment, (6) Academic Staff Quality, (7) Support Staff Quality, (8) Student Quality and Support, (9) Facilities and Infrastructure, (10) Quality Enhancement, (11) Output.

Agenda visitasi diawali dengan ungkapan selamat datang dari Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Phil Al makin, SAg MA, presentasi universitas melalui video, presentasi tiga prodi meliputi wawancara dengan dekan dan wakil dekan, interview dosen, staf akademik, staf pendukung akademik di level univertitas maupun fakultas, perwakilan mahasiswa dan perwakilan alumni.

Dipaparkan pula melalui live streaming, berbagai fasilitas pendukung pengembangan akademik seperti; kondisi riil UPT Perpustakaan, Laboratorium, IT Service/PTIPD, Disabled Service Center, Sport Value, Student Support Center, fasilitas dan layanan umum untuk mahasiswa, dan ruang e-learning.

Dalam sambutannya, Prof. Al Makin menyambut hangat para assesor dan seluruh civitas akademika UIN Sunan Kalijaga. Rektor UIN Sunan Kalijaga menjelaskan, UIN Sunan Kalijaga memiliki lebih dari 24.000 mahasiswa, 1.150 civitas akademika bidang penelitian, pengajaran dan administrasi, 700 dosen dan 40 Profesor. Kini, UIN Sunan Kalijaga memiliki delapan fakultas dan pascasarjana.

Saat penutupan visitasi (11/12/2020), tim assesor yang diwakili Ms. Monsiri Chintanavisit menyampaikan, akreditasi internasional dari AUN-QA, akan meningkatkan kepercayaan luar negeri terhadap kampus UIN Sunan Kalijaga, memperluas publikasi dan jaringan kerja-sama internasional, memperluas peminat mahasiswa luar negeri, serta memperluas kesempatan studi lanjut ke luar negeri. 

Manfaat lain adalah; peluang untuk berpartisipasi dalam program AUN-QA, dan/atau proyek pengembangan akademik, serta pengembangan kerja-sama dengan organisasi mitra ASEAN. Menambahkan jaringan diantara Negara ASEAN dan terlibat dalam konferensi yang diselenggarakan AUN-QA. Peluang terlibat dalam lokakarya dan kursus-kursus/pelatihan AUN-QA, serta berbagai pengalaman implementasi untuk peningkatan kualitas perguruan tinggi, demikian disampaikan Ms. Monsiri. (Humas UIN Suka/Antok Wesman-Impessa.id)