Perupa Jogja Greget Gumregah Tolak Covid-19
Impessa.id, Yogyakarta: Sejumlah perupa Jogja menggelar aksi peduli dampak pandemi Covid-19 dengan mengusung konsep yang menarik pada Kamis siang (16/7/2020), di Posnya Seni Godod Jalan Suryodiningratan MJ II/641. Bertajuk "Greget Gumregah Covid-19", aksi diwujudkan dalam laku doa Sastra Mantra, Yoga Meditasi, doa dalam bentuk Rajah dan Kaligrafi, serta Lukis Bareng di Jogja dan di sejumlah kota.
Para perupa di Jogja melukis on the spot dengan tema beragam. Mereka antara lain Rujiman Koi, Rismaryono, Darto Taru, Ledek Sukadi, Tatiek Mudjiarti, Nanang Wijaya, Totok Bukhori, Hendro Purwoko, Subaru, dan Susilo. Proses kreatif lewat lukis bareng ini juga diiringi alunan gender yang dimainkan oleh Steven Burel asal Inggris.
Seniman senior Syaiful Adnan juga turut ambil bagian dengan membuat doa-doa keselamatan dalam lukisan kaligrafi. Sedangkan Mbah Muji dan Sakijo dari komunitas Hosoko membuat rajah-rajah doa dengan aksara-aksara kuno Hosoro.

Di Posnya Seni Godod, pematung Kondang Sugito membuat patung dengan tema corona. Sebuah patung berbentuk kepala dengan rambut atau tanduk-tanduk runcing dan bermulut penuh taring yang terinspirasi dari bentuk virus Corona.
Selama kegiatan berlangsung, LKJ Sekar Pangawikan pimpinan R. Bambang Nursinggih turut membawakan ritual Kidung Sastra Mantra agar bangsa Indonesia segera lepas dari wabah virus Corona. Sedangkan di satu sudut ruangan seorang praktisi yoga Jogja, Yadi, menggelar doa lewat yoga dan meditasi.
Untuk lebih membuat greget, disajikan pula koleksi keris milik Kusno, seorang pemerhati tosan aji Jogjakarta. Keris-keris yang disajikan khusus berpamor Singkir dan Nunggak Semi yang memiliki maksud untuk menyingkirkan wabah penyakit dan sebagai tolak bala.

Seniman Godod Sutejo selaku koordinator acara menyampaikan bahwa aksi tersebut merupakan kelanjutan dari pameran Artsale Covid 19 yang digelar secara daring sejak 11 Juni 2020 di akun Instagram @Artsale2020. Hasil lukis bareng itu nantinya juga dipamerkan di akun Instagram @Artsale2020 sampai 5 September 2020.
"Secara simbolis acara ini dimaksudkan untuk menghalau wabah Covid 19 yang telah memporak porandakan kehidupan masyarakat, termasuk para seniman yang sangat terdampak secara langsung. Dengan gelar titi laku lukis bareng, mendaraskan doa-doa melalui kuas dan kanvas serta lantunan kidung sastra mantra diharapkan akan membantu mengenyahkan wabah penyakit," tutur Godod.
Sementara itu, di waktu yang sama, sejumlah perupa dari luar Jogja juga menggelar lukis bareng di studio masing-masing. Mereka diantaranya Chune Ebeg Mayong dari Purbalingga, Arfial Arsyad di Solo, Hendrawan di Banyuwangi, Jaefahru di Bogor, Budi Karmanto di Jakarta, Danarso di Semarang, Subanu & Yuliascana di Surabaya, serta Erwan Wijanarko, Mulyoto dan sejumlah perupa lain di Bali.
"Tentu segala usaha harus kita upayakan. Selain penerapan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah, tentu kita juga harus selalu berdoa kepada pemilik hidup dengan berbagai cara, salah satunya melalui aksi seperti ini. Kegiatan ini juga untuk menumbuhkan kembali greget semangat para seniman yang selama beberapa bulan ini bisa dibilang vakum, baik dalam proses kreatifnya, kegiatan pameran maupun pemasukan ekonominya," tambah Godod.
Selama acara berlangsung, para peserta dan pengunjung tetap menerapkan protokol kesehatan yakni dengan cuci tangan, jaga jarak, menghindari kontak langsung, dan memakai masker.
"Lebih lanjut, kegiatan ini yang disambung dengan pameran daring juga bertujuan untuk mengantisipasi pemasaran karya seni selama masa pandemi. Karena pameran fisik di galeri saat ini belum memungkinkan, oleh karenanya kita berusaha menjangkau peminat seni secara lebih luas dengan menggelar pameran online," tutup pemilik Posnya Seni Godod. (Ekha/Antok Wesman-Impessa.id)

