Feature

SUMPAH PALAPA dalam Sakanti Dwipantara Ke-6 Oleh Mahasiswa Arsitektur UAJY

SUMPAH PALAPA dalam Sakanti Dwipantara Ke-6 Oleh Mahasiswa Arsitektur UAJY

SUMPAH PALAPA dalam Sakanti Dwipantara Ke-6 Oleh Mahasiswa Arsitektur UAJY

Impessa.id, Yogyakarta, Indonesia, Oktober 2028: Program Studi Arsitektur Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menyelenggarakan pertunjukan seni Sakanti Dwipantara #6 pada Sabtu (17/10/2026) di Auditorium Kampus II, Gedung St. Thomas Aquinas UAJY. Kegiatan tahunan yang menjadi bagian dari Ujian Tengah Semester (UTS) mahasiswa baru angkatan 2026 yang mengangkat sejarah Kerajaan Majapahit melalui sendratari Sumpah Palapa.

Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya yang menampilkan kisah dan tarian dari berbagai daerah di Nusantara, Sakanti Dwipantara 6 berfokus pada perjuangan Gajah Mada dalam mempertahankan kejayaan Majapahit dan mewujudkan persatuan Nusantara. Kisah tersebut disampaikan melalui perpaduan gerak tari dan irama yang dipersiapkan oleh mahasiswa Arsitektur angkatan 2026.

Rangkaian acara diawali dengan penampilan orkestra SEMAR dan Tari Gaya Pakualaman, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan resmi serta sambutan Dekan Fakultas Teknik UAJY, Prof. Dr. Ir. A. M. Ade Lisantono, M.Eng., IPU, ASEAN Eng, dan Wali Kota Yogyakarta, Dr. (H.C.) dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K).

Dalam sambutannya, Wali Kota Yogyakarta mengapresiasi undangan untuk menghadiri kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa mahasiswa UAJY sebelumnya pernah menyampaikan gagasan yang mengesankan sehingga mendorongnya untuk hadir dan memberikan apresiasi.

“Saya merasa terhormat bisa diundang hadir disini, karena sebelumnya mahasiswa Atma Jaya pernah memberikan ide yang bagus dan mengesankan, sehingga saya hadir disini untuk memberikan apresiasi,” ujarnya.

Bernadetta Pasharafika Wedanisi, mahasiswa Arsitektur angkatan 2024 yang terlibat dalam persiapan acara, menjelaskan bahwa Sakanti Dwipantara merupakan kegiatan rutin bagi mahasiswa baru semester pertama. Tahun ini, pertunjukan melibatkan 97 mahasiswa, lima dosen, satu alumni, dan satu kakak tingkat.

Persiapan kegiatan dimulai oleh para asisten dosen sejak liburan semester sebelumnya, sedangkan mahasiswa baru menjalani persiapan selama kurang lebih satu setengah bulan. Menurut Bernadetta, salah satu tantangan yang dihadapi adalah menyesuaikan gerak dan irama, mengingat mahasiswa Arsitektur tidak secara khusus mendalami bidang tari.

“Karena kan mahasiswa Arsitektur itu bukan mahasiswa penari. Tapi saya pribadi merasa bangga karena teman-teman semua itu berusaha menampilkan yang terbaik untuk Sakanti ini,” ungkap Bernadetta.

Ia juga menyampaikan kebanggaannya terhadap pertunjukan Sakanti Dwipantara #6 yang dinilainya spektakuler dan sesuai dengan jargon yang diusung yaitu “Sukses, Spektakuler, Bercahaya.” Bernadetta berharap penyelenggaraan Sakanti Dwipantara #7 pada tahun mendatang dapat menghadirkan pertunjukan yang lebih spektakuler dan bercahaya.

Melalui Sakanti Dwipantara #6, mahasiswa Arsitektur angkatan 2026 memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kreativitas, membangun kerja sama, dan menyampaikan pesan melalui seni pertunjukan. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengolah gagasan menjadi sebuah karya yang mengandung nilai sejarah dan semangat persatuan. (Humas UAJY/Antok Wesman-Impessa.id)