Zoom!nar, Potensi Industri Perikanan Pasca Pandemi Covid-19, Siapkah Kita Bersaing?
Rachmat Gobel: Masa Pandemi adalah Masa Untuk Memperbaiki Grand Design Industri Perikanan dan Hasil Laut.
Impessa.id, Yogyakarta: A’an Fikriyan, melalui rilis yang dikirmkan dari Jakarta, Rabu (13/5/20) kepada Impessa.id menuturkan guna memberikan kegiatan positif melalui kegiatan jaga jarak (physical distancing) sesuai anjuran Pemerintah yang menghimbau masyarakat untuk tinggal di rumah (stay at home) dan bekerja di rumah (work from home) di masa pandemi Covid-19, zoom!nar digelar.
Zoom!nar tentang “Potensi Industri Perikanan Pasca Pandemi” menghadirkan narasumber Rachmat Gobel -Wakil Ketua DPR RI Bidang Industri dan Pembangunan, Ir Nilanto Perbowo MSc, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, serta Prof Dr Arif Satria SP MSi -Rektor IPB. Sebanyak 414 tercatat sebagai pendaftar pada kegiatan Seminar Online yang bertujuan mencari terobosan kesempatan pengembangan industri perikanan dan hasil laut di tengah pandemi yang tengah melanda dunia.
Wakil Ketua DPR RI Bidang Industri dan Pembangunan Indonesia Rachmat Gobel mengatakan Indonesia adalah negara yang 2/3 luas wilayahnya berupa lautan. “Indonesia adalah negara dengan garis pantai terpanjang ke-2 di dunia, potensi ekonomi maritim Indonesia diperkirakan senilai 1,33 juta US dollar,” ujarnya.
“Masa pandemi ini menyadarkan kita semua untuk dapat memperkuat landasan ekonomi negara. Pemerintah, Universitas, Swasta, Komunitas dan Media disebut dengan Pentahelix, harus bersatu untuk memperbaiki grand design yang menimbulkan nilai tambah, utamanya pada sektor pertanian dan perikanan, demi tercapainya ketahanan pangan nasional yang solid,” imbuh Rachmat Gobel.
“Menghadapi hal ini, mau tidak mau, kita harus siap. Kita harus mampu menjadikan kesulitan yang dihadapi ini menjadi peluang. Saran saya kepada Pemerintah yakni menyederhanakan birokrasi perijinan investasi, permudah akses pendanaan kepada nelayan yang mayoritas adalah pengusaha mikro serta kecil menegah, dan pemberdayaan koperasi yang maksimal,” tegas Rachmat Gobel.
Sementara itu, Ir Nilanto Perbowo MSc, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, menegaskan bahwa sesungguhnya sektor perikanan tidak terlalu terimbas dibandingkan dengan sektor-sektor ekonomi yang lain. “Bersama aparat terkait KKP terus lanjut menjaga kedaulatan wilayah laut Indonesia. Potensi perikanan Indonesia sangat berlimpah, nelayan kita harus menjadi tuan rumah di negara nya sendiri,” ungkap Nilanto Perbowo. “Utamanya di masa pandemi ini, saya sependapat dengan yang disampaikan Rachmat Gobel, saya berharap pemerintah provinsi turut aktif bemitra dengan Pemerintah Pusat untuk pengembangan dan pemanfaatan sektor perikanan,” tambah Nilanto.
Sementara itu, pengusaha asal Yogyakarta yang menyerap kelebihan pasokan hasil laut dengan membuat produk Cumi Tinta Hitam dalam kemasan kaleng, Andri SSn, mendapat acungan jempol oleh Rachmat Gobel dan Nilanto Perbowo. “Dengan melimpahnya bahan baku saat ini, kesempatan dan peluang untuk pengolahan serta mencari nilai tambah di industri pangan baik pengusaha besar, kecil dan menengah, sangatlah memungkinkan jika sistem penyimpanan dan pendingin bisa diakses banyak pihak untuk memastikan bahan dan produk perikanan bertahan lama. Andri adalah contoh nyata bagaimana seharusnya kita dapat menyikapi masa sulit ini menjadi kesempatan emas,” tutur Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP.
Dalam kesempatan itu Prof Dr Arif Satria SP MSi, Rektor IPB, menekankan pentingnya Pemerintah untuk membantu akses pasar melalui penyediaan data terpadu berbasis blockchain. “Kendala logistik harus segera terpecahkan agar distribusi produk tidak tersendat. Penyerapan produk perikanan dan penyelesaian masalah logistik perlu mulai secara serius dilakukan dengan berbasis teknologi blockchain,” himbau Arif Satria.
Seluruh peserta seminar online tersebut mendapatkan sertifikat digital yang diterbitkan oleh Perum PERURI, yang dilegalisasi sebagai BUMN Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) atas dasar penetapan yang dilakukan oleh agen sertifikasi (certificate agent/ca) yaitu Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) pada 2019. “Penerapan teknologi block chain yang terjamin keaslian data dan dokumennya seperti yang disampaikan Prof Arif Satria adalah satu hal yang menjadi spesialisasi Perum PERURI, dan pasti bisa kami bantu dalam pengembangan industri perikanan dan hasil laut nasional,” ujar Dwina dari Perum PERURI.
Seri Zoom!nar “Potensi Industri Perikanan Pasca Pandemi, Siapkah Kita Bersaing?” yang digagas Ginung Pratidina dan Rini Mulyawati sepenuhnya didukung oleh Pekerja Event Jogja, Kadin Indonesia, Perum PERURI, PT Pegadaian (Persero), Kementrian Kelautan dan Perikanan, serta Kementrian Komunikasi dan Informatika. (A’an F/Antok Wesman-Impessa.id)

