Wujud Imajinasi Seniman EDI PRABANDONO Diluar Nalar
Impessa.id, Yogyakarta, Indonesia, Juli 2026: Edi Prabandono, seniman Jogja yang berkarya sejak 1998, yang justru jarang berada di Jogja, karena dirinya selain menetap dan memiliki studio di Jepang, dia senantiasa melanglang-buana, berkarya dan berpameran di banyak negara baik di Asia maupun di Eropa. Kini Edi Prabandono menampilkan karya spektakulernya di arena Jogja Scooter Parade 2026 di Gedung Jogja Expo Center -JEC, yang berlangsung dua hari Sabtu dan Minggu, 25-26 Juli 2026.
Edi Prabandono, kali ini memajang karya uniknya berjudul “Living In the High Life” atau ‘Hidup Harus Bergerak’ sebuah scooter berukuran gigantic karena body-biru muda-nya yang panjang itu, melengkung berputar tinggi menjulang mengisi ruang, hanya bagian kedua ujungnya saja yang jelas-jelas menandakan bahwa itu kendaraan scooter.


Karya-karya seninya dari aneka macam otomotif digelar di kota-kota besar dunia, seperti di Singapura, Shanghai-Cina, pernah tampil di ajang bergengsi Venice Biennale Italia, dan di Jakarta. Seluruh karya kreasinya langsung laku terjual, termasuk yang dipamerkan di JEC kali ini, sudah dibeli oleh seorang kolektor dari Jakarta.
“Ide ini terinspirasi ketika masa muda, usai berpesta, muncul ilusi seolah terbang melayang, semua benda terlihat meliuk-liuk, lalu saya wujudkan menjadi seperti ini, Vespa berbahan aluminium, berbadan panjang yang meliuk-liuk, dilapaisi cat buatan Jerman yang cukup terbilang mahal harganya, tetapi ini saya hadirkan untuk tujuan positip yaitu selalu aktif bergerak maju, hidup yang dinamis,” paparnya. Pilihan otomotif untuk memotivasi diri agar hidup selalu bergerak.

Edi Prabndono tersentuh hatinya tatkala ada pihak yang menghubungi dirinya untuk ikut terlibat di ajang Jogja Scooter Parade 2026, mengingat selain dirinya orang Jogja dengan tempat tinggal dan studio di jalan Palagan KM 9, tak ada salahnya tampil guna memberi semangat baru kepada seniman-seniman muda untuk serius tekun berkarya dan tetap disiplin.
“Sebetulnya saya itu malu kalau harus tampil di Jogja, karena banyak teman disini, biasa-kan kalau sudah pada kumpul, lantas muncul olok-olok, walah geneyo mung koyo ngono, akeh sing iso, seperti itu-lah, kalau di luar orang kan gak kenal, jadi ya pada respect lihat hasil karya. Namun setelah direnungkan, ajakan itu boleh juga, Jogja sekarang banyak orang hebat, maka saya ingin ikut menambah warna agar Jogja semakin berwarna-warni,” ucap Edi Prabandono kepada Impessa.id.


Selain Edi Prabandono, tercatat beberapa seniman juga terlibat memberi aksen baru kedalam nuansa parade scooter tersebut, lewat karya lukisan dan patung serta sulaman bermotif scooter yang terpajang di sudut Barat Laut ruangan. (Feature of Impessa.id by Antok Wesman)

