Ekonomi-Bisnis

Pesonna Hotel Yogyakarta Siapkan Protokol Kesehatan Hadapi New Normal

Pesonna Hotel Yogyakarta Siapkan Protokol Kesehatan Hadapi New Normal

Pesonna Hotel Yogyakarta Siapkan Protokol Kesehatan Hadapi New Normal

Impessa.id, Yogyakarta: Pesonna Hotel Yogyakarta, yang berada di bawah naungan PT. Pesonna Indonesia Jaya, anak perusahaan Pegadaian, mulai menerapkan Standard Operation Procedure -SOP dan protokol kesehatan. Bahkan, Pesonna Hotel Tugu dan Pesonna Hotel Malioboro Yogyakarta, aktif melakukan sosialisasi kepada para staf dan tamu dalam rangka menyambut Bisnis the New Normal dan diberlakukannya Yogyakarta sebagai salah satu kota wisata percontohan new normal.

“Kami mengantisipasi dengan beberapa langkah pencegahan penyebaran virus, serta regulasi untuk menyambut kembali tamu agar dapat menginap di hotel kami dengan nyaman dan aman. Apalagi Yogyakarta menjadi salah satu kota percontohan new normal dengan mulai dibukanya beberapa tempat wisata pada awal Juni,” ujar Cluster General Manager Pesonna Hotel Yogyakarta Tommy Agung Kartika.

Beberapa regulasi yang diterapkan oleh kedua hotel adalah dengan menggunakan masker wajah, face shield dan sarung tangan oleh karyawan, penyemprotan cairan disenfektan serta pembersihan sudut hotel dan permukaan secara regular dan adanya kewajiban tamu untuk selalu mencuci tangan dan menjaga jarak aman. Penyemprotan disenfektan juga dilakukan pada saat tamu check-out dari kamar, sehingga ketika tamu lain datang, kamar dalam keadaan steril. Pengecekan suhu dengan menggunakan Thermometer Gun juga dilakukan pada saat tamu memasuki area hotel.

“Kami melakukan pendataan pada tamu peserta meeting sehingga bisa mengetahui histori perjalanan tamu tersebut sebelum datang ke hotel kami. Tentu kami harus melakukan semaksimal dan sedetail mungkin, namun tanpa mengindahkan kenyamanan tamu, sehingga informasi kami berikan melalui video yang kami siarkan di lobby serta beberapa signage himbauan supaya tamu well-informed,” imbuh Tommy lebih lanjut.

Regulasi juga diperuntukan guna menjaga kesehatan dan higienitas karyawan, dengan selalu mencek suhu karyawan pada saat memasuki area hotel, mencuci bersih baju karyawan, penetapan standar kebersihan untuk perlengkapan karyawan, serta pengukuran kadar oksigen dalam darah untuk para karyawan menggunakan alat Oximeter. Selain itu diterapkan juga strategi sales dan marketing yang lebih mengutamakan teknologi digital dan telemarketing sehingga mengurangi kontak dengan orang lain.

“Sekalipun hotel merupakan industri yang pertama kali terdampak dan yang terakhir dalam proses pemulihan, namun sejalan dengan berbagai perkembangan, industri perhotelan kami harapkan dapat bergerak secara bertahap ke arah pemulihan,” pungkas Tommy. (Dita Retno/Antok Wesman-Impessa.id)