Peserta JOGJA INTERNATIONAL KITE FESTIVAL 2026 Asal Mancanegara Mengaku Senang Ikuti Festival Layang-Layang Di Yogyakarta
Peserta JOGJA INTERNATIONAL KITE FESTIVAL 2026 Asal Mancanegara Mengaku Senang Ikuti Festival Layang-Layang Di Yogyakarta
Impessa.id, Yogyakarta, Indonesia, Juli 2026: Saat festival layang-layang internasional JIKF 2026 berlangsung, penulis menghampiri beberapa pelayang berasal dari mancanegara yang sedang menatap layang-layang kreasinya berhasil membubung tinggi ke angkasa. Nampak kepuasan terlihat diwajahnya.
Pelayang asal Tunisia, negara di Afrika Utara, yang ditemui Impessa.id. bernama Amin dan Muhammad Ali, keduanya untuk pertamakalinya berkunjung ke Yogyakarta mengikuti Jogja International Kite Festival 26, menerbangkan layang-layanng tiga dimensi berupa karakter kesukaan anak-anak Tom dan Jerry.
“Festival layang-layang di Jogja ini begitu menakjubkan, layang-layang kami membumbung tinggi dan itu membuat kami puas, kami senang berada di Jogja, senang bertemu dan bercakap dengan warga yang baik dan ramah, kulinernya-pun enak-enak, dan kami berjanji tahun depan ikut berpartisipasi kembali di JIKF, insha Allah,” ucap Amin.
Sementara itu, Kamor dari Asosiasi Layangan Internasional Tunisia, bersama ke-empat anggota tim yang semuanya wanita, Samar, Fatma, Marah, dan Salsabil, juga pertamakalinya menginjakkan kaki di Jogja, dan langsung mengikuti JIKF 26 di Pantai Parangkusumo, Bantul.
“It’s amazing, it’s wonderful festival, it’s very nice place near the ocean, very nice hotel, very nice staffs, very nice organization, very nice food, everything is good, is perfect, we enjoy our time here, thank you Indonesia, thank you Yogyakarta, I’m impressed, I can’t find the word to express my love to all this, to the country, to the Indonesian people, yes, I am really touched,” seru Kamor saat di wawancarai Impessa.id, Sabtu siang (11/7/2026), di tenda peserta disela-sela waktu rehat mereka.
Mereka berlima, menerbangkan layangan tiga dimensi karakter pasangan pengantin tradisional Tunisia. Pengantin Pria (Groom) mengenakan 'Jebba' dan Pengantin Wanita (Bride) mengenakan 'Kiswa'. Dan di ujung puncak tali terbentang indah bendera merah dengan lingkaran putih ditengahnya, terdapat bulan sabit dan bintang, bendera negara Tunisia.
Sedangkan, Sami, pelayang dari Lebanon kepada Impessa.id mengatakan, “Saya senang berada di Jogja mengikuti JIKF 26, masyarakatnya ramah, santun, pantainya indah, anginnya bagus, sehingga layang-layang saya dapat terbang tinggi, saya sangat mencintai Indonesia, saya berusaha menyempatkan diri untuk mengikuti setiap event yang ada, seperti di Muna-Sulawesi, di Bali, di Lampung, dan di Jakarta, dan saya juga siap kembali berpartisipasi di festival layang-layang di Jogja tahun depan,” ujar Sami.
Sami sebagai pelayang tunggal, kali ini menerbangkan layang-layang tiga dimensi karakter Lady Smurf dengan lingkaran berputar cepat dibawahnya, ada Gitar berwarna kuning, sebagai gitaris, dan ada bendera Lebanoin di ujung puncaknya. Sedangkan layang-layang yang lainnya diterbangkan pada Night Flight karena dilengkapi dengan lampu-lampu LED.gemerlapan.
Lebih lanjut, Impessa.id menemui Saule, pelayang wanita dari Lithuania, yang untuk pertamakalinya menginjakkan kaki di Pantai Parangkusumo, merasa takjub dengan keindahan dan tempat festival di gelar, dengan angin yang sangat bagus untuk menerbangkan layangan, dirinya senang dengan banyaknya peserta dengan keanekaragaman bentuk layang-layang yang mengudara bersama-sama menghiasi langit biru pantai di Yogyakarta.
Dua pelayang wanita dari Slovakia, Lubica dan Andrea, sudah keduakalinya berpartisipasi di JIKF, tahun lalu dan tahun ini, dirinya menilai kali ini lebih besar dengan jumlah peserta mancanegara lebih banyak dibandingkan tahun lalu, dan angin berhembus sangat bagus, menjadikan langit di Pantai Parangkusumo begitu meriah. Ribuan warga semua umur, hadir ikut menyaksikannya. "Festival layang-layang ini sangat fantastik," akunya.
Saat bertemu ‘bule’ asal Inggris bernama Lim, disela-sela festival berlangsung, Sabtu siang (11/7/2026), Impessa.id pun minta respon darinya, “Jogjakarta Kite Festival bagus banget,” ucap Lim singkat, ‘bule’ UK yang sudah beberapa hari menetap di Yogyakarta dan sedikit menguasai Bahasa Indonesia, hadir di Pantai Parangkusumo melihat langsung perhelatan akbar JIKF 26. “Pesertanya banyak, variasi layang-layangnya banyak, bagus-bagus, saya senang dapat menyaksikannya sendiri,” imbuh Lim lebih lanjut.
Ketika SunSet tiba, siluet layang-layang itu tetap indah melenggak-lenggok di angkasa yang mulai redup hingga kemudian tatkala sang Mentari betul-betul masuk keperaduannya, maka semakin jelas Night Flight membuat semua orang terkesima,
Pemandangan yang menakjubkan, layang-layang yang dikala siang hari indah menari-nari di angkasa membuat panorama nan menarik, kini di tengah kegelapan, muncul suasana horor yang menyeramkan sekaligus mempesona.

Layang-layang itu berhias lampu LED warna-warni dengan cantiknya, karakter ikan Hiu Raksasa berekor cumi-cumi seolah ingin menerkam mangsanya. Imajinasi teror di dasar samodera. Suguhan festival layang-layang yang luar biasa di Yogyakarta.
Jogja International Kite Festival 2026 di Pantai Parangkusumo, Bantul, pada 11-12 Juli 2026, terdapat sejumlah layang-layang yang diterbangkan oleh peserta internasional sebanyak 90 buah, kemudian ada 96 layang-layang tradisional, 48 klub layang-layang dari berbagai penjuru Nusantara, serta 75 peserta lomba layang-layang anak-anak. (Feature of Impessa.id by Antok Wesman)
