Event

LELANA GROEP, Kelompok Gamelan Dari Belanda Tampil Sabtu Malam, 1 Agustus, Di Yogyakarta Gamelan Festival 2026, Plaza Ngasem

LELANA GROEP, Kelompok Gamelan Dari Belanda Tampil Sabtu Malam, 1 Agustus, Di Yogyakarta Gamelan Festival 2026, Plaza Ngasem

LELANA GROEP, Kelompok Gamelan Dari Belanda Tampil Sabtu Malam, 1 Agustus, Di Yogyakarta Gamelan Festival 2026, Plaza Ngasem

Impessa.id, Yogyakarta, Indonesia, Juli 2026: Puncak Yogyakarta Gamelan Festival -YGF ke-31, berupa Konser Gamelan, berlangsung pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026, di Plaza Ngasem, Pasar Ngasem Yogyakarta, menghadirkan 16 kelompok penampil dari berbagai propinsi di Indonesia dan berbagai negara, termasuk Perancis dan Belanda.

Di Hari Ke-2, Sabtu malam, 1 Agustus, LELANA GROEP Netherlands siap mengguncang YGF Ke-31, pada pukul 20.57 hingga 21.42 WIB di Plaza Ngasem, Pasar Ngasem Yogyakarta.

Sajian di awali pada pukul 19.15 WIB, dengan penampilan hasil Lokakarya Gamelan Untuk Meditasi: Eksplorasi Pendengaran Melalui Membunyikan Gamelan. Dilanjutkan dengan penampilan HMJ “Santikara” Karawitan ISI Yogyakarta, kemudian KIAI KANJENG, lalu LELANA Groep dari Belanda, dan sajian YGF Ke-31 hari ke-dua, ditutup dengan penampilan SANGGAR SENI JOYOKARYO dari Banyuwangi.

Ari Wulu selaku Ketua Komunitas Gayam 16 menuturkan bahwa Yogyakarta Gamelan Festival -YGF ke-31, merupakan festival gamelan bertaraf internasional yang telah menjadi ruang pertemuan para pelaku dan penikmat gamelan dari berbagai penjuru dunia sejak 1995.

“Konser Gamelan menjadi ruang perjumpaan lintas budaya yang memperlihatkan gamelan sebagai Bahasa universal yang terus hidup, berkembang, dan membawa semangat kebersamaan,” ujar Ari Wulu.

Melalui penyelenggaraan YGF 31, Komunitas Gayam 16 berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang melihat gamelan sebagai budaya yang hidup, terbuka terhadap inovasi, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai tradisi.

Ketua Yogyakarta Gamelan Festival 31 Lanoke ‘Uke’ mengungkapkan makna tema yang diusung yakni “Sukacita” atau Joy.

“YGF 31 mengajak masyarakat merasakan kembali gamelan bukan sekadar sebagai instrumen musik, melainkan sebagai sumber sukacita, ruang kebersamaan, dan penyegaran batin,” ungkap Uke.

Dikatakan, sebagai bagian dari Bulan Warisan Dunia DIY, YGF 31 turut memperkuat upaya pelestarian dan pengembangan warisan budaya yang telah diakui UNESCO. Festival ini menghadirkan rangkaian program yang berlangsung mulai 21 Juli hingga 2 Agustus 2026, meliputi Lokakarya Gamelan, Rembug Budaya, dan Konser Gamelan.

Agenda yang ikut mewarnai YGF 31 berupa Lokakarya yang bertajuk “Gamelan sebagai Musik Meditasi”, suatu upaya eksplorasi bunyi gamelan sebagai sarana meditasi dan penciptaan sukacita kolektif. Selama dua hari, peserta diajak mengeksplorasi vibrasi instrumen gamelan sebagai media refleksi, dengan hasil eksplorasi yang nantinya dipresentasikan pada Konser Gamelan YGF 31.

Selain lokakarya, YGF 31 juga menghadirkan Rembug Budaya yang mengangkat isu Hak Kekayaan Intelektual -HKI, dalam ekosistem musik tradisi. Forum ini bertujuan meningkatkan kesadaran pelaku seni tradisi mengenai pentingnya perlindungan karya intelektual agar para seniman memperoleh apresiasi sekaligus manfaat ekonomi dari karya mereka. (Sasya-YGF 31/Antok Wesman-Impessa.id)