PESTA BONEKA ON WHEELS Di PSBK Yogyakarta Bikin Anak-Anak Kegirangan
Impessa.id, Yogyakarta, Indonesia, Oktober 2026: Bermain dengan bahan daur ulang, membuat karya, dan menemukan cerita di balik pertunjukan teater boneka. Diselenggarakan oleh Papermoon Puppet Theatre, bekerja sama dengan PSBK. Tahun 2026, Papermoon Puppet Theatre kembali menyelenggarakan festival teater boneka; Pesta Boneka #10 pada 6-11 Oktober di Yogyakarta. Bersama dengan seniman dari berbagai negara, Papermoon menghadirkan beragam pertunjukan teater boneka dengan metode penceritaan yang bervariasi. Berbagai rangkaian program juga dihadirkan untuk meramaikan perhelatan dua tahunan ini. Salah satu program tersebut adalah Pesta Boneka On Wheels yang diselenggarakan di beberapa kota yaitu Bali, Jakarta dan Yogyakarta.
Pesta Boneka On Wheels: Yogyakarta merupakan perpanjangan festival yang diselenggarakan pada tJum’at petang, 16 Oktober 2026, di PSBK (Padepokan Seni Bagong Kussudiardja). Kegiatan ini menghadirkan workshop membuat boneka dari material daur ulang bersama anak yang dipandu oleh MattJackson & Family dari Belanda serta pertunjukan teater objek oleh kelompok seniman asal Jerman, O-Team yang menghadirkan sisi lain benda-benda rumah tangga.

Wakil Direktur Eksekutif Yayasan PSBK, Doni Maulistya, menyambut baik penyelenggaran Pesta Boneka On Wheels: Yogyakarta. “Merupakan sebuah kehormatan bagi PSBK untuk mendukung Pesta Boneka On Wheels: Yogyakarta. Semangat Pesta Boneka 2026 dengan jelas beresonansi dengan misi PSBK untuk menjadi penghubung dan pusat seni yang mampu memelihara relevansi seni sebagai kebutuhan hidup. Salah satunya dengan menajamkan sensitifitas kita terhadap lingkungan, khususnya praktik daur ulang, guna ulang dan pemanfaatan barang bekas melalui praktik kesenian atau laku kreatif.”
Tahun ini menjadi momen yang sangat spesial bagi kami karena PSBK merayakan hari jadinya yang ke-48. Didirikan pada tahun 1978 oleh maestro seni lintas disiplin Bagong Kussudiardja, ruang ini telah berkembang menjadi salah satu landmark budaya yang penting di Yogyakarta. Selama dua dekade terakhir, Yayasan PSBK mengelola tempat ini dengan satu tujuan utama: menjaga agar hubungan antara seni, seniman, dan masyarakat tetap hidup dan terus berkembang.

Meneruskan warisan tersebut, PSBK kini bergerak sebagai Pusat Seni Berbasis Tempat (Place-Based Art Center). Kami terus berupaya agar fasilitas dan sumber daya kami dapat diakses. Melalui tema tahun ini, 'Bridging the Nodes', kami fokus untuk menjadi sebuah ruang penghubung (hub) yang inklusif. Kami ingin hadir sebagai konektor yang mengubah ruang seni menjadi platform untuk dialog yang bermakna. Melalui keterhubungan antara praktik lokal dengan jaringan regional dan internasional, kami berharap dapat menjembatani praktik seni dan kehidupan sosial, membangun empati, serta menciptakan ekosistem budaya yang mandiri dan berkelanjutan.
Workshop Membuat Boneka Dari Material Daur Ulang Bersama Anak-Anak
Selama 2 jam setiap anak diajak membuat bonekanya sendiri dari berbagai material bekas yang dibawa ke workshop. Berbagai material sehari-hari yang sudah tidak terpakai, seperti karton telur, botol plastik kosong, kotak sereal atau kardus kecil, koran bekas, tusuk bambu, potongan kain, atau benda apa pun yang bisa ditemukan dengan mudah di sekitar lingkungan anak-anak digunakan menjadi bahan untuk berkreasi bersama Matt Jackson & Family. Mereka mencoba untuk membuat benda-benda tersebut perlahan berubah menjadi karakter dan teman baru. Dengan memberikan wajah, menyambungkan tangan dan kaki menggunakan tali atau kawat, benda-benda tersebut mendapatkan bentuk dan kehidupan yang baru.
Matt, seorang puppet maker dan seniman visual, bersama Kristien, seorang penari dan penyanyi, hadir di Pesta Boneka bersama anak-anak mereka, Ayla (8) dan Elouan (4), dalam sebuah pertunjukan yang mereka ciptakan dan mainkan bersama sebagai keluarga. Melalui workshop ini, mereka berbagi proses di balik penciptaan karakter utama Onna Musha dari berbagai material yang ditemukan, sekaligus bagaimana karakter tersebut kemudian berkembang menjadi sebuah pertunjukan.

Pada penyelenggaraan Pesta Boneka On Wheels: Yogyakarta, Ruang nJagong di Selatan turut menemani teman-teman yang hadir untuk rehat sejenak setelah mengikuti workshop. Kombucha dari Bons Fabriek, aneka jamu dari Muja Muuju, Es Puter Pak Man, salted bread dari Mola Goods, serta kopi dan kudapan ringan dari Roti Kranggan bisa dinikmati sebagai pengganjal perut sebelum menyaksikan pertunjukan. PSBK juga mengajak Yamie Bang Doel untuk menghadirkan sajian mie yang hangat dan Nasi bakar dari Sambel BangJo pas dinikmati di sore hingga malam hari. Jangan lupa mampir ke Aladia Merch untuk menemukan cinderamata yang unik, lucu dan menggelitik untuk dibawa pulang.
Selanjutnya pertunjukan teater objek dengan judul ‘Elsewhere’ berdurasi 50 menit hadir dibawakan oleh kelompok seniman O-Team asal Jerman. Elsewhere adalah produksi O-Team dalam produksi bersama Fitz Stuttgart dan HochX, Munich. Didukung oleh ibu kota negara bagian Stuttgart, Performing Arts Fund dengan dana dari Federal Government Commissioner for Culture and Media, serta State Association of Independent Dance and Theater Creators Baden-Württemberg e.V. dengan dana Ministry for Science, Research and Art of the State of Baden-Württemberg.

Melalui ELSEWHERE, O-Team mengajak penonton menikmati kreativitas, anarki, dan keberanian mengotori tangan. Pertunjukan memberikan sekilas kemungkinan DIY recycling, ruang untuk bersenang-senang sekaligus merenung dan berkonsentrasi. Para pemain utama di panggung termasuk penyedot debu yang bergerak sendiri, sikat gigi elektrik sebagai tongkat sihir, tong sampah aneh, spons pencuci raksasa, kantong sampah yang bandel, dan tentu saja lendir ajaib. Perjalanan mimpi asosiatif ini terus mempertanyakan aturan-aturan tak tertulis dan membuka percakapan setelah pertunjukan.
Sinopsis Karya Pertunjukan ‘Elsewhere’
Pagi-pagi sekali, truk-truk sampah raksasa menggeram di jalan dan menelan sampah kita. Di tempat lain, mereka memuntahkannya kembali. Di Elsewhere, aturan yang sama sekali berbeda berlaku; makhluk berbeda hidup dan hal-hal berbeda terjadi. Di sana, spons pencuci menari tango, para penyihir meracik lendir ajaib di tong sampah, dan gunung plastik berputar pirouette. Elsewhere magis dan penuh warna, tetapi juga sedikit kotor, bau, dan menyeramkan. Panggung hidup dengan berbagai makhluk sampah, kecil maupun besar, serta sebuah penyedot debu yang penuh rasa ingin tahu. Teater objek penuh warna ini bercerita tentang dimensi lain yang mengasyikkan—tanpa kata, tetapi dengan banyak musik.

Kredit Produksi
Pengarah Artistik: Nina Malotta, Samuel Hof
Penampil + Objek: Antje Töpfer, Nina Malotta
Musik: Christoph Mäcki Hamann
Dramaturgi: Antonia Beermann
Tata Cahaya + Teknologi: Samuel Hof
Manajemen Produksi: Lisa Ticar
Desain Grafis + Fotografi: Markus Niessner
Pers/PR: Kathrin Stärk
Dokumentasi Video: Josef Mayerhofer


ProfilL MATT JACKSON & FAMILY - Seniman Workshop
Matt Jackson adalah seniman Amerika yang tinggal di Belanda. Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, ia bekerja menggunakan kayu, tanah liat, arang, dan papier-mâché untuk menciptakan patung, topeng, dan boneka. Karyanya dipamerkan dan digunakan dalam pertunjukan langsung, baik oleh dirinya sendiri maupun klien internasional. Ia berfokus pada penggunaan material tidak beracun dan daur ulang.
Kristien adalah penari dan pengajar gerak yang berfokus pada perpaduan tari butoh, contact improvisation, dan instant composition. Ia juga bernyanyi dan bekerja dengan kain untuk membuat kostum. Bersama-sama mereka menciptakan pertunjukan dan instalasi site-specific yang menghidupkan patung: berada di antara seni boneka, tari, dan permainan topeng. Mereka selalu berusaha menciptakan patung indah yang terasa hidup bahkan ketika diam, lalu perlahan benar-benar hidup melalui gerak di hadapan seseorang yang menyaksikannya.


Profil O-Team - Seniman Pertunjukan
O-Team aktif sejak 2007 dan secara bertahap berkembang menjadi kelompok pertunjukan dan teater profesional. Tim intinya terdiri dari direktur artistik Nina Malotta dan Samuel Hof. Hingga kini lebih dari 30 proyek telah diciptakan dan dipresentasikan dalam pertunjukan tamu serta festival di dalam maupun luar negeri. O-Team kerap bekerja dengan susunan lintas disiplin dalam format visual yang melimpah, sekaligus sensual dan intelektual. Proyek mereka bergerak antara performance, figure and object theatre, teater visual, dan format imersif. Secara estetis, karya mereka ditandai oleh objek dan/atau ruang panggung yang dirancang dengan detail serta kerangka konseptual yang jelas.
Kelompok independen ini menciptakan keadaan darurat panggung dan ritual teatrikal yang menantang penonton. Bentuk setiap proyek tumbuh dari fokus konten dan perjumpaan dengan material fisik yang dipilih. Kadang set fiksi ilmiah bertemu kuil Yunani; kadang robot seks bertemu aktor. Kadang mobil menabrak toilet di ruang publik; kadang berlangsung semalam penuh pertunjukan bagi orang-orang yang sedang tidur.

PSBK (Padepokan Seni Bagong Kussudiardja)
Melanjutkan spirit Bagong Kussudiardja, PSBK menyelaraskan visi misi sebagai pusat seni berbasis tempat (venue based art center). Evolusi ini dapat terwujud lewat penyempurnaan rencana induk desain kawasan pada 2024. PSBK berupaya untuk mewujudkan misi lembaga untuk menjaga kualitas dan aksesibilitas ruang seni untuk pengembangan hubungan seni, seniman, dan masyarakat dengan kekuatan presentasi, literasi, perekaman dan dokumentasi, serta konservasi. Dengan kekuatan tersebut dan praktik manajemen profesional, PSBK meneguhkan posisi sebagai pusat pengetahuan (resource center) yang berkontribusi pada ekosistem seni global, menciptakan dampak pada kualitas SDM seni maupun non-seni, serta terus menjaga relevansi seni sebagai kebutuhan hidup.

Papermoon Puppet Theatre
Papermoon Puppet Theatre didirikan pada April 2006 di Yogyakarta, Indonesia oleh Co-Artistic Director Maria Tri Sulistyani (Ria). Sejak saat itu, ia mengembangkan dan memperluas perusahaan ini bersama Co-Artistic Director Iwan Effendi, seorang seniman visual sekaligus perancang boneka Papermoon. Pada tahun 2008, mereka meluncurkan Pesta Boneka, sebuah festival boneka internasional dua tahunan yang mengundang para dalang dari seluruh dunia untuk datang ke Yogyakarta, tempat mereka dapat berbagi karya dalam suasana kebersamaan komunitas. (Tim Humas PSBK/Antok Wesman-Impessa.id)

